SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Kementerian Investasi Fasilitasi Usaha Besar dan UMKM Senilai Rp143,84 Miliar

Bagikan:

AshefaNews – Kementerian Investasi / Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus mendorong terwujudnya kemitraan antara Usaha Besar dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal tersebut untuk menciptakan investasi inklusif dan berkelanjutan. 

Melalui penyelenggaraan Forum Kemitraan Investasi (FKI) Kementerian Investasi/BKPM memfasilitasi kerja sama  antara UB dan UMKM dengan total nilai sebesar Rp143,84 miliar. 

Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan pelaku usaha memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya pelaku usaha berkontribusi dalam memajukan perekonomian daerah apabila berkolaborasi dengan UMKM lokal agar merasakan dampak positif dari masuknya investas. 

“Mereka harus berbagi untuk bagaimana memberdayakan orang-orang daerah agar orang daerah itu menjadi tuan di negerinya sendiri. Oleh karena itu, Kementerian Investasi sangat berkomitmen untuk membantu para pengusaha termasuk UMKM,” ujar Bahlil, lewat keterangannya, Rabu (7/12/2022). 

Untuk memfasilitasi program kemitraan, Kementerian Investasi/BKPM meluncurkan fitur dalam sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko yang dapat diakses langsung yakni kemitraan.oss.go.id. “Fitur ini merupakan bentuk fasilitasi kemitraan antar pengusaha Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan UMKM di daerah,” ucapnya. 

Kemitraan investasi antara UB dan UMKM ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK) dan peraturan turunannya yaitu Peraturan Menteri Investasi/Kepala BKPM Nomor 1 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kemitraan di Bidang Penanaman Modal antara Usaha Besar dengan UMKM. 

Pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha dengan UMKM ini juga menjadi salah satu poin pada paragraf 37 dalam Leader’s Declaration yang merupakan hasil dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali bulan November 2022.

(RM – SYD) 

Scroll to Top