Dilimpahkan ke Kejari Surabaya Terkait Dugaan Penipuan, Medina Zein : Aku Bingung dan Pasrah

Bagikan:

AshefaNews, Surabaya – Wajah pasrah selebgram Medina Zein terlihat saat diserahkan ke Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Surabaya. Medina menjalani pelimpahan tahap dua atas kasus dugaan penipuan terhadap pengusaha Uci Flowdea.

Saat ditemui usai menjalani pemeriksaan kesehatan, Medina Zein hanya bisa berdoa agar masus yang menimpanya dapat segera selesai.

“Yah jalanin saja, bismillah. Semoga cepat selesai saja semuanya,” kata Medina Zein saat ditemui di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (26/10/2022).

Awalnya, istri dari Lukman Azhari itu menyebut jika sebelumnya ada kesepakatan antara dirinya dengan Uci Flowdea. Namun kini, hal itu masuk kedalam ranah pidana.

“Ada perjanjian yang ditandatangani kedua belah pihak. Ada kesepakatan antara pembeli dan penjual,” ucap Medina Zein.

Hingga kini, Medina Zein belum mengembalikan uang milik Uci Flowdea senilai Rp 1,3 miliar. Medina beralasan jika tas jualannya saat ini masih ditahan oleh Uci.

“Aku juga bingung mau jawab gimana. Kan barangnya sudah lama sekali ditahan. Jadi nanti kita lihat saja,” ungkapnya.

Medina Zein dilaporkan Uci Flowdea atas dugaan penipuan ke Polrestabes Surabaya pada 2021. Kejadian itu berawal saat 8Medina Zein dan Uci Flowdea menyepakati transaksi jual beli sembilan buah tas mewah merek Hermes seharga Rp 1,3 miliar.

Setelah dilakukan pengecekan, Uci Flowdea mendapati bahwa tas Hermes yang dibeli dari Medina Zein merupakan barang palsu. Ia lantas meminta eks bos kosmetik mengembalikan uang Rp 1,3 miliar yang digunakan untuk menebus tas-tas tersebut.

Sayang, Medina Zein sama sekali tidak mengembalikan uang Rp 1,3 miliar milik Uci Flowdea. Ia malah menebar ancaman ke sang pengusaha yang berujung laporan polisi lain di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Dalam laporan Uci Flowdea di Polrestabes Surabaya, Medina Zein dikenakan Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 9 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 378 KUHP.

(RM – FF)

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top