SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

cara mengenal saham dan obligasi untuk pemula

Bagikan:

AshefaNews – Ada banyak cara untuk berinvestasi, dan saham dan obligasi adalah dua instrumen populer yang sering dibicarakan. Namun, bagi pemula, investasi di pasar modal bisa jadi intimidasi. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan apa itu saham dan obligasi, serta memberikan tips kepada pemula tentang cara memulai investasi di pasar modal.

Apa itu Saham?

Saham adalah sebuah instrumen investasi yang memungkinkan seseorang untuk membeli sebagian kepemilikan dari suatu perusahaan. Kepemilikan ini ditunjukkan dengan sebuah sertifikat yang disebut saham, dan pemegang saham ini disebut sebagai shareholder.

Pada dasarnya, tujuan dari investasi saham adalah untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham di masa depan. Sebagai contoh, jika Anda membeli 100 lembar saham perusahaan XYZ seharga Rp1.000 per lembar, maka total investasi Anda adalah Rp100.000. Jika harga saham perusahaan XYZ naik menjadi Rp2.000 per lembar di masa depan, maka total nilai investasi Anda menjadi Rp200.000, dan keuntungan yang Anda peroleh sebesar Rp100.000.

Namun, selain dari kenaikan harga saham, investor juga bisa mendapatkan keuntungan dari dividen. Dividen adalah bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham. Jadi, meskipun harga saham tidak naik, investor masih bisa mendapatkan keuntungan dari dividen yang dibagikan oleh perusahaan.

Investasi saham memiliki beberapa risiko, seperti fluktuasi harga, kebangkrutan perusahaan, atau adanya bencana alam. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi di saham, sebaiknya Anda mempelajari dengan baik seluk-beluk investasi ini.

Jenis-Jenis Saham

Saham adalah salah satu instrumen investasi yang paling populer di dunia. Saham dapat dibagi ke dalam beberapa jenis, berdasarkan karakteristiknya masing-masing.

Beberapa jenis saham yang umum adalah:

1. Saham biasa (common stock)

2. Saham preferen (preferred stock)

3. Waran (warrants)

4. Right issue

5. Obligasi konversi (convertible bonds)

6. Mudharabah certificates

7. Sukuk (Islamic bonds)

8. Reksa dana saham ( mutual funds)

9. Real estate investment trusts (REITs)

Kelebihan dan Kekurangan Saham

Saham adalah salah satu jenis instrumen investasi yang populer. Banyak investor menyukai saham karena memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan dari capital appreciation atau sebagai sumber pendapatan tambahan melalui dividen. Selain itu, saham juga relatif mudah untuk diperdagangkan dan bisa dilakukan secara online.

Namun, seperti semua jenis investasi, saham juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang investasi saham:

Kelebihan:

* Capital appreciation potensial yang tinggi: Saham sering diperdagangkan dengan harga yang lebih tinggi daripada nilai paranya, sehingga memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan dari capital appreciation.

* Dividen: Saham yang bagus biasanya akan memberikan dividen yang menarik bagi para pemegangnya. Dividen ini bisa dijadikan sebagai pendapatan tambahan.

* Mudah untuk diperdagangkan: Saham relatif mudah untuk diperdagangkan, terutama jika Anda menggunakan perusahaan sekuritas yang menyediakan fasilitas trading online.

Kekurangan:

* Volatilitas harga: Harga saham bisa sangat volatile, sehingga memberikan risiko yang tinggi bagi para investor.

* Biaya transaksi: Ada biaya transaksi yang harus dibayarkan ketika membeli atau menjual saham, seperti biaya broker atau komisi.

* Kurang likuid: Saham kadang-kadang sulit untuk dijual, terutama jika perusahaan yang menerbitkan saham tersebut tidak dikenal.

* Fluktuasi dividen: Dividen yang diberikan oleh perusahaan bisa berfluktuasi, sehingga memberikan risiko bagi para investor.

* Risiko perusahaan: Saham selalu beresiko, karena harganya bergantung pada kinerja perusahaan. Jika perusahaan mengalami masalah, harga sahamnya akan turun

* Risiko pasar: Saham juga sangat tergantung pada kondisi pasar, sehingga memberikan risiko tambahan bagi para investor.

* Keterbatasan investasi: Saham hanya bisa diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga investor tidak bisa membeli saham langsung dari perusahaan.

Saham memiliki potensial untuk memberikan keuntungan yang tinggi, namun juga sangat beresiko. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam saham, sebaiknya Anda mempertimbangkan dengan seksama kelebihan dan kekurangannya.

Obligasi

Obligasi adalah surat berharga yang diterbitkan oleh suatu perusahaan atau pemerintah untuk menarik modal. Obligasi memiliki jangka waktu tertentu, dan pemegang obligasi akan mendapatkan bunga selama masa jatuh tempo. Pada akhir masa jatuh tempo, perusahaan atau pemerintah yang mengeluarkan obligasi akan membayar nilai nominal obligasinya kepada pemegang obligasi.

Saham vs Obligasi

Saham dan obligasi adalah dua jenis instrumen investasi yang populer di Indonesia. Kedua-duanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga pilihan tergantung pada tujuan dan preferensi investor.

Saham berarti tanda penyertaan atau surat berharga yang menunjukkan bahwa seseorang mempunyai bagian dari suatu perusahaan. Dengan membeli saham, investor mendapatkan hak suara untuk ikut campur tangan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Selain itu, jika perusahaan mendapat laba, investor juga berhak mendapatkan dividen. Dividen adalah bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham sesuai dengan proporsi saham yang dimilikinya.

Di sisi lain, obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh suatu badan usaha atau pemerintah dengan tujuan untuk menarik modal. Investor yang membeli obligasi berarti telah meminjamkan uang kepada perusahaan atau pemerintah yang mengeluarkannya. Selama jangka waktu tertentu, obligasi akan memberikan bunga bagi investor, dan pada akhir masa jatuh tempo obligasi, uang pinjaman akan dikembalikan kepada investor.

Cara Membeli Saham

Saham adalah salah satu instrumen investasi yang paling populer di Indonesia. Banyak investor memilih untuk berinvestasi dalam saham karena memberikan potensi keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan obligasi atau deposito.

Untuk membeli saham, Anda perlu datang ke kantor pusat Bursa Efek Indonesia (BEI) atau menggunakan jasa perusahaan sekuritas. Jika Anda ingin membeli saham secara online, Anda perlu mendaftar terlebih dahulu ke sebuah perusahaan sekuritas yang menyediakan layanan trading online. Setelah itu, Anda akan mendapatkan username dan password untuk login ke sistem trading online.

Kesimpulan

-Saham dan obligasi adalah dua instrumen investasi yang paling populer.

– Saham berinvestasi dengan membeli sebagian kepemilikan perusahaan, sementara obligasi berinvestasi dengan meminjamkan uang kepada perusahaan atau pemerintah.

– Kedua instrumen ini sangat berbeda, namun penting untuk mengetahui perbedaan tersebut sebelum menginvestasikan uang Anda.

– Jika Anda ingin memulai investasi, kami sarankan Anda untuk berkonsultasi dengan penasehat keuangan atau bankir untuk mendapatkan rekomendasi yang tepat.

Semoga bermanfaat 🙂

(ALN)

Scroll to Top