SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Kritik Silang Data Produksi Beras, DPR: Kementan dan Kemendag Mengecewakan!

Bagikan:

AshefaNews, Jakarta – Adanya silang data produksi beras antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang belum rampung sejak 2009 menjadi perhatian kalangan dewan.

Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menilai jika silang data itu tidak terselesaikan maka akan terus menimbulkan polemik dilematis bagi pemerintah dalam hal impor beras. Hal ini juga berakibat harga beras petani lokal merosot tajam dan kalah bersaing dengan hasil impor.

“Padahal saya nilai kita tidak perlu impor (beras) loh. Apalagi produksi nasional kita sudah sangat mencukupi. Nah ini mungkin karena adanya beda data antara Kementan dan Kemendag  yang berakibat impor terjadi. Padahal hal ini kan mengecewakan dan melemahkan semangat petani kita,” kata Firman kepada wartawan, Kamis (5/1/2023).

Lebih jauh, politikus Golkar ini menegaskan agar Kementan dan Kemendag tak main-main dalam pengelolaan data pangan. Pasalnya, silang data tersebut menyebabkan perdebatan publik dan juga berpotensi melahirkan krisis pangan di Indonesia. Padahal, Indonesia dikenal sebagai negara agraris sehingga sangat memiriskan.

“Karena data tak sinkron ini, jadi banyak unsur-unsur negatif yang harus dihadapi. Pemerintah juga harus serius menyelesaikan ini agar tak jadi perdebatan panjang lagi dan merugikan petani kita,” tegas Firman.

Karenanya, Firman mengaku jika Komisi IV DPR akan meminta Bulog untuk lebih maksimal menyerap setiap panen yang diproduksi petani Indonesia untuk mencegah krisis pangan.

“Kementan sendiri juga perlu secara langsung meninjau proyeksi area pertanaman padi untuk mengantisipasi panen raya pada bulan Maret 2023,” tukasnya.

(GE – Tyo)

Scroll to Top