SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Indonesia Harus Ikuti Jejak Turki

Bagikan:

AshefaNews, Jakarta – Turki telah menjadi contoh baik dalam percaturan politik dunia. Indonesia patut mengikuti jejak Ankara yang tidak berpihak pada kekuatan mana pun. 

“Turki begitu lihai mengambil keuntungan dari krisis yang terjadi, ” Duta Besar RI untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal dalam keterangan resmi, Selasa (3/1). 

Ia mengatakan Turki menjadi salah satu sumber nontradisional untuk suplai alat utama sistem senjata (Alutsista) di Indonesia. Turki pun merupakan kekuatan terbesar kedua setelah Amerika Serikat di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Turki menempatkan posisi netral di tengah kekuatan dunia. Itu terlihat jelas pada Turki yang memainkan peran yang seimbang menghadapi perang Rusia dan Ukraina. 

“Indonesia dapat belajar dari Turki untuk memanfaatkan situasi dengan tetap menjunjung sikap nonblok. Negeri ini masih tergolong berkembang, namun konsistensi itulah yang dapat menguntungkan Indonesia,” paparnya.

Lebih lanjut, kata dia, Indonesia memiliki potensi besar di pasar makanan halal dunia. Peluang itu juga dapat mempererat hubungan Indonesia dengan Turki yang sama-sama didominasi umat Muslim. 

Namun Iqbal menyarankan kepada pemerintah mengenai perbaikan sistem sertifikasi halal. Sabagai contoh, dalam industri makanan biasanya FDA, lembaga pengawas obat dan makanan Amerika Serikat dan Konsher menjadi referensi utama sertifikasi. 

Dari segi perdagangan, selama 10 bulan di 2022, transaksi perdagangan Indonesia-Turki melampaui nilai tahun sebelumnya. Angka itu sekaligus menjadi rekor dengan menyentuh US$2,6 miliar dengan kenaikan ekspor 56,7%. 

Sementara impor menyusut jadi 13,9%, lebih rendah dari 2021 yang menyentuh 46,4%. Kemudian sektor pariwisata, wisatawan Indonesia ke Turki lebih tinggi dibanding sebaliknya. 

(RM – Yana) 

Scroll to Top