SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Dugaan Ada Mafia Beras di Impor Akhir Tahun, DPR: Penegak Hukum Perlu Segera Menindaklanjuti

Bagikan:

AshefaNews, Jakarta – Dugaan keterlibatan mafia beras dalam kebijakan impor beras sebanyak ratusan ribu ton yang dilakukan Pemerintah pada akhir bulan Desember 2022 menjadi perhatian kalangan dewan.

Anggota Komisi III DPR RI, Mohammad Rano Alfath menilai dugaan adanya mafia beras itu perlu untuk ditindaklanjuti dengan keterlibatan penegak hukum dalam mengawasi dan menginvestigasinya.

“Saya cukup kaget mendengar kabar ini. Jadi saya minta aparat penegak hukum, baik Polri atau kejaksaan untuk menindaklanjuti dugaan permainan dalam impor beras ini,” kata Rano dalam keterangannya, Kamis (5/1/2023).

“Penegak hukum harus gerak cepat dan memprosesnya apabila dugaan adanya mafia itu terbukti. Hal ini untuk membuktikan jika Indonesia tidak main-main dalam ketahanan pangan,” sambungnya.

Lebih lanjut, Rano menegaskan, masalah mafia pangan ini sebenarnya bukan hal baru bagi Indonesia. Pasalnya banyak kebijakan impor yang dilakukan pemerintah ternyata berujung pada tindak pidana.

“Contohnya kasus minyak goreng dan impor garam yang ternyata ada mafianya. Dan yang menjadi korban adalah masyarakat dan petani kita,” jelasnya.

Karenanya, politikus PKB ini menegaskan, perlu adanya pengawasan ketat dan kehati-hatian yang lebih dalam kebijakan impor termasuk impor beras. Agar kebijakan impor tidak jadi ladang memperkaya diri bagi para oknum dan mafia yang tak bertanggung jawab.

“Bahkan jika dibutuhkan, segera bentuk satgas terkait impor agar mempermudah dan mengoptimalkan kerja penegak hukum dalam mengusutnya,” tukas Rano.

Sebelumnya, Pemerintah pada akhir 2022, memutuskan untuk mengimpor beras sebanyak 500 ribu demi memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang ditargetkan sebanyak 1,2 juta ton.

(GE – TYO)

Scroll to Top