SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

DPR: Punya Kebijakan Pembeda Buat Jokowi Berhasil Tekan Pandemi Covid-19

Bagikan:

AshefaNews, Jakarta – Presiden Jokowi berhasil menerapkan kebijakan yang menekan pandemi Covid-19. Bahkan hal ini diakui oleh dunia. Demikian dikatakan oleh anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo kepada wartawan, Jumat (6/1/2023).

“Kita tentu harus berterima kasih dan bersyukur ya atas kinerja pak Jokowi ini. Beliau berhasil dengan kerja sama, kolaborasi dan gotong royong antara pemerintah pusat, pemda, dan rakyat. Dengan jalannya kerja sama ini pandemi pun turun kan,” kata Rahmad.

Politikus PDIP ini ikut mengacungi jempol dengan keberhasilan pemerintah dalam kendalikan Covid. Apalagi, pujian keberhasilan pemerintah menekan laju Covid-19 ini juga datang dari negara-negara luar.

“Kita tak bisa pungkiri loh, kalau negara lain saja menganggap kita baik dan berhasil dalam kendalikan pandemi. Karena memang realitanya seperti itu. Apalagi kan kita juga apple to apple dengan negara lain yang korbannya banyak, dan kita sekarang sudah on the track,” jelas Rahmad.

Menurutnya, penanganan pandemi yang dilakukan Indonesia sangat berbeda dengan negara lain. Contoh perbedaannya di PPKM yang terbukti cukup berhasil menekan laju virus Covid-19.

“Kita punya pembeda yakni pemerintah menjalankan PPKM dengan protokol kesehatan ketat yang menjadi kunci keberhasilan. Dengan PPKM dan aturan ketat seperti wajib bermasker, menjaga jarak ternyata berhasil kan. Coba bandingkan dengan negara lain, yang masih abai dengan aturan seperti itu,” jelas Rahmad.

Lebih lanjut, Rahmad menilai sistem vaksinasi massal kepada seluruh masyarakat dengan beberapa tingkat usia membuat Indonesia cepat terbebas dari gelombang pandemi.

“Vaksinasi massal juga jadi keberhasilan kita. Vaksinasi itu berhasil menaikan kekebalan kelompok dan membentengi warga dari virus. Bahkan sistem vaksinasi kita pun diakui dunia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, legislator Jateng ini menilai, dua kebijakan pemerintah, yakni PPKM dan vaksinasi adalah langkah tepat. Sehingga dia meminta agar masyarakat tetap bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan keluarganya.

“Karena kita tak boleh lengah dan bereuforia bahwa covid sudah hilang. Kita harus tetap waspada dan bertanggung jawab untuk terhindar dari potensi kemungkinan adanya varian dari luar negeri atau mutasi dari sub varian yang lain,” tegas Rahmad.

“Tetap seperti yang saya sampaikan tadi menumbuhkan kesadaran, tetap menggunakan sukarela protokol kesehatan dan vaksinasi, karena ingat masukan dari epidemiologi bahwa situasi global masih dinamis, artinya bisa potensi bermutasi kemudian untuk kasus lain itu lagi ada,” tukasnya.

(GE – TYO)

Scroll to Top