SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Pemerintah Berikan Pendampingan Psikologis bagi Korban Kekerasan Seksual di Jakbar

Bagikan:

AshefaNews – Pemerintah memastikan akan memberi pendampingan hukum dan psikologis kepada bocah yang mengalami  korban kekerasan seksual di di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) telah berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) DKI Jakarta. Saat ini korban N (11), tengah menjalani asesmen. 

“Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, korban terlihat aktif dan kooperatif,” ujar Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Nahar, di Jakarta, Selasa (13/12/2022).

Nahar mengatakan, P2TP2A DKI Jakarta sudah melakukan beberapa layanan sesuai dengan kebutuhan korban. Baik itu berupa konsultasi hukum, pengukuran awal, dan pendampingan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). 

“Selanjutnya, P2TP2A DKI Jakarta akan melakukan BAP tambahan dikarenakan korban sedang mengikuti ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) dan Ibu korban sedang sakit, sehingga saat ini belum bisa bepergian,” ungkap Nahar.

Tahap selanjutnya, kata Nahar, korban akan dilakukan pemeriksaan psikologis apabila sudah mendapatkan rujukan dari pihak kepolisian. 

“Kami akan terus memantau kondisi korban baik secara fisik maupun psikologis. Selain itu, kami juga akan memastikan pemenuhan hak korban, termasuk hak atas pendidikan juga akan menjadi perhatian kami,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, pihak kepolisian telah menangkap pelaku korban kekerasan seksual yang terjadi pada gadis berusia 11 tahun. Kasus ini terungkap setelah orang tua korban melapor kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Tambora Jakarta Barat. 

Korban mengalami kekerasan seksual pada Oktober 2022 dan kejadian itu berulang pada November 2022. Diketahui, pelaku dan keluarga korban saling mengenal dan menjalin hubungan yang baik. 

Pasalnya, pelaku merupakan rekan kerja dari Ibu korban. Pertemuan korban dengan pelaku terjadi karna korban kerap dibawa ke tempat kerja oleh Ibunya.

“Pelaku pun menjalin komunikasi dengan korban dan mengajaknya ke sebuah hotel di daerah Jakarta Barat dengan diiming-imingi uang sebesar Rp100 ribu serta belanja beberapa barang. Pelaku telah ditangkap oleh pihak kepolisian pada 7 Desember 2022,” jelas Nahar.

(RM – WAH)

Scroll to Top