Minimalisir Potensi Kemacetan dan Kecelakaan, Truk Tanah Diminta Beroperasi Sesuai Aturan

Bagikan:

AshefaNews – Banyaknya keluhan dari masyarakat terhadap jam operasional kendaraan truk tanah, pasir dan sejenisnya melintas tidak sesuai jam operasional yang berlaku.

Pemerintah Kota, Kabupaten Tangerang dengan melibatkan Petugas gabungan Polres Metro Tangerang Kota, Kodim 0506/TGR, dan Kodim 0510 Tigaraksa akan meningkatkan pengawasan dan pengecekan terhadap kendaraan truk tersebut. 

Pasalnya, sejumlah kendaraan truk-truk besar yang nekat beroperasi diluar jam operasional tersebut berdampak terhadap kemacetan, keselamatan berlalulintas dan meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Jam operasional kendaraan truk tanah, pasir dan sejenisnya dengan berat 8,5 ton berlaku mulai pukul 22.00 WIB sampai dengan 05.00 WIB,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, (31/10). 

Wahyudi mengungkapkan, bahwa pengawasan dilakukan terhadap jam operasional dan kepatuhan truk tanah dan sejenisnya, sudah diatur pemerintah kota Tangerang melalui Peraturan Walikota (Perwali) Tangerang No 93 tahun 2022 dan Peraturan Bupati (Perbup) Tangerang No 12 Tahun 2022.

“Kami langsung melibatkan personil TNI-POLRI, Dishub, Satpol PP termasuk berkolaborasi dengan stakeholder pemerintah kabupaten Tangerang untuk sama-sama melakukan pengawasan” katanya.

Dari pantauan di lokasi, pengemudi yang didapati melanggar langsung diberhentikan kemudian diberi imbauan untuk selanjutnya diarahkan kendaraan tersebut ke kantong-kantong parkir yang sudah disiapkan, menunggu sampai dengan jam operasional mereka berlaku.

“Ya, nanti dalam 10 hari hingga satu bulan kedepan kami akan petugaa gabungan akan berjaga di Pos Terpadu dalam 2 shift, yakni exit tol Benda, Kota Tangerang dan perempatan Dadap, Kabupaten Tangerang,” ujar Wahyudi.

Sementara Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho yang meninjau langsung pelaksanaan pengawasan mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan operasi yang dilakukan pemerintah daerah dalam berkolaborasi. 

Mengingat selama ini keluhan masyarakat baik secara langsung ke Walikota, Bupati dan Kapolres dan juga melalui medsos, media online, media cetak cukup tinggi, bahkan di sikapi beberapa elemen masyarakat yang melakukan unjuk rasa. 

“Saya minta seluruh stakeholder dapat bekerjasama dengan baik dan melakukannya secara persuasif dan humanis, tidak ada giat penegakan hukum dalam pelaksanaannya,” ujarnya. 

Zain menegaskan, Polres Metro Tangerang Kota menerjunkan 115 personil gabungan guna membantu mengamankan jalannya operasi pengawasan dan pengecekan jam operasional truk-truk tersebut.

“Personil kita tempatkan di dua titik pengawasan dalam Pos Terpadu yakni di exit tol Benda, Kota Tangerang, wilayah hukum Polsek Benda dan Pos terpadu perempatan Dadap, wilayah hukum Polsek Teluknaga,” pungkasnya. 

(RM – AP) 

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top