Korban Investasi Binomo Kecewa, Majelis Hakim Vonis Indra Kenz 10 Tahun Penjara

Bagikan:

AshefaNews, Tangerang – Indra Kesuna alias indra kenz di vonis hukuman 10 tahun penjara saat menjalani sidang putusan yang di gelar di Pengadilah Negeri (PN) Tangerang. Senin (14/11). 

Sebelumnya sidang kasus investasi binary option (Binimo) sempat di tunda selama dua pekan. Sidang pun di gelar secara terbuka dengan di hadiri belasan korban investasi yang datang dari berbagai daerah. 

Dalam pembacaan putusan, Majelis Hakim yang diketuai oleh Rahman Rajaguguk menyatakan bersalah atas penyebaran berita bohong melalui program investasi Aplikasi Binomo yang mengakibatkan kerugian para korban hingga puluhan Milyar Rupiah. 

Selain hukuman lebih ringan, dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Indra Kenz juga di denda lima Milyar Rupiah dan subsider 10 Bulan penjara. Hakim menimbang bahwa putusan tindak kejahatan ini terjadi, karena ke ikut sertaan korban atau trader yang ingin cepat kaya tanpa mau bekerja keras tanpa terdakwa Indra melalui berbagai media sosial. 

“Pertimbangan tersebut dinilai tindaksn yang dilakukan para korban masuk dalan tindakan kasus perjudian yang ingin mendapatkan penghasilan besar. Oleh karenanya aset tersebut disita menjadi mili negara,” papar Majelis Hakim. 

Usai persidangan berlangsung, para korban yang hadir nampak merasa kecewa dengan keputusan Majelis Hakim. Pasalnya para korban yang dianggap pemain judi. 

“Padahal terdakwa memperkenalkan para korban ini dengan trading bukan judi, jadi kami menganggap pertimbangan Majelis hakim itu salah alamat sehingga para korban kecewa dengan putusan itu,” ungkap Irsan Gusfrianto, Kuasa Hukum korban. 

Sedangkan kuasa hukum terdakwa Indra Kenz, Meski Vonis lebih ringan pihaknya akan melakukan banding dengan hasil putusan tersebut. 

“Hal yang menarik di sini adalah pendapat dari hakim pertimbangannya adalah menyebutkan para korban ini di indikasikan sebagai pelaku 303, itu hal yang sangat menarik. Tapi di sisi lain pertimbangan yang kita sampaikan pada pembelaan dikesampingkan seluruhnya. Fakta fakta persidangan yang kita sampaikan sama sekali tidak menjadi bahan pertimbangan hukum hakim. selanjutnya Dalam putusan ini kita akan mengajukan upaya hukum banding” papar Brian Praneda, Kuasa Hukum Terdakwa. 

(RM – AP) 

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top