SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Ini Kata Kementrian PPPA, Terkait Kasus Pelecehan Seksual Di Gunadarma

Bagikan:

AshefaNews, Jakarta – Aksi perundungan yang dilakukan oleh mahasiswa Gunadarma, terhadap pelaku pelecehan seksual mendapat sorotan. 

Asisten Deputi Pelayanan Perempuan Korban Kekerasan KemenPPPA, Margareth Robin Korwa mengungkapkan, tindakan yang dilakukan dengan main hakim sendiri itu tidak dibenarkan. 

“Kami pastinya sangat tidak setuju jika ada kejadian main hakim sendiri,” kata Margareth, Rabu (14/12/2022).

Menurutnya, jika ditemukan aksi pelecehan ataupun tindak kekerasan sebaiknya diserahkan langsung kepihak yang berwajib. 

“Indonesia merupakan negara hukum karenanya diimbau kepada siapapun jangan bertindak main hakim sendiri,” ucapnya.

“Ini kan negara hukum pastinya harus menghormati hukum yang ada jika memang yang bersangkutan melakukan perbuatan tindak pidana maka dilaporkan ke pihak berwajib tanpa harus main hakim sendiri sampai disuruh minum air seninya,” jelasnya.

Lebih lanjut, KemenPPA akan melakukan koordinasi dengan gunadarma untuk memastikan proses hukum terhadap korban. 

“Apakah korban sudah melaporkan kasusnya dan didampingi jika memang itu dibutuhkan,” ujar dia.

“Kalau kami dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pastinya kami akan tangani yang Perempuan nya,” pungkasnya. 

Sementara itu, Tenaga Ahli Madya KSP Erlinda mengatakan, akan mengawal kasus tersebut.

“Khususnya deputi dua dan lima dan kami juga kerjasama dengan Kemendikbud bidang perguruan tinggi bahwa bagaimana kekerasan di dalam lingkungan pendidikan itu implementasinya seperti apa,” katanya.

Saat ini,  pihaknya masih mengupayakan melakukan pendampingan psikologi terhadap korban. 

“Ini masih berproses,” ujar dia.

Diketahui, saat ini, Polda Metro Jaya khusus Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya turut membantu menyelesaikan kasus tersebut.

“Nanti kami izin Polda Metro dan kita sedang menunggu hasil kerja-kerja yang dilakukan Polres Depok,” pungkasnya.

(RM – TGH)

Scroll to Top