SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Hadapi Potensi Cuaca Ekstrim Tahun Baru, Destinasi Wisata Air di Yogyakarta Perketat Kemanan

Bagikan:

AshefaNews, Yogyakarta – Destinasi wisata air di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai memperketat keamanan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrim pada momen libur Tahun Baru 2023. Ini dilakukan untuk meminimalisir risiko terjadinya kecelakaan air. 

Salah satunya dilakukan oleh objek wisata Sungai Mudal di Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Sejak dua pekan terakhir, pengelola telah menerjunkan tim berisi 6 personil yang secara khusus mengawasi pergerakan wisatawan di titik-titik rawan kecelakaan. 

“Kami telah menyiagakan personil di beberapa titik yang rawan, meliputi bantaran, kolam atas dan kolam bawah. Jika  nanti debit air tiba-tiba meningkat karena  hujan deras, tim ini akan berkoordinasi lewat HT dan meminta pengunjung segera keluar dari air,” ujar Koordinator Pengelola Sungai Mudal, Mudi Heriyanto, kepada wartawan Jumat (30/12/2022). 

Mudi mengatakan langkah ini penting untuk memastikan keselamatan pengunjung. Dijelaskan, cuaca ekstrim bisa memicu peningkatan debit air hingga muncul air bah mendadak yang berisiko mencelakai wisatawan. 

Selain menyiapkan tim keamanan, pengelola Sungai Mudal juga akan memberlakukan sistem buka tutup pada pintu masuk objek wisata. Langkah ini ditempuh untuk membatasi jumlah kunjungan agar tidak terjadi penumpukan. 

“Kita pakai sistem kedaruratan berupa buka tutup loket wisata demi keamanan dan kenyamanan pengunjung,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito mengatakan pihaknya telah menyusun langkah-langkah mitigasi jika terjadi bencana di kawasan objek wisata akibat cuaca ekstrim. Salah satunya dengan mengandalkan Cakruk Wisata Istimewa. 

Cakruk Wisata Istimewa adalah sebutan untuk rumah jaga (gardu) yang secara khusus dikelola oleh pengelola destinasi wisata. Kehadiran Gardu yang didanai Dana Keistimewaan DIY ini jadi tempat bagi 40 pengelola wisata agar bisa saling terhubung lewat alat komunikasi. 

“Saat momen nataru besok, komunikasi antar pengelola wisata itu bakal dioptimalkan guna mengetahui kondisi setiap kawasan wisata. Jika terindikasi ada kerumunan, pengelola diwajibkan menginformasikan hal itu kepada pengelola lain, untuk selanjutnya menyetop kunjungan dan dialihkan ke destinasi wisata terdekat,” ujarnya.

(GE – JR) 

Scroll to Top