SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Citra Polri TengahTerpuruk, Polda Metro Jaya Minta Anggotanya Mawas Diri

Bagikan:

AshefaNews, Jakarta – Citra polisi pada saat ini dinilai berbanding terbalik dibanding ketika masa pandemi Covid19 sedang tinggi-tingginya. Saat pandemi, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kepolisian berada pada puncaknya, bahkan tertinggi setelah Lembaga Kepresidenan dan TNI. Hal ini karena masyarakat menilai positif kinerja kepolisian dalam mengatasi dampak Covid19.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Endra Zulpan saat memipin Apel Pagi di Polsek Kebon Jeruk Jakarta Barat, Rabu pagi  (9/11/2022). Apel tersebut merupakan perintah Kapolda Metro Jaya yang menginstruksikan seluruh Pejabat Utamanya untuk memimpin apel di Polsek jajaran Polda Metro secara serentak. Tujuannya adalah agar seluruh personil Polda Metro Jaya  benar-benar mengetahui dan melaksanaan arahan Presiden Joko Widodo saat memberi araha kepada jajaran Mabes Polri pada 14 Oktober 2022  lalu di Istana.

“Tapi bila kita lihat kondisi saat ini, pasca kasus duren tiga, kasus kekerasan , Polisi hedon, salah mengambil langkah dan bahasa yang justru memperkeruh suasana, serta lain sebagainya, Ini telah membuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri turun secara drastis,” kata Endra Zulpan.

Mengutip hasil survey Populi Center, Endra menyebut kepercayaan masyarakat kepada Polri  turun hingga mencapai point 54,4%. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari berbagai aspek, antara lain pungli sebanyak 29,7%, sewenang-wenang sebanyak 22,5%, cari-cari kesalahan sebanyak 19,2%, hidup mewah sebanyak 12,7% dan lainnya sebanyak 8,3%.

Menurut dia, hal itu harus menjadi perhatian serius bagi seluruh personil polisi  dalam penjabaran tugas dan tanggung jawab sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,  yang saat ini tengah menjadi sorotan publik. “Untuk itu, segala tingkah laku, tutur kata, dan tindakan pribadi kita, akan selalu menjadi etalase penilaian masyarakat terhadap kita.  Sehingga kita harus pandai menangkap sentiment publik. Mari ubah persepsi dan memenangkan hati serta pikiran masyarakat,” ajaknya.

Menjadi Polisi di era disrupsi informasi ini, lanjut dia, merupakan suatu tantangan tersendiri. Media sosial sudah menjadi salah satu Agen Intelijen Open Source yang mengamati sekaligus  menjadi tempat publik melaporkan serta melampiaskan ketidakpuasannya terhadap Polri.

Untuk itu Endra mengajak seluruh personil Polda Metro Jaya, khususnya jajaran Polsek Kebon Jeruk untuk mengubah diri dan berbenah agar bisa meraih kembali kepercayaan masyarakat.Dia meminta personil polisi untuk melakukan empat hal.

Pertama, mampu memberikan quick response dan excellence response kepada masyarakat. Kemudian  mengembangkan dan mengoptimalkan berbagai pelayanan Kepolisian berbasis teknologi, serta permudah masyarakat dalam mendapatkan layanan Kepolisian.

“Ketiga, Jangan ragu menangani gangguan kamtibmas dsecara responsive sesuai SOP. Dan terakhir, Jangan ada lagi Pungli, laksanakan tugas dengan ikhlas, nikmati dan syukuri menjadi Polisi, tampilkan sosok pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, serta ingat 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) dalam melayani masyarakat,” pinta Endra.

“Ditengah situasi saat ini yang tidak sepenuhnya berpihak pada Polri, kita harus terus berkomitmen, lebih mawas diri, waspada dan sensitif terhadap kondisi dan situasi. Serta jangan memunculkan permasalahan baru,” pungkasnya.

(RM – ANTO)

Scroll to Top