SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Pemerintah Salurkan Dana Pembangunan 8.316 Rumah Rusak Akibat Gempa Cianjur

Bagikan:

AshefaNews – Tahap satu pembangunan rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana gempa bumi di Cianjur sudah dimulai. Pemerintah telah mengucurkan dana untuk 8.316 unit rumah yang masuk dalam tahap satu. 

“Dana yang sudah tersalur 8.316 terdampak untuk tahap satu dan sudah masuk di rekening masing masing,” kata Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dipantau daring, Senin (12/12/2022). 

Muhadjir menyebut, ada 16.745 rumah lagi yang suda diajukan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk dana siap pakai bangunan. Jumlah unit tersebut masuk ke dalam revitalisasi tahap dua.  

Muhadjir mengatakan bahwa Kemenkeu akan segera menindaklanjuti hal itu. 

“Termasuk tambahan sesuai arahan bapak presiden yaitu target di akhir tahun 2023 untuk tahap kedua ini ya. Jadi tahap satu itu 8.316, untuk tahap kedua 16.745,” kata Muhadjir. 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto merinci rumah yang akan diperbaiki pada tahap satu sesuai tingkat kerusakannya. 

“Sejumlah 8.316 rumah itu terdiri dari rumah rusak berat 1.966 unit, rumah rusak sedang 2.543 unit, dan rumah rusak ringan 3.807 rumah,” kata Suharyanto yang hadir dalam kesempatan tersebut secara daring. 

Lebih lanjut, penambahan jumlah unit rumah yang akan diperbaiki akan dilakukan sesegera mungkin. Menyusul perubahan isi dari Surat Keputusan Kepala BNPB Nomor 85 tahun 2022 tentang Bantuan Dana Siap Pakai untuk Penanggulangan Gempa Bumi di Cianjur. 

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Indonesia mengubah dana stimulan untuk perbaikan rumah rusak akibat gempa Cianjur. Besaran dana siap pakai itu ditambahkan sesuai tingkat keparahan masing-masing bangunan. 

Rumah yang mengalami rusak berat dianggarkan semula Rp 50 juta, menjadi Rp 60 juta. 

Rumah rusak sedang semula Rp 25 juta menjadi Rp 30 juta. Sedangkan dana untuk rumah rusak ringan awalnya Rp 10 juta menjadi Rp 15 juta. 

(GE – WAH)

Scroll to Top