SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Pandemi Mereda, PAD Sektor Wisata di Kulon Progo Melesat

Bagikan:

AshefaNews, Yogyakarta – Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor wisata di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melebihi target. Hal ini ditengarai efek dari meredanya pandemi Covid-19. 

“Iya memang target kita melebihi capaian ya. Kemungkinan efek wisatawan yang sudah dibolehkan berpergian pasca pandemi,” ungkap Sekretaris Dinas Pariwisata Kulon Progo, Trusta Hendraswara  kepada wartawan, Selasa (3/1/2023).

Trusta mengatakan pihaknya telah menargetkan PAD Kulon Progo pada 2022 sejumlah Rp5,129 miliar, tepatnya Rp5.129.158.600. Adapun hingga penghujung tahun, nominal yang diperoleh menembus Rp5,131 miliar atau Rp 5.131.499.000. 

“Artinya kita melebihi target ya. Kelebihannya sebesar Rp2,3 juta, jika diprosetase maka total PAD sekarang 100,05 persen,” jelasnya. 

Trusta menerangkan capaian ini berasal dari retribusi wisatawan yang datang ke seluruh destinasi wisata di bawah pengelolaan pemerintahan. Tercatat, total jumlah wisatawan yang masuk di Kulon Progo selama 2022 mencapai 1,1 juta orang. 

“Total wisatawan kita selama 2022 sebanyak 1.166.470 orang. Mereka tersebar di seluruh destinasi. Paling banyak adalah Pantai Glagah, yang berdasarkan nominal pendapatan mencapai Rp3 miliar,” jelasnya.

Disinggung soal target PAD sektor wisata tahun ini, Trusta menyebut ada di kisaran Rp5,2 miliar, tepatnya Rp5.204.527.660. Namun target ini bisa berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi di lapangan. Apabila iklim wisata membaik, terlebih setelah pemerintah mencabut kebijakan PPKM, dimungkinkan target bisa ditinggikan. 

“Target PAD kemungkinan bisa berubah seiring pencabutan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) oleh pemerintah. Dan untuk mencapai target tersebut, berbagai even dan atraksi wisata budaya digelar di sejumlah obwis,” ucapnya.

(RM – JR)

Scroll to Top