Maskapai Pastikan, Pengoperasian dan Perawatan Pesawat Lion Secara Komprehensif

Bagikan:

AshefaNews – Maskapai Lion Air memastikan pengoperasian pesawat dengan kode penerbangan JT, Boeing 737-800NG, Boeing 737-900ER, Airbus 330-300CEO dan Airbus 330-900NEO telah memenuhi faktor keselamatan serta memberikan keamanan dan kenyamanan (safety first). 

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan rangkaian pekerjaan perawatan yang komprehensif selalu dilakukan guna mewujudkan operasional penerbangan yang normal dan lancar.

“Kami memastikan setiap pesawat dalam kondisi prima dan aman dioperasikan serta dilaksanakan juga persiapan penerbangan secara tepat crew,” ujarnya. 

Lanjut Danang, bahwa pengecekan detil seluruh komponen pesawat secara rutin selalu dilakukan sebelum penerbangan diwaktu awal atau ketika pesawat transit selama rotasi pesawat berjalan. 

“Pemeliharaan maskapai kami, dengan menggunakan daftar pekerjaan yang jelas dan selalu melaksanakan perbaikan yang dibutuhkan guna mempertahankan kinerja pesawat udara tetap optimal,” ungkapnya. 

Perawatan pesawat udara, Danang menjelaskan bahwa dilaksanakan di pusat pesawat Lion Air Group, Batam Aero Technic (BAT) yang berada di Batam, serta di bandar udara sesuai rotasi pergerakan pesawat Lion.

“Batam Aero Technic sudah mendapatkan sertifikasi standar keselamatan dan keamanan dari Kementerian Perhubungan, Lembaga Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat, Departemen Aviasi Sipil Malaysia dan Thailand,” jelasnya. 

Dalam fase pemeliharaan pesawat, mencakup pengecekan dan pemeliharaan komponen pesawat dan perawatan kinerja secara komprehensif dari seluruh komponen, yaitu pada mesin, perangkat tambahan daya, navigasi, peralatan komunikasi, fasilitas pesawat dan lainnya.

Selanjutnya, Danang mengungkapkan sterilisasi pesawat dengan pengecekan dan penggantian sistem sirkulasi udara pada kabin, termasuk HEPA (High Efficiency Particulate Air) filter yang digunakan sebagai alat penyaring sirkulasi udara di dalam pesawat.

“Diantaranya disinfection, disinsection, fummigasi dan deepcleaning. Menyediakan dan melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman sesuai prosedur yang berlaku. Area ruang kokpit, toilet, dapur, kompartemen bagasi, meja lipat pada kursi, sandaran kursi, penutup kursi bagian kepala, penutup jendela dan dinding kabin, karpet dan ruang kargo di bagian bawah kabin,” katanya. 

Tak hanya itu, pengecekan juga dilakukan terhadap pesawat cadangan sesuai ketentuan dari pembuat pesawat yang disebut sebagai prolong inspection. Ditambah dengan kebersihan pesawat dan peralatan pendukung lainnya. 

“Dilakukan secara berkala dengan metode Aircraft Exterior and Interior Cleaning (AEIC), seperti pencucian dan membersihkan badan pesawat,” paparnya. 

Apabila terdapat temuan yang menyebabkan sistem dan kinerja pada komponen tertentu dari pesawat tidak dapat bekerja secara optimal, maka akan dilakukan proses pengecekan dan perbaikan lebih lanjut sebelum pesawat bisa diterbangkan, sehingga pesawat dalam kondisi aman dioperasikan.

“Lion Air sendiri menjalankan program pelatihan wajib bagi seluruh teknisi yang salah satunya menggunakan pembelajaran berbasis elektronik, antara lain fokus pada safety management system, faktor utama pada diri dalam bekerja serta penguatan dan penyegaran kembali SOP yang berlaku,” pungkasnya.

(RM – AP) 

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top