SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Kemenag Susun Pedoman Peliputan Konflik Agama, Ajak Media Perkuat Toleransi

Bagikan:

AshefaNews Kementerian Agama (Kemenag) RI menyusun pedoman atau tata cara peliputan media untuk peristiwa atau isu yang terkait dengan konflik keagamaan. 

Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo menjelaskan, hal ini dilakukan untuk memperkuat toleransi dan moderasi beragama di Indonesia.

“Peliputan konflik keagamaan tidak mudah karena ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi jurnalis. Oleh karena itu, Kementerian Agama mencoba menyusun modul ini,” ujar Wibowo dalam keterangannya, dikutip Senin (12/12/2022). 

Dengan adanya pedoman tersebut, kata Wibowo, para awak media diharapkan memiliki keberpihakan, dan juga semangat untuk memperkuat toleransi dan moderasi beragama di Tanah Air.

“Ini sekaligus menjadi sumbangsih Kemenag membantu Dewan Pers untuk memberikan panduan bagi media dalam meliput konflik keagamaan,” kata Wibowo.

Dalam penerapannya, modul pedoman itu dapat dipakai menjadi acuan guna meminimalkan potensi kesalahan dalam peliputan konflik keagamaan.

“Modul ini tentunya belum sempurna. Oleh karena itu, kami berharap rekan-rekan media dapat memberikan sumbang saran untuk menyempurnakannya,” ungkap Wibowo. 

Sementara itu, Anggota Dewan Pers Atmaji Sapto Anggoro menjelaskan bahwa peliputan masalah konflik keagamaan menguji bagaimana wartawan bersikap dan menjaga independensinya.

Sehingga adanya pedoman tersebut tentunya menjadi angin segar bagi insan media dalam menghasilkan karya jurnalistik dalam peliputan konflik keagamaan. 

“Peliputan masalah ini (konflik keagamaan) sangat menguji bagaimana kita harus bersikap, menguji independensi kita. Kami berterima kasih Kemenag telah menyusun panduan ini,” ujar Sapto.

(RM – WAH) 

Scroll to Top