SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Imigrasi Soekarno-Hatta, Gagalkan Keberangkatan Puluhan PMI Ilegal ke Timur Tengah

Bagikan:

AshefaNews, Tangerang – Sebanyak 63 Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non prosedural atau Ilegal dilakukan pencegahan oleh petugas Imigrasi Kelas I TPI Khusus Soekarno Hatta, saat hendak berangkat menggunakan trasportasi udara dengan maskpai Oman Air dengan tujuan Riyadh dan Dubai via Muscat. Kamis (15/12). 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Muhammad Tito Andrianto, 

mengatakan bahwa penundaan keberangkatan 63 PMI yang diduga akan bekerja secara non prosedural adalah bentuk pengawasan melalui operasi gabungan antara Imigrasi, Kementerian Tenaga Kerja serta Polres Bandara Soekarno-Hatta.

“Bahwa 63 PMI non prosedural tersebut menggunakan visa turis, dan ziarah namun berdasarkan hasil wawancara mereka justru mengaku ingin berangkat ke Timur Tengah untuk bekerja,” ujarnya. 

Penundaan keberangkatan terhadap sejumlah WNI yang diduga PMI Non Prosedural, menurut Tito itu merupakan bentuk pengawasan Keimigrasian sejalan dengan Surat Edaran Nomor IMI.2.GR.01.01-4.5890 Tahun 2021 tentang pemberian dokumen perjalanan Republik Indonesia dan Keluar Wilayah Negara Republik Indonesia bagi WNI yang Akan Bekerja di Luar Negeri Sesuai Kebijakan Negara Tujuan Penempatan. 

“Petugas Imigrasi di Tempat Pemeriksaan Imigrasi memiliki wewenang untuk memeriksa Dokumen Perjalanan Republik Indonesia, melakukan wawancara, pemindaian paspor, dan memeriksa apakah penumpang yang akan keluar wilayah Indonesia masuk ke dalam daftar cegah,” ungkap Tito.

 Tito menambahkan, jika tidak ditemukan permasalahan dalam pemeriksaan Keimigrasian maka petugas dapat memberikan tanda keluar, hal ini telah sesuai dengan Permenkumham Nomor 44 Tahun 2015 tentang Tata Pemeriksaan Masuk dan Keluar Wilayah Indonesia di Tempat Pemeriksaan Imigrasi. Fenomena PMI Non Prosedural merupakan sebuah isu yang memerlukan penanganan lintas sektoral. 

“Diharapkan ke depan Imigrasi Soekarno-Hatta dapat terus memperkuat koordinasi bersama sektor terkait untuk memperkuat pencegahan keberangkatan calon penumpang yang diduga PMI Non Prosedural. Saat ini mereka (PMI) tersebut dibawa ke asrama,” bebernya. 

(RM – AP) 

Scroll to Top