Tugas Seorang Ibu di Dalam Islam

Bagikan:

AshefaNews – Tugas seorang ibu yang masyhur di masyarakat ialah mengurus semua pekerjaan rumah. Namun Imam Nawawi berkesimpulan dalam kitab Majmu’ Syarah al-Mahadzadzah dan kitab yang lain menyebutkan bahwa pekerjaan rumah tangga bukanlah tugas sang istri, akan tetapi itu adalah kewajiban seorang suami. Jika istri menolak untuk mengerjakan pekerjaan rumah maka tidak berdosa. 

Istri atau seorang ibu diperbolehkan untuk bekerja (mengerjakan pekerjaan rumah) setelah seorang istri mendapatkan izin dari sang suami. Dalam agama Islam, peranan seorang ibu bukanlah pekerjaan yang rendah, melainkan pekerjaan yang amat mulia. Apabila suami berkewajiban mencari nafkah untuk keluarga, maka tugas ibu rumah tangga ialah mendidik anak-anaknya, memberikan kasih sayang kepada anak, mendampingi suami dan melayani suami.  

Menjadi tugas seorang ibu pula dalam hal mengatur keuangan keluarga, mengurus urusan rumah tangga dan menjaga kesucian diri untuk suaminya.   

Maka, tugas-tugas seorang istri atau seorang ibu adalah sebagai berikut.  

Tugas Seorang Ibu: Pertama, Melayani Suami dan Menemani Suami

Dalam hal ini peranan seorang istri tak kalah penting. Sebab, seorang istri bisa menjadi teman bertukar pikiran bersama suami atau menjadi penasihat untuk keluarganya.  

Sebagaimana di dalam firman Allah Swt yang berbunyi,

وَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ مِنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُولٰۤىِٕكَ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُوْنَ نَقِيْرًا.  

(Wa may ya’mal minaṣ-ṣāliḥāti min żakarin au unṡā wa huwa muminun fa ulāika yadkhulụnal-jannata wa lā yuẓlamụna naqīrā).  

Artinya: “Dan barang siapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.” (QS An-Nisa: 124)

Adapun kewajiban istri yang terhadap suami yang wajib dipenuhi. Istri diwajibkan menaati perintah suami, namun tak semua perintah harus benar-benar ditaati. Contohnya, seperti saat sang suami memerintahkan sesuatu yang sudah pasti dilarang oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.  

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada ketaatan dalam perkara maksiat yang ma’ruf (kebaikan).” (HR. Bukhari dan Muslim)  

Hendaknya seorang istri taat pada suami saat sang suami meminta istrinya untuk mengerjakan salat, menutup aurat, dan lain sebagainya. Istri pun wajib meminta izin terlebih dahulu kepada sang suami saat ingin bepergian.  

Allah berfirman:   

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ ۗ فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ ۗوَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ ۚ فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا.  

Artinya: “Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Maha Tinggi, Mahabesar.” (Q.S. An-Nisa; 34)  

Tugas Seorang Ibu: Kedua, Seorang Ibu Mengandung

Sudah menjadi tugas seorang Istri untuk mengandung, yang dimulai dari konsepsi (bertemunya sel telur dan sel sperma) sampai lahirnya janin. 

Menjaga anak dalam kandungan bisa dengan cara mengatur pola makan yang baik dan sehat, kenalilah tips gaya hidup sehat untuk ibu hamil. Saat mengandung, seorang perempuan dapat mengonsumsi makanan bervitamin dan mineral untuk memberikan nutrisi yang sehat oleh janin. 

Tugas Seorang Ibu: Ketiga, Seorang Ibu Melahirkan

Tugas seorang ibu selanjutnya adalah melahirkan sang buah hati. Orang tua diberikan amanah oleh Allah SWT untuk menjaga, mendidik, dan merawat anak yang dititipkan oleh yang mahakuasa. 

Bagi umat Islam, kelahiran adalah suatu kebahagiaan atau anugerah yang diberikan oleh Allah SWT. Persiapan melahirkan pun bisa dengan mengamalkan doa-doa selama kehamilan sampai persalinan agar dipermudahkan oleh Allah SWT, ber senantiasalah kita untuk selalu beristigfar dan juga mengikuti saran dari dokter.  

Tugas Seorang Ibu: Keempat, Seorang Ibu Menyusui

Tugas yang wajib dilakukan oleh seorang ibu selanjutnya ialah menyusui. Dalam Islam, ibu menyusui dijelaskan di dalam Alquran dan Hadist menjelaskan jikalau seorang ibu harus menyusui anaknya selama dua tahun penuh jika ingin menyusui secara sempurna.  

Ibu yang menyusui mendapatkan pahala yang sangat besar. Mereka juga akan dijauhkan dari siksa api neraka. Sebelum menyusui anak, seorang ibu perlu membaca Basmalah karena itu salah satu adab.  

Dalam surah al-Baqarah ayat 233, Allah SWT bersabda, “Dan bagi para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya dan waris pun berkewajiban demikian.  

Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”  

Memberi ASI bagi sang buah hati membawa pahala bagi ibu. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ketika seorang wanita menyusui anaknya, Allah membalas setiap isapan air susu yang diisap anak dengan pahala memerdekakan seorang budak dari keturunan Nabi Ismail dan manakala wanita itu selesai menyusui anaknya, malaikat pun meletakkan tangannya ke atas sisi wanita itu seraya berkata, ‘Mulailah hidup dari baru karena Allah telah mengampuni semua dosa-dosamu.’ 

Tugas Seorang Ibu: Kelima, Mendidik Anak-Anaknya

 Seorang ibu adalah madrasah bagi anak-anaknya. Karakter seorang anak tidak jauh dari peran serta ibu yang mendidik anak-anaknya. Seorang ibu hendaknya mampu menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya. Memberikan kasih sayang pada anak dan juga suami menjadikan keluarga (rumah tangga) harmonis.  

Di samping itu, seorang ibu adalah guru pertama bagi anak-anaknya. Karena ibu adalah orang terdekat pertama bagi seorang anak, mendidik anak-anaknya agar tumbuh menjadi sosok yang pintar dan juga cerdas di masa depan.  

Menjaga seorang anak tidaklah dari anak balita, melainkan saat ia masih di dalam kandungan. Mendidik sopan santun kepada anak adalah suatu hal penting agar anak berakhlak mulia. 

Allah berfirman dalam Alquran surah An-Nisa ayat 9 yang berbunyi:  

وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا.

Artinya, “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” 

Wallahu A’lam bishowab. 

(GE – DIN)

Scroll to Top