Faktor Eksternal Perusak Iman

Bagikan:

AshefaNews – Apa saja Faktor Eksternal Perusak Iman? Disamping faktor internal yang berasal dari dalam diri manusia sendiri (telah dijelaskan di artikel sebelumnya), ada juga beberapa faktor eksternal yang berasal dari luar diri seseorang yang bisa merusak keimanan. Berikut akan disebutkan hal-hal yang merupakan faktor eksternal yang bisa merusak iman.

Faktor Pertama: Godaan Setan

Musuh yang paling dahsyat bahayanya  dan keras permusuhannya kepada manusia ialah setan. Allah Ta’ala berfirman:

Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu. Jadikanlah dia musuhmu, karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.“  (QS. Fathir: 6)

Allah Ta’ala memperingatkan keras tentang bahaya godan setan. Allah Ta’ala berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar.“ (QS. An-Nur: 21)

Faktor Kedua: Dunia dengan Berbagai Bentuk Fitnahnya

Ini juga merupakan faktor berbahaya yang bisa mengurangi iman seseorang. Apalagi jika dunia menjadi tujuan/ cita-cita utama seorang hamba. Allah Ta’ala dalam Quran surah Al Hadid: 20 memperingatkan kita dari fitnah ini dengan peringatan yang sangat keras:

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan, suatu yang melalaikan, perhiasan, bermegah-megah antara kamu, serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Di dalam Al-Qur’an, ayat-ayat seperti diatas cukup banyak jumlahnya.

Ada dua perkara yang dapat membantu seorang hamba untuk bersikap zuhud (meninggalkan dunia sehingga dirinya hanya akan mencari apa yang ada di sisi Allah dan negeri akhirat):

Pertama, merenungi bagaimana singkatnya kehidupan di dunia, yang bisa lenyap dalam sekejap dan tidak akan kekal. Cepat atau lambat setiap manusia pasti akan berpisah dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia.

Kedua, memperhatikan akhirat, yang akan datang dalam waktu dekat. Inilah tempat tinggal yang sesungguhnya, yang lebih kekal daripada dunia.

Jika seorang hamba benar-benar memperhatikan dan merenungi dua hal di atas, maka dia akan berhati-hati dengan berbagi fitnah yang ada di dunia dan lebih mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat.

Faktor Ketiga: Teman yang Buruk

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu memperingatkan bahayanya teman dekat yang buruk dan rusak. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, shahih)

Maka dari itu, hendaknya seorang mukmin lebih selektif memilih teman yang dapat membuahkan kebaikan dan memberikan manfaatan untuk agamanya. Bergaul dengan orang fasik dan orang yang gemar berbuat jelek akan menyebabkan berkurang dan lemahnya iman seseorang, bahkan bisa merusak dan membatalkan keimanan.

(GE – HFD)

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top