SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

8 Perkara yang Merusak Hati Seorang Mukmin

Bagikan:

AshefaNews – Kali ini kita akan mencari tahu 8 Perkara yang Merusak Hati Seorang Mukmin. Yuk pelajari, apa saja faktor penyebabnya!

Hati merupakan inti dari diri seseorang. Sebab apabila hati rusak maka rusak pula seluruh tubuhnya serta amal perbuatannya. Sebagai seorang muslim kita harus memiliki perhatian lebih terhadap kondisi hati kita. Sebab banyak penyakit hati yang mampu merusaknya. Berikut ini 8 hal yang mampu merusak hati yang pelru kita sadari: 

1. Berilmu Tapi Tidak Mengamalkannya

Ketika seorang yang berilmu tidak mengamalkan ilmunya, maka ia sedang menyia-nyiakan usia dan juga ilmunya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ. كَبُرَ مَقْتًا عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُوا۟ مَا لَا تَفْعَلُونَ

 Yā ayyuhallażīna āmanụ lima taqụlụna mā lā taf’alụn. Kabura maqtan ‘indallāhi an taqụlụ mā lā taf’alụn.

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”

2. Tinggi Angan-Angan Kosong

Angan-angan kosong hanya akan membuat seseorang menjadi berjiwa kerdil dan rendah. Sebab pada akhirnya masing-masing sesuai dengan yang diangankannya. 

Ada yang berangan-angan ingin menjadi orang kaya, sultan, ingin keliling dunia, atau materi lainnya. Hal inilah yang pada akhirnya akan merusak hati manusia.

Sedangkan orang yang memiliki cita-cita tinggi dan mulia, maka cita-citanya adalah seputar ilmu, iman dan amal shalih yang mendekatkan dirinya kepada Allah. Dan ini merupakan cita-cita terpuji. 

”Barangsiapa obsesinya akhirat maka Allah akan mengumpulkan urusannya yang terserak, menjadikannya kecukupannya dalam hati dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk. Barangsiapa obsesinya adalah dunia maka Allah akan mencerai beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di depan matanya dan ia hanya akan mendapatkan dunia apa yang telah ditentukan oleh Allah untuknya” (HR. Ibnu Majah no.6392).

3. Berharap kepada Selain Allah

Syeikh Muhammad bin Husain bin Hamdan berkata, bahwa ia membaca dalam suatu kitab, bahwasannya Allah SWT telah berfirman, “Demi kemuliaan-Ku dan kebesaran-Ku, dan kemurahan-Ku dan ketinggian kedudukan-Ku, di atas Arsy. Aku mematahkan harapan orang yang mengharap kepada selain-Ku dengan kekecewaan, dan akan Aku singkirkan ia dari dekat-Ku, dan Aku putuskan dari hubungan-Ku…”

4. Makanan yang Tidak Halal dan Thoyyib

Makanan yang merusak hati ada dua macam yakni karena materinya dan makanan yang dikonsumsi karena melampaui takarannya.

Makanan yang merusak hati karena materinya terbagi menjadi dua macam, yaitu yang diharamkan karena hak Allah SWT seperti bangkai, darah, anjing, dan yang telah ditetapkan. Adapula yang diharamkan karena bukan haknya, seperti barang curian, rampasan dan segala sesuatu yang diambil tanpa keridhoan pemiliknya.

وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ ٱلْخَبَٰٓئِثَ

Wa yuḥillu lahumuṭ-ṭayyibāti wa yuḥarrimu ‘alaihimul-khabā`iṡ

“Dan (Allah) yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka.”

Sedangkan makanan yang merusak hati karena melampaui takarannya bisa jadi makanan halal namun dikonsumsi berlebihan, maka ini tidak dianjurkan. 

Sebagaimana dalam firman Allah ta’ala:

وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ 

Wa kulụ wasyrabụ wa lā tusrifụ

“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan.”

5. Terlalu Banyak Tidur

Disadur dari Mufsidaatul Qalbi Al-Khamsah, Min Kalami Ibni Qayyim Al-Jauziyyah, jika banyak tidur bisa mematikan hati, membuat penat badan, mengahbiskan waktu serta membuat lupa dan menimbulkan rasa malas. Tidur yang sangat dibenci ialah yang berbahaya dan sama sekali tidak bermanfaat, seperti tidur yang berlebihan. Sedangkan tidur yang bermanfaat adalah tidur yang cukup  dan sangat dibutuhkan.

Secara umum tidur yang tepat dan bermanfaat ialah tidur pada pertengahan pertama di malam hari, pada seperenam bagian akhir malam, atau jika ditotalkan sekitar delapan jam. Apabila lebih atau kurang darinya, maka akan berpengaruh pada kebiasaan baiknya serta merupakan tidur yang baik menurut para dokter.

6. Terlalu Banyak Tertawa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَلَا تُكْثِرِ الضَّحِكَ، فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ القَلْبَ

“Dan janganlah terlalu banyak tertawa. Sesungguhnya terlalu banyak tertawa dapat mematikan hati.” [HR. Tirmidzi 2/50, Dishahihkan Syaikh Al-Albani]

Al-Mawardi rahimahullah pernah berkata,

وَأَمَّا الضَّحِكُ فَإِنَّ اعْتِيَادَهُ شَاغِلٌ عَنْ النَّظَرِ فِي الْأُمُورِ الْمُهِمَّةِ ، مُذْهِلٌ عَنْ الْفِكْرِ فِي النَّوَائِبِ الْمُلِمَّةِ. وَلَيْسَ لِمَنْ أَكْثَرَ مِنْهُ هَيْبَةٌ وَلَا وَقَارٌ، وَلَا لِمَنْ وُصِمَ بِهِ خَطَرٌ وَلَا مِقْدَارٌ

“Adapun tertawa, apabila seseorang membiasakannya dan terlalu banyak tertawa, maka hal itu akan melalaikan dan melupakannya dari melihat hal-hal yang penting. Dan orang yang banyak melakukannya, tidak akan memiliki wibawa dan kehormatan. Dan orang yang terkenal dengan hal itu tidak akan memiliki kedudukan dan martabat.”[Adabud-Dunya wad-Din hal.313]

7. Meremehkan Dosa Kecil

كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

Kallā bal rāna ‘alā qulụbihim mā kānụ yaksibụn

Artinya: “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.”

Dalam Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir, karya Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah, jika pada ayat ini merupakan peringatan dan bantahan bagi orang yang banyak berdosa itu dari perkataan batilnya dan pendustaannya terhadap al-Qur’an. 

Kemaksiatan dan dosa mereka sangat banyak sehingga meliputi hati mereka. Dan itulah yang menutupi hati mereka itu.

Dari Abu Hurairah, dari Nabi, beliau bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba jika melakukan suatu dosa maka akan diberikan titik hitam di hatinya, dan jika ia bertaubat, meninggalkan dosa itu, dan memohon ampun maka hatinya akan dibersihkan kembali. Namun jika ia kembali melakukan dosa itu maka titik hitamnya akan bertambah hingga menutupi hatinya. Dan itulah ‘Raan’ yang disebutkan Allah dalam al-Qur’an.” (HR Tirmidzi)

8. Tidak Memfilter Pergaulan

Teman merupakan orang-orang yang sering berinteraksi dengan kita, maka lambat laun ia akan mempengaruhi dan mewarnai pemikiran, cara mengambil keputusan bahkan sampai pada kebiasaan.

Diakhirat kelak, manusia akan menyesal karena selama di dunia mereka tidak memfilter pertemanannya serta tidak mampu membentengi diri dari pengaruh buruk teman-temannya.

وَيَوْمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَٰلَيْتَنِى ٱتَّخَذْتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلً. يَٰوَيْلَتَىٰ لَيْتَنِى لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا. لَّقَدْ أَضَلَّنِى عَنِ ٱلذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَآءَنِى ۗ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِلْإِنسَٰنِ خَذُولًا

Wa yauma ya’aḍḍuẓ-ẓālimu ‘alā yadaihi yaqụlu yā laitanittakhażtu ma’ar-rasụli sabīlā. Yā wailatā laitanī lam attakhiż fulānan khalīlā. Laqad aḍallanī ‘aniż-żikri ba’da iż jā`anī, wa kānasy-syaiṭānu lil-insāni khażụlā.

Artinya: “Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku).  Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.”

Begitupun dengan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam:

مَثَلُ الْـجَلِيْسِ الصَّالـِحِ وَالسُّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيْرِ. فَحَامِلُ الْـمِسْكِ إِمَّا أَنْ يَحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيْرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيْحًا خَبِيْثَةً

“Permisalan teman duduk yang baik dan teman duduk yang jelek seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. (Duduk dengan) penjual minyak wangi bisa jadi ia akan memberimu minyak wanginya, bisa jadi engkau membeli darinya dan bisa jadi engkau akan dapati darinya aroma yang wangi. Sementara (duduk dengan) pandai besi, bisa jadi ia akan membakar pakaianmu dan bisa jadi engkau dapati darinya bau yang tak sedap.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Itulah 8 perkara yang mampu merusak hati. Semoga Allah SWT senantiasa menuntun kita dalam jalannya yang lurus.

(GE – DIN)

Scroll to Top