Polisi Jadwalkan Anak Petinggi Polri Lakukan Pemeriksaan Soal Dugaan Pemukulan di PTIK

Bagikan:

AshefaNews, Jakarta – Polres Metro Jakarta Selatan menjadwalkan anak petinggi polri, RC untuk dilakukan pemeriksaan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kebenaran dari kasus tersebut.

“Kita jadwal minggu depan, hari, tanggal ditentukan oleh penyedik. Nanti infokan,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi kepada wartawan, Jumat (18/11/2022).

Nurma juga mengungkapkan hingga saat ini ada lima saksi yang dilakukan pemeriksaan soal dugaan pemukulan tersebut.

“Saksi-saksi sudah kita periksa, kemudian semua nanti kita kumpulkan. Sudah ada 5 org, saksi korban, ibunda korban, pelatih, assisten pelatih, satu lagi kaka korban,” katanya.

Sebagai informasi, aksi dugaan pemukulan yang dilakukan anak petinggi polri Kaltara RC terhadap temannya, MFB terjadi saat mengikuti bimbel di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (12/11/2022)

Ibu korban, Yusnawati mengatakan kejadian itu terjadi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Sabtu, 12 November.

Adapun laporannya telah teregister dengan nomor LP/3596/XI/2022/RJS, Sabtu 12 November 2022. Selain itu pihaknya juga telah menyerahkan bukti hasil visum terhadap korban.

Kejadian itu bermula saat anaknnya pulang latihan jasmani. Kala itu anaknya kembali ke rumah dengan wajah babak belur.

“Saya sampai histeris lihat muka dia sudah babak belur. Saya tanya, dia bilang habis dipukul karena salah pengertian. “Dia (pelaku) saya yang ambil topi dia. Padahal topi itu dipakai semua temen atau beberapa teman di camp (Cinere),” kata Yusna saat dikonfirmasi Rabu, 16 November.

“Saya bilang “kok cuma kamu yang dipukul. Dia hanya jawab “tidak tahu,” sambungnya.

Yusna menuturkan anaknya mengalami beberapa luka di bagian wajah, kepala hingga ulu hatinya. Karena telah dipukul dan ditendang oleh pelaku.

“Kalau luka di muka sudah mengering, kepalanya juga digebukin. Jadi dia merasa sakit kepala dan pusing gitu. Kan tanya, ditonjok atau ditendang itu bagian ulu hatinya. Dia juga selalu ketakutan karena diancam mau dihabisin,” ucapnya.

“Jadi waktu saya bikin laporan dia engga mau, katanya gak usah. Akan tetap kalah,” tutupnya.

(RM – TGH)

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top