Pelaku Pembunuhan Sopir Angkot di Tangerang, Jalani 24 Adegan Rekontruksi

Bagikan:

AshefaNews, Kota Tangerang – Pelaku pembunuhan sopir angkutan kota (Angkot) yang dilakukan sesama sopir jurusan Serpong – Pasar Anyar R 03 menjalani reka adegan (Rekontruksi), pada Senin (07/11) di lokasi kejadian, Kawasan Cikokol, Kota Tangerang. 

Sebanyak 24 adegan diperagakan dalam rekontruksi kasus pembunuhan sopir angkot, yang dilakukan oleh pelaku berinisial H (36) yang di gelar Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota. 

Korban D alias O (35) ditemukan tewas di lokasi kejadian dengan 6 luka tusukan senjata tajam jenis pisau, yang sudah disiapkan pelaku lantaran terus di cari-cari korban selama 3 hari lamanya.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Zain Dwi Nugroho mengatakan, kasus pembunuhan diawali dengan cek-cok mulut yang dilatarbelakangi saling berebutan penumpang. Korban yang merasa jengkel terhadap pelaku hingga terus berupaya mencari pelaku untuk diajaknya berduel. 

“Saat itu korban dan pelaku bertemu di taman prestasi, lalu mengajak pelaku naik ke mobil angkot yang dibawanya untuk berduel di kawasan Cikokol, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang,” terangnya. 

Lanjut Zain, bahwa sesampainya di lokasi kejadian korban pun mengambil sebatang kayu yang ditemukan di semak-semak dan melakukan pemukulan terhadap tersangka sebanyak tiga kali di bagian paha pelaku.

“Pelaku dengan kondisi terdesak langsung mengeluarkan sebilah pisau dapur yang sudah dipersiapkannya, kemudian melakukan penusukkan ke bagian perut korban sebanyak satu kali hingga korban tersungkur,” katanya. 

Pelaku selanjutnya melakukan penusukan kembali sebanyak 5 kali, saat itu, posisi pelaku berada di atas tubuh korban yang terluka karena tusukan senjata tajam. 

“Pada adegan selanjutnya, korban terjatuh dan menangkis pisau pelaku hingga terlepas namun keduanya masih melanjutkan percekcokan.

Saat itulah korban terjatuh dia berkata kepada pelaku, bahwa dirinya sudah menyerah lantaran sudah mengeluarkan banyak darah,” papar Zain. 

Zain menambahkan, saat itu pelaku mengatakan kepada korban untuk tetap menunggu di lokasi, lalu menuju ke mobil korban untuk mencari pertolongan. akan tetapi, korban malah meneriaki pelaku maling karena panik pelaku kabur hingga buron selama 3 pekan ke wilayah Lampung, Sumatera Selatan.

“Selama 3 minggu dan menjadi Daftar pencarian orang (DPO), pelaku ditangkap di daerah Lampung Timur pada tanggal 1 November 2022. Pelaku kita dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya. 

(RM – AP)

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top