SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

pengertian dari manajemen keuangan

Bagikan:

AshefaNews – Berdasarkan definisi dari manajemen keuangan, maka manajemen keuangan adalah pengaturan dan Pengelolaan Keuangan yang dilakukan oleh para organisasi untuk mempertahankan hasil kerja dan meningkatkan efisiensi proyek. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai macam prosedur, sistem informasi, peralatan, dan metode operasional.

Artikel ini akan memberi Anda ikhtisar singkat tentang apa yang diperlukan dalam pengelolaan keuangan dan beberapa metode berbeda yang dapat digunakan untuk mencapai hal ini.

Pengertian Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan adalah suatu teknik yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan berbagai keputusan pengelolaan sumber daya dan biaya pelaku usaha. Teknik ini dilakukan agar kepentingan investor, pelaku usaha, dan aktor lainnya terkendali dan terjamin.

Manajemen Keuangan meliputi berbagai aspek seperti:

  1. Perencanaan: Dalam memperluas jangka waktu usaha maupun mengurangi biaya produksi, perancangan diarahkan pada tujuan tertentu. Pengembangan strategi bisnis merupakan salah satu bentuk perancangan yang sangat penting dalam manajemen keuangan.
  2. Pemecahan Permasalahan: Dalam melaksanakannya, manajemen harus bisa menghitung resiko serta kerapatan prosesnya untuk membangun kondisi yang mendukung pertumbuhan ekonomi; identifikasi masalah dan cara penyelesaiannya; dan pengendalian risiko operasional.
  3. Penggunaan Modal: Dalam membuat keputusan, manajemen harus mengetahui pengaruhnya modal terhadap keputusannya.
  4. Pengelolaan Dana: Memiliki informasi seperti ini sangat penting dalam mengelola Dana secara professional dan efisien.
  5. Pembiayaan: Ketersediaan sumberdaya dan biaya pelaku usaha diperlukan untuk melaksanakan proses bisnis dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
  6. Pengelolaan Sumber Daya Manusia: Dalam melakukan pengelolaan sumber daya manusia, manajemen membutuhkan rencana berupa perhitungan risiko dan reward yang tepat.
  7. Pengendalian Efisiensi: Dalam mengelola sumber daya, manajemen harus mengoptimalkan biaya dan produk yang dihasilkan.
  8. Penilaian dan Pembangunan: Dalam mencapai ketersediaan sumber daya, manajemen harus membangun kemampuan terhadap penilaian dan pengembangan.
  9. Penilaian dan Pembangunan Bisnis: Mengelola proses bisnis secara efisien dan berkelanjutan sangatlah penting dalam manajemen keuangan.
  10. Pengawasan dan Pengendalian: Memiliki pengawasan dan pengendalian yang efisien dapat menjamin keselamatan sumber daya dan akibatnya.

Manajemen Keuangan adalah suatu teknik yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan berbagai keputusan pengelolaan sumber daya dan biaya pelaku usaha. Teknik ini dilakukan agar kepentingan investor, pelaku usaha, dan aktor lainnya terkendali dan terjamin.

Tujuan Manajemen Keuangan

1. Mengapa memerlukan manajemen keuangan?

Manajemen adalah proses yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk menentukan cara atau tujuan penggunaan dana, membuat rencana akhir, menjamin tercapainya tujuan itu serta menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat operasional dalam organisasi dengan baik secara harmonis dan efektif maka diharapkan akan dibantu oleh organisasi tersebut dalam memberikan produk atau service tertentu sehingga memenuhinya dengan nilai yang tinggi sesuai dengan hasil impresi yang diperoleh oleh pemegang saham/usaha tersebut iaitu berarti manajemen merupakan bagian dari tata karya organisasi.

2. Tujuan manajemen keuangan

Mana adalah bahan utama dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Tujuan manajemen keuangan adalah untuk memastikan bahwa penggunaan uang dan modal di sekelompok aspek berhubungan erat serta terintegrasi secara efektif sehingga produktivitas, nilai terendah, dan laba permintaan tetap stabil pada pasar atau mempertahankan harga saham yang rendah dan terjamin daya hidup seluruh anggota perusahaan.

3. Jenis-jenis manajemen keuangan

Manajemen keuangan dapat berupa manajemen normal, manajemen risiko, dan manajemen perhitungan keuangan. Jenis-jenis manajemen ini berdasarkan pada tujuan atau langkah yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Manajemen normal adalah manajemen yang dilakukan untuk mencapai tujuan dimaksud dengan cara mempertimbangkan semua aspek penting dalam organisasi sehingga akhirnya timbul keuntungan dan kerugian secara harmonis. Manajemen risiko biasanya dilakukan untuk memastikan bahwa anggota perusahaan tetap berdaya hidup dan produktif serta mampu menghasilkan laba permintaan yang tinggi sesuai dengan risiko investasi. Manajemen perhitungan keuangan biasanya digunakan untuk menentukan apa yang harus dilakukan oleh perusahaan selanjutnya sehingga tercapai hasil yang telah ditentukan.

4. Manajemen perhitungan keuangan

Manajemen perhitungan keuangan berdasarkan pada metode analisa risiko yang dilakukan untuk memastikan bahwa anggota perusahaan berdaya hidup dan produktif serta mampu menghasilkan laba permintaan yang tinggi sesuai dengan risiko investasi. Tujuan utama manajemen ini adalah untuk mempertahankan harga saham yang rendah dan terjamin daya hidup seluruh anggota perusahaan.

5. Pengelolaan modal dan finansial

Pengelolaan modal adalah proses pembentukan dan penyimpanan uang di sekelompok elemen penting dalam organisasi, sedangkan pengelolaan finansial adalah proses melakukannya. Pengelolaan modal merupakan proses pengumpulan dana sendiri, sedangkan pengelolaan finansial merupakan proses menghitung, mengelola, dan mengelola secara efektif uang dan modal yang dibutuhkan oleh anggota perusahaan.

6. Penilaian dan pengendalian risiko

Penilaian risiko adalah proses mengukur risiko yang berhubungan dengan perusahaan, produk atau jasa tertentu, serta menjamin tercapainya tujuan manajemen keuangan. Penilaian risiko dilakukan untuk memastikan bahwa anggota perusahaan tetap berdaya hidup dan produktif serta mampu menghasilkan laba permintaan yang tinggi sesuai dengan risiko investasi. Pengendalian risiko merupakan proses pengawasan terhadap anggota perusahaan agar ia tetap berdaya hidup dan produktif serta mampu mempertahankan harga saham yang rendah dan terjamin daya hidup seluruh anggota perusahaan.

7. Metode analisa dan risiko

Metode analisa dan risiko adalah cara untuk mengukur nilai risiko dalam proses perolehan keuangan. Metode ini dapat berupa metode statistik, metode analisa matematis, metode analisa fisika, ataupun metode analisa terpadu.

Kegunaan Manajemen Keuangan

1. Manajemen keuangan adalah suatu proses pengurusan dan penilaian risiko di bidang finansial yang menyangkut ketahanan investasi, kinerja dalam mengelola keuangan dan perilaku bisnis sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi baik melalui peningkatan nilai tukar terhadap asset ataupun pelayanan tenaga kerja dalam memproduksi barang/jasa.

2. Tujuan manajemen keuangan adalah mendukung pertumbuhan ekonomi secara bermutu, memberikan perlindungan terhadap investasi, memberikan pelayanan yang cepat dan terbaik bagi perusahaan, serta menjamin keamanan keuangan sebagai salah satu sumber daya hukum perusahaan.

3. Manajemen keuangan dilakukan oleh para ahli dalam bidang ini dengan cara mempertimbangkan beragam aspek penting yaitu: strategi investasi, kinerja dalam mengelola keuangan, pelayanannya bagi perusahaan, ketahanan investasi dan dampaknya terhadap kondisi ekonomi.

4. Tujuan manajemen keuangan adalah menjamin terbentuknya pertumbuhan ekonomi secara bermutu, keseimbangan antara aspek operasional dan finansial, serta ketahanan investasi perusahaan.

5. Manajemen keuangan dilakukan berdasarkan norma-norma yang ditetapkan oleh BUMN atau BCBS sesuai dengan peraturan Pemerintah terkait.

Manajemen Keuangan sebagai Proses Pengurusan Risiko Investasi dan Pelayanan Tenaga Kerja dalam Memproduksi Barang/Jasa:

1. Tujuan manajemen keuangan adalah mempertimbangkan berbagai aspek penting yakni strategi investasi, kinerja dalam mengelola keuangan, pelayanannya bagi perusahaan, ketahanan investasi dan dampaknya terhadap kondisi ekonomi.

2. Manajemen keuangan dilakukan berdasarkan norma-norma yang ditetapkan oleh BUMN atau BCBS sesuai dengan peraturan Pemerintah terkait.

3. Angka risiko yang dipertimbangkan untuk mengizinkan perusahaan melakukan investasi adalah risiko politik, risiko infrastruktur, risiko komoditas, dan risiko pasar.

4. Manajemen keuangan dalam melakukan pengambilan keputusan memilih asset dan mengelolanya untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal melalui peningkatan nilai tukar terhadap asset ataupun pelayanan tenaga kerja dalam memproduksi barang/jasa.

Model Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan adalah salah satu metode pengambilan keputusan yang dipakai untuk mengoptimalkan pelayanan akan sarana dan prasarana kesehatan di masyarakat.

Metode ini berisi tiga macam bagian yakni ;

  1. Penilaian Alternatif Sarana dan Prasarana Kesehatan, yaitu penilaian terhadap alternatif sarana dan prasarana yang bisa diterapkan sebagai solusi atau perlindungan terhadap masalah kesehatan;
  2. Pengolahan Data Kesehatan, yaitu pengolahan data dengan Tujuan membentuk suatu informasi tentang keadaan masalah kesehatan di masyarakat secara periodik; dan
  3. Pengembangan Model Keputusan Pemerintah, yaitu mengembangkan model keputusan pemerintah yang sesuai dengan tujuan manajemen keuangan.

Dalam manajemen keuangan, air minum adalah suatu hal penting yakni merupakan sumber belaka utama air bersih. Hal ini harus ditimbulkan secara langsung oleh pemerintah dalam bentuk regulasi yang kuat dan terkoordinasi dengan upaya meningkatkan efisiensi operasional air minum. Dalam rangka mencapai tujuan ini, perlu dipertimbangkan kelemahan dan potensi atau kelebihan alternatif penyaluran air minum.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan regulasi terhadap pelayanan air minum justru membawa dampak negatif bagi kesehatan rakyat. Hal ini berdampak pada kerugian besar bagi masyarakat melalui kenaikan harga bahan baku, dampak lingkungan yang masih sesuai dengan standar, asingnya pelaku usaha air minum yang tersebar di Indonesia, dan dampak psikososocial yang berupa ketidakpuasan khususnya dalam rangka mendapatkan pasok air minum di setiap kota.

Untuk mencapai tujuan manajemen keuangan, dampak negatif regulasi tersebut harus ditanggung oleh pemerintah. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi dampak negatif regulasi terhadap pelayanan air minum.

Cara kerja manajemen keuangan adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui masalah-masalah yang timbul akibat regulasi terhadap pelayanan air minum.

2. Dalam rangka mengatasi masalah tersebut, melakukan penyesuaian regulasi dengan tujuan untuk membuka peluang kedalamnya bagi pelaku usaha air minum Indonesia.

3. Meningkatkan efisiensi operasional air minum dalam rangka mencapai tujuan manajemen keuangan.

4. Membuat regulasi yang kuat dan terkoordinasi dengan upaya meningkatkan efisiensi operasional air minum.

Manajemen Keuangan dilakukan oleh pemerintah untuk memenuhi tujuan manajemen seperti peningkatan produktivitas, kesejahteraan rakyat, dan efisiensi dalam penyaluran air minum. Dalam rangka melaksanakannya, perlu dipertimbangkan banyak hal seperti dampak positif dan negatif regulasi terhadap pelayanan air minum.

(ALN)

Scroll to Top