SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Waspada Sakit Mata Kering, ini Gejalanya

Bagikan:

AshefaNews – Waspada Sakit Mata Kering, ini Gejalanya. Terlalu lama bekerja dengan memakai laptop atau komputer, dan asyik bermain gadget dapat membuat mata cepat lelah dan mata jadi kering. Jangan memaksakan beraktifitas dengan kondisi mata yang seperti itu. Karena bisa mengganggu kenyamanan dan konsentrasi dalam melakukan sesuatu.Kondisi mata terasa kering bisa terjadi apabila seseorang tidak memiliki kualitas air mata yang cukup sebagai pelumas mata.

Air mata terdiri dari gabungan antara air, minyak, lendir, antibodi, hingga protein yang bisa mencegah adanya infeksi atau gangguan pada mata. Kadar air mata yang berlebih akan disalurkan melalui drainase kecil disudut dalam kelopak mata, lalu mengalir ke bagian belakang hidung. Saat ada gangguan, jumlah air mata bisa berkurang atau menguap lebih cepat. Akibatnya mata akan terasa kering. Jika kelenjar yang terletak diatas mata sudah tidak berfungsi secara normal, maka kelenjar tersebut akan berhenti atau berkurang untuk memproduksi air mata.

Gejala yang Menyebabkan Mata Kering

Ketidakstabilan dan hiperosmolaritas lapisan air mata, peradangan permukaan mata, dan kelainan neurosensori berperan sebagai penyebab mata kering. Mata kering juga bisa menyebabkan gejala lainnya, seperti mata merah dan panas, mata cepat lelah, adanya lendir di dalam atau sekitar mata, sampai penglihatan yang makin buram. Selain itu juga menimbulkan rasa perih pada mata, dan jadi lebih sering mengucek mata.  Banyak gejala yang menyebabkan mata kering, beberapa diantaranya sebagai berikut :

  • Mata memerah
  • Mata terasa gatal, terbakar, hingga nyeri
  • Lebih sensitif terhadap cahaya
  • Terasa seperti ada benda asing pada mata saat berkedip
  • Mata teriritasi
  • Mata cepat lelah
  • Ada lendir di dalam atau sekitar mata
  • Penglihatan buram dan membaik saat berkedip

Beberapa gejala di atas disebabkan karena permukaan kornea mata dan konjungtiva mengalami kekeringan air mata. Normalnya, air mata akan mengaliri semua permukaan mata ketika mata berkedip. Namun pada kondisi mata kering, produksi atau jumlah air mata mengalami gangguan yang berakibat permukaan mata tidak disuplai dengan baik oleh air mata.

Mata kering bisa didiagnosis melalui  gejala klinis yang lengkap, seperti keluhan, usia, pekerjaan, penyakit yang diderita, serta riwayat penggunaan obat-obatan. Gejala mata kering dapat memburuk dalam kondisi lain, misal melihat layar handphone atau komputer terlalu lama, membaca buku selama berjam-jam, dan lain sebagainya. Meski dapat terjadi ke siapa saja, namun kondisi ini lebih banyak diderita oleh wanita dan akan semakin meningkat pada orang yang lanjut usia.

Akibat mata kering juga bisa mengganggu saat sedang berkendara, membaca buku, bekerja dengan komputer, dan menonton televisi. Untuk itu perlu melakukan pemeriksaan agar diketahui penyebab mata kering. Dokter mata akan melakukan tanya jawab terlebih dahulu mengenai gejala yang dialami dan riwayat kesehatan. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan klinis segmen anterior mata, seperti kelopak mata, sistem lakrimal, konjungtiva, epitel kornea, serta tekanan intraokuler.

Ada juga pemeriksaan lainnya, seperti pemeriksaan tes Schirmer. Tujuan pemeriksaan ini untuk menilai fungsi air mata, baik secara kuantitas maupun kualitas. Pemeriksaan lain seperti tes film break up time dan tes zat warna rose Bengal konjungtiva juga mungkin dilakukan untuk memastikan penyebab mata kering.

Selain itu untuk mengurangi kekeringan pada mata, dapat juga dilakukan dengan sistem rehat. Ini dilakukan dengan cara beranjak dari area kerja dan menghentikan sejenak pekerjaan.  Jika kamu saat ini mengalami mata kering dan mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan dengan dokter mata untuk mendapat penanganan yang tepat. 

(GE – FIR)

Scroll to Top