SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Sering Mengkonsumsi Obat Tidur? Ketahui Jenis-jenis, Aturan pakai hingga Efek Sampingnya

Bagikan:

AshefaNews – Beberapa orang langsung mengkonsumsi obat tidur saat mengalami gangguan tidur. Namun, tidak mengetahui jenisnya, aturan pakai, cara kerja hingga efek samping yang ditimbulkan. Jenis obat tidur ada yang didapatkan bebas di apotek, tidak menggunakan resep dokter dan ada juga yang wajib menggunakan resep dokter. Penggunaan obat tidur resep dokter harus hati-hati tidak boleh sembarangan karena menimbulkan ketergantungan.

Aturan pakai dalam penggunaan obat tidur juga harus dipatuhi agar mendapatkan manfaatnya yaitu bisa memperbaiki kualitas tidur lebih baik. Jangka penggunaan obat tidur biasanya hanya 7-10 hari. Hanya ada beberapa yang aman digunakan dalam jangka pendek 3 bulan. Ketahui lebih banyak tentang obat tidur di artikel ini.

Apa itu Obat Tidur?

Obat tidur adalah jenis obat yang digunakan untuk mengatasi masalah tidur dalam jangka pendek. Tidur adalah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap orang karena tubuh perlu istirahat untuk bisa segar kembali dalam beraktivitas. Obat tidur sebenarnya tidak dibutuhkan jika bisa diatasi dahulu dengan cara lain seperti yoga, relaksasi, olahraga rutin dan melakukan sleep hygiene. 

Penggunaan obat tidur tidak hanya membuat rasa kantuk juga akan membuat tidur lebih lama. Dalam jangka pendek dan sesuai aturan memang bisa membantu mengembalikan kualitas tidur, namun jika dikonsumsi berlebihan beberapa jenis obat tidur bisa menyebabkan ketergantungan dan berbahaya bagi kesehatan.

Dokter akan memberikan jenis obat tidur sesuai kondisi, karena berbeda penyebab susah tidur di malam hari, dan durasi mengalami sulit tidur, jenis insomnia maka akan berbeda obat tidur yang diresepkan.

Jenis-jenis Obat Tidur 

1. Obat tidur tanpa resep dokter di apotek

Beberapa jenis obat tidur tanpa resep dokter yang bisa didapatkan di apotek, yaitu : 

  • Doxylamine, nama merek obat apotek Nighttime, Sleep aid dan Unisom
  • Diphenhydramine, nama merek obat apotek Sominex, Sleepinal, Compoz, Nytol, Excedrin PM, Tylenol PM.

Jenis obat tersebut mengandung antihistamin, ada juga suplemen melatonin. Obat antihistamin sebenarnya adalah obat alergi tetapi kandungnya bisa membuat merasa mengantuk sehingga bisa membantu memperbaiki kualitas tidur. Dokter akan merekomendasikan obat tersebut untuk jangka pendek karena semakin sering minum obat antihistamin maka akan berkurang efeknya untuk membuat tidur.

Obat tidur di apotek yang mengandung melatonin digunakan untuk orang yang sulit tidur akibat deadline pekerjaan, jet lag atau mengalami gangguan siklus tidur. Relatif aman digunakan dalam jangka pendek 3 bulan. Namun beberapa orang mengeluhkan efek obat berupa rasa cemas dan terbangun pada malam hari.

2. Obat tidur dengan resep dokter 

Dokter akan memberikan obat tidur dengan resep dokter yang mengandung pil GABA. Pil ini bekerja pada otak yang mengontrol rasa kantuk dan rileks. Contohnya seperti lunesta(eszopiclone), ambien CR ( zolpidem tartrate), Sonata (zaleplon). Obat ini dianggap lebih aman dari benzodiazepine yang sudah ada sejak dulu. Efek sampingnya lebih rendah dan diproses lebih cepat sehingga pada pagi hari efeknya sudah hilang.

Ketiga jenis obat tidur di atas masuk dalam jenis obat golongan hipnotik. Obat tidur yang aman tersebut harus dengan resep dokter untuk seseorang yang mengalami insomnia parah. 

Ada juga obat terbaru untuk mengatasi insomnia yaitu Ramelteon (Rozerem). Kerjanya langsung mempengaruhi jam biologis tubuh termasuk siklus tidur dan bangun seseorang. Siklus tersebut diatur di dalam otak bernama hipotalamus. Obat ini mengikat reseptor melatonin di area tersebut untuk mendorong cepat tertidur. Efek sampingnya pun sama lebih rendah karena hanya bekerja pada satu bagian otak saja.

Obat tidur jenis lainnya yang diresepkan dokter yaitu, triazolam, doxepin, suvorexant, flurazepam, alprazolam, diazepam hydrochloride dan lainnya.

Cara Kerja Obat Tidur 

Ada dua jenis obat tidur untuk mengasah insomnia, yaitu :

1. Obat tidur dengan efek rasa kantuk ringan, cara kerjanya tidak langsung membuat rasa kantuk muncul, harus dicerna dahulu dalam tubuh. Reaksi kantuk ini merupakan efek samping obat dalam tubuh. 

2. Obat tidur kategori berat, cara kerjanya mempengaruhi reseptor GABA di otak yang bertanggung jawab menghambat fungsi sistem saraf. Sehingga merangsang rasa kantuk. Obat jenis ini lebih cepat membuat rasa kantuk dari pada obat tidur dengan efek ringan.

Cara Mengkonsumsi Obat Tidur yang Aman

Obat tidur harus dikonsumsi dengan sesuai aturan dan harus hati-hati. Agar bisa mendapatkan manfaatnya dan terhindar dari ketergantungan. Cara mengkonsumsi obat tidur yang aman diantaranya : 

Konsultasi dengan dokter, jika dokter meresepkan obat tidur untuk susah tidur pastikan sudah menceritakan riwayat kesehatan anda dan obat lain yang sedang dikonsumsi. Dokter juga akan memberikan obat sesuai penyebab yang terjadi.

  • Pastikan membaca aturan pemakaian di kemasan obat dengan teliti.
  • Beri tahu dokter jika mempunyai penyakit tekanan darah tinggi atau gangguan hati.
  • Jangan mengkonsumsi alkohol berdekatan dengan jam minum obat tidur.
  • Jangan konsumsi obat tidur dalam jumlah lebih banyak dari anjuran dokter. Beberapa jenis obat tidur hanya dikonsumsi 7-10 hari. Hindari konsumsi obat lebih dari jangka waktu yang diberikan dokter.
  • Jangan menyetir atau mengendalikan alat berat setelah minum obat tidur.
  • Minum obat tidur dianjurkan 15 menit sebelum tidur.
  • Pertama kali minum obat tidur, cobalah lakukan di malam hari ketika keesokannya tidak berencana pergi.
  • Pastikan konsumsi obat tidur saat mempunyai waktu banyak untuk tidur.
  • Segera hubungi dokter apabila mengalami keluhan atau masalah saat mengkonsumsi obat tidur.

Efek Samping Obat Tidur

Efek samping obat tidur mungkin akan terjadi seperti pada penderita asma akan mengalami gangguan pernafasan. Secara umum efek samping obat tidur yang dapat terjadi adalah : 

  • Perubahan nafsu makan
  • Perubahan suasana hati
  • Sulit konsentrasi
  • Kesemutan atau perih pada kaki dan tangan
  • Pertambahan berat badan
  • Gangguan pencernaan seperti mual, diare, susah buang air besar
  • Sakit kepala
  • Gangguan pergerakan tubuh seperti tremor atau gangguan koordinasi tubuh
  • Mulut dan tenggorokan kering
  • Jantung berdebar
  • Lemas 
  • Parosmia, kondisi yang membuat orang tidur sambil berjalan

Pada sebagian orang obat tidur bisa menyebabkan alergi yang ditandai dengan : 

  • Sesak nafas
  • Bentol-bentol
  • Gatal
  • Suara serak
  • Mual muntah
  • Wajah dan lidah bengkak

Jika aturan minum obat tidur tidak dilakukan maka risiko efek samping yang akan terjadi semakin besar, hingga bisa menyebabkan ketergantungan. 

Kesimpulan

Obat tidur adalah jenis obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan tidur dalam jangka pendek. Jika usaha lain sudah tidak berpengaruh seperti yoga, olahraga, relaksasi dan sleep hygiene. Jenis obat tidur ada dua yaitu obat bebas tanpa resep dokter seperti Doxylamine dan Diphenhydramine yang mengandung antihistamin atau melatonin. Ada juga obat tidur yang harus menggunakan resep dokter, obat ini biasanya mengandung pil GABA lunesta(eszopiclone), ambien CR ( zolpidem tartrate), Sonata (zaleplon). Obat jenis ini lebih aman dari benzodiazepin.

Cara mengkonsumsi obat tidur yang aman yaitu dengan berkonsultasi dengan dokter, menceritakan riwayat kesehatan, menggunakan obat sesuai aturan tidak boleh menambah dosis dan memanjangkan waktunya. Efek samping yang mungkin terjadi seperti sulit konsentrasi, perubahan suasana hati, kesemutan, gangguan pencernaan, jantung berdebar dan lainnya.

Scroll to Top