Pilihan Salep Gatal Paling Ampuh Atasi Gatal

Bagikan:

AshefaNews Suatu alergi merupakan sebuah masalah pada kulit yang cukup mengganggu, berbagai salep untuk meredakan gatal pastinya sudah pernah dicoba untuk mengatasi alergi pada kulit ini. Sayangnya tidak semua jenis salep gatal cocok pada semua jenis kulit seseorang yang memiliki kesensitifan terhadap obat yang berbeda beda. Mengutip dari American Academy of Allergy, Asthma, serta Immunology (AAAAI), gatal akibat suatu alergi dapat disebut dengan pruritoceptive

Gatal pruritoceptive timbul akibat adanya suatu alergi, psoriasis, pengobatan, eksim, tungau, kulit kering, maupun biduran. Rasa gatal dapat menjadi sangat terganggu, menimbulkan ketidaknyamanan, serta membuat lapisan pelindung kulit rusak akibat terus-terusan apabila digaruk. Tentunya terdapat beberapa kandung salep gatal yang dapat dipilih berdasarkan kandungan salep tersebut, yakni sebagai berikut:

Pilihan Salep Gatal

1. Antihistamin

Obat dengan jenis kandungan antihistamin ini dapat digunakan untuk penderita penyakit kulit eksim. Obat gatal jenis ini dapat dipakai untuk daerah selangkangan serta daerah tubuh lain yang merasakan gatal. Obat jenis ini tersedia dalam bentuk salep, tablet minum, semprot, bahkan dalam bentuk sirup. Pada dasarnya, salep gatal jenis ini dapat menjadi sebuah pertolongan yang dapat dicoba ketika alergi muncul. Rasa gatal saat alergi muncul karena tubuh sedang memproduksi zat histamin dalam jumlah yang cukup banyak. Maka dari itu, obat jenis ini dapat bekerja dengan cara menghentikan serta mengurangi jumlah zat histamin pada dalam tubuh. Beberapa obat dengan kandungan antihistamin yang beredar luas di masyarakat maupun apotek yakni, sebagai berikut:

  • Loratadine
  • Cetirizine
  • Fexofenadine
  • Chiorpheniramine
  • Desloratadine

Sayangnya obat jenis ini memiliki efek samping seperti menyebabkan kepala pusing serta mulut kering. Oleh karena itu, selalu konsultasikan terlebih dahulu kepada seorang dokter maupun tenaga perawat terkait penggunaan obat jenis ini.

2. Kortikosteroid

Salep gatal yang dapat dikatakan cukup ampuh seterusnya ialah kortikosteroid. Obat kortikosteroid tersedia dalam beberapa bentuk, dari cairan, tablet minum, nasal spray, maupun bentuk salep. Namun, khusus untuk mengatasi penyakit gatal gatal, dapat menggunakan obat dengan kandungan jenis ini dalam bentuk salep. Karena berbentuk krim, sehingga penggunaannya cukup mudah.  

3. Non Kortikosteroid

Obat anti gatal untuk jenis ini biasa digunakan pada penderita asma. Namun, penderita gatal pada kulit yang disebabkan oleh bakteri juga bisa menggunakan obat alergi ini. Obat anti-gatal non kortikosteroid bekerja dengan mengurangi rasa gatal secara sementara. Obat ini tersedia dalam bentuk krim, salep, lotion, gel, dan bedak. Obat jenis ini mudah didapatkan di apotek dan membutuhkan resep dokter untuk dibeli. Obat anti gatal ini juga dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan kandungannya, terdapat berbagai dosis yakni dosis rendah, sedang, dan tinggi.

4.Antidepresan

Pilihan obat anti gatal berikutnya yang paling efektif adalah antidepresan. Menurut beberapa penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Immunopathology and Pharmacology, obat jenis ini sebenarnya tidak memfokuskan untuk mengatasi penyakit gatal. Namun, efeknya dapat melemahkan sensor gatal di dalam tubuh sehingga tubuh tidak merasakan rasa gatal pada suatu area. Antidepresan yang biasa ditemukan di apotek seperti citalopram, escitalopram, fluoxetine, dan sertraline bukanlah obat yang dibuat khusus untuk mengatasi gatal. Obat jenis ini tergolong sebagai obat keras, memerlukan pengawasan dokter untuk memperolehnya. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi seperti mual, sakit kepala, kehilangan kesadaran, dan mulut kering. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter dulu untuk memastikan apakah obat ini dapat mengatasi gatal kulit yang disebabkan oleh bakteri atau tidak.

5. Antibiotik

Antibiotik digunakan untuk membunuh bakteri di dalam tubuh, seperti saat sakit perut. Antibiotik juga digunakan dalam obat gatal alergi untuk kasus tertentu. Gatal kulit dikarenakan suatu bakteri sering menggunakan antibiotik yang diberikan atau dianjurkan oleh dokter. Antibiotik tersedia dalam berbagai bentuk oral maupun salep. Dokter akan memberikan dosis kecil antibiotik untuk gatal akibat alergi akibat penggunaan jangka panjang dapat memicu resistensi antibiotik. Penggunaan obat jenis ini harus dihabiskan meski gejala gatal sudah sedikit hilang.

6. Dekongestan

Dekongestan adalah obat alergi untuk meredakan hidung tersumbat, yang biasanya diberikan bersama dengan antihistamin. Dekongestan tersedia dalam bentuk semprotan hidung, tetes mata, cairan, atau pil. Semprotan hidung dan tetes mata hanya boleh digunakan dalam beberapa hari karena penggunaan jangka panjang dapat memperburuk gejala. Pil dan dekongestan cair lebih aman digunakan dalam jangka panjang. Contoh dekongestan: oxymetazoline, pseudoephedrine, dll.

7. Mast Cell Stabilizer

Stabilisator sel mast adalah obat gatal alergi yang kuat untuk mengobati peradangan ringan hingga sedang pada penderita alergi. Tersedia dalam bentuk tetes mata untuk konjungtivitis alergi dan semprotan hidung untuk gejala alergi hidung. Mungkin memerlukan beberapa minggu sebelum efek penuh terasa. Contoh obat: Cromolyn sodium, Lodoxamide-tromethamine, dll. Sebaiknya bertanya pada dokter untuk mengetahui yang paling sesuai.

8. Leukotriene

Leukotrien digunakan untuk mengatasi gejala asma serta alergi hidung. Mereka dapat diberikan bersama obat lain dan hanya tersedia dengan resep seorang dokter. Terdapat dalam bentuk pil, tablet, serta pil. Hanya satu jenis leukotrien yang disetujui oleh Food Drug Administration, yaitu montelukast (Singulair). Efek samping akibat penggunaan obat ini jarang terjadi, namun dapat meliputi: sakit perut, maag, demam, hidung tersumbat, serta batuk. Konsultasikan kepada seorang dokter untuk memastikan obat alergi ini sesuai dengan gejala yang dialami.

9. Krim Pelembap

Salah satu cara untuk mengatasi gatal pada daerah selangkangan adalah dengan menggunakan krim pelembab. Krim pelembab membantu menjaga kelembaban kulit dan mencegah kulit kering, yang dapat menyebabkan gatal dan merah merah. Untuk hasil terbaik, dapat memasukkan krim pelembab ke dalam kulkas sebelum digunakan dan mengoleskan tipis pada area yang gatal. Sensasi dingin yang ditimbulkan dapat membantu meringankan gatal. Disarankan mengoleskan krim pelembab setelah mandi saat kulit masih dalam kondisi lembab.

10. Miconazole

Miconazole adalah salep anti jamur yang digunakan untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit seperti kurap, kutu air, panu, dan candidiasis. Infeksi jamur menyebabkan gatal di selangkangan, paha, dan bokong. Gejalanya termasuk ruam kemerahan, gatal, dan perih, terutama saat berkeringat, serta ruam bersisik dan terkelupas. Aplikasikan salep antijamur pada selangkangan dan area sekitarnya. Jika tidak efektif, dapat mencoba obat anti jamur yang dikonsumsi sesuai resep dokter.

11. Crotamiton

Crotamiton adalah obat yang biasa digunakan untuk mengatasi penyakit seperti scabies, infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau. Obat jenis ini bekerja dengan membunuh tungau dan termasuk dalam kelas scabicid dan antipruritik.

12. Hidrokortison

Hidrokortison adalah krim steroid yang diresepkan oleh dokter untuk mengatasi gatal pada kulit. Obat ini mengurangi gatal dan mengobati peradangan serta alergi. Penggunaan awal bisa menyebabkan iritasi dan perih, namun efektif jika digunakan sesuai resep dokter dan setelah mandi.

13. Calamine

Calamine merupakan kandungan dalam salep kulit gatal yang mengandung campuran zinc oxide dan oksida besi. Salep ini efektif untuk menghilangkan gatal dan menenangkan kulit teriritasi akibat serangga, sinar matahari, atau penyakit kulit.

14. Diphenhydramine

Diphenhydramine adalah antihistamin yang terdapat dalam krim, gel, dan obat semprot untuk mengatasi gatal pada kulit. Salep ini bekerja dengan menghambat histamin dan direkomendasikan untuk gejala jangka pendek, namun bisa menyebabkan iritasi dan alergi pada beberapa orang. Penggunaan tidak boleh lebih dari 7 hari dan harus hati-hati untuk tidak menghubungkan dengan obat lain yang mengandung diphenhydramine. Diphenhydramine tidak dianjurkan untuk meredakan jenis penyakit gatal kronis.

Demikian penjelasan tentang pilihan salep gatal yang paling ampuh dan banyak digunakan orang lain. Semoga artikel ini dapat membantu.

(FR – FIKRI)

Scroll to Top