SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Pasca 6 Balita Terkonfirmasi Gagal Ginjal, Pemkot Tangerang Tingkatkan Pengawasan

Bagikan:

AshefaNews – Pemerintah Kota Tangerang memerintahkan kepada Lurah dan Camat untuk melakukan pengawasan fasilitas kesehatan (faskes) Apotek atau Toko Obat, Klinik maupun Rumah Sakit, tidak menjual atau meresepkan obat sirup yang mengandung zat-zat berbahaya bagi anak, pasca adanya anjuran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan pengawasan obat dan makanan (BPOM) RI.

Hal itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, saat memimpin rapat wilayah secara daring yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggraeni serta Camat dan Lurah Se-Kota Tangerang, Pada Rabu (26/10).

Wali Kota mengintruksikan kepada Camat dan Lurah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat dan juga fasilitas – fasilitas kesehatan yang ada di Kota Tangerang terkait daftar obat sirup yang aman dan tidak aman dikonsumsi.

“Jadi segera lakukan koordinasi dengan fasilitas kesehatan seperti Apotek, Toko Obat, Klinik, Rumah Sakit yang berada di wilayah masing-masing,” paparnya. 

Sejauh ini, ada 156 produk obat yang dipastikan tidak menggunakan Propilen Glikol, sosialisasikan kepada mereka dan masyarakat, Arief mengungkapkan bahwa terdapat 133 kasus gagal ginjal yang meninggal. Untuk Provinsi Banten ada 12 anak positif gagal ginjal.

“Saat ini di Kota Tangerang sendiri ada 6 kasus dengan 4 anak meninggal dunia, 1 anak sembuh dan 1 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit,” terangnya. 

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Angraeni menjelaskan, pihaknya sudah melakukan berbgai upaya untuk mencegah lonjakan kasus gagal ginjal pada anak. 

Mulai dari pelarangan peredaran obat-obatan yang berbentuk cair dan sirup kepada seluruh fasilitas kesehatan termasuk apotek dan toko obat. Langkah selanjutnya Dinkes menerjunkan petugas untuk mengawasi peredaran obat di lingkungan masyarakat.

“Ya itu tadi, bahwa sejak awal kami sudah mengikuti intruksi dari Kementerian Kesehatan untuk melarang obat- obatan yang berbentuk sirup kepada seluruh fasilitas kesehatan,” jelas Dini.

(RM – AP) 

Scroll to Top