SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Obat Tidur: Kegunaan, Dosis, dan Efek Samping

Bagikan:

AshefaNews Sulit tidur membuat bangun dengan kondisi tubuh kurang fit sehingga akan mengganggu aktivitas sehari – hari. Sebab Anda akan kurang fokus serta tubuh kurang energik. Salah satu upaya mengatasi susah tidur adalah mengkonsumsi obat tidur. Apabila berniat mengkonsumsi obat yang bantu mengatasi susah tidur maka simak ulasan di bawah ini.

Sulit untuk tidur atau insomnia dapat terjadi karena kebiasaan kurang tepat yang dapat memicu pada kondisi tersebut. Seperti meminum kopi pada malam hari, mengkonsumsi alkohol sebelum tidur, atau adanya masalah mental, seperti depresi atau gangguan kecemasan.  

Saat ini terdapat banyak sekali obat tidur di apotik yang dapat diperoleh tanpa adanya resep dari dokter. Beberapa diantaranya adalah: Diphenhydramine (Nytol, Sominex, Compose, Sleepinal, Excedrin PM, serta Doxylamine (Unisom, Nighttime, dan Sleep aid).

Beberapa obat diatas dapat dibeli tanpa adanya resep dari dokter. Di dalamnya terdapat kandungan antihistamin serta acetaminophen yang merupakan pereda rasa sakit. Obat tersebut memiliki efek samping yang berbahaya sehingga tidak boleh Anda gunakan secara asal atau sembarangan.

Obat Tidur Alami

Bagi Anda yang ingin mengobati insomnia maka terdapat beberapa obat tidur herbal yang dapat digunakan seperti berikut:

1. Akar valerian

Akar valerian banyak digunakan sebagai obat alami yang mengatasi gejala gangguan seperti depresi, kecemasan, menopause, serta sulit tidur. Dari beberapa penelitian, mengkonsumsi 300 hingga 900 mg suplemen dari akar valerian sebelum tidur dapat memicu rasa kantuk dengan waktu yang lebih efektif serta dapat meningkatkan kualitas tidur.

2. Teh chamomile

Teh ini memberikan efek yang menenangkan sehingga tubuh menjadi rileks dan Anda akan lebih mudah untuk istirahat. Di samping itu, teh chamomile berbeda dengan teh pada umumnya yang terkandung kafein didalamnya. Teh yang mengandung kafein hanya akan memperparah insomnia.

Teh yang satu ini terbuat dari daun, bunga, serta batang chamomile kering. Supaya terasa lebih nikmat saat diminum, Anda dapat menyeduhnya dengan tambahan madu serta perasan lemon.

3. Lavender

Obat tidur jenis herbal tidak selalu dalam wujud berupa makanan atau ekstrak yang dikonsumsi. Obat tidur alami juga dikemas dalam bentuk minyak aromaterapi, dan salah satunya adalah lavender.

Lavender mampu meningkatkan kualitas tidur karena terdapat kandungan linalool di dalamnya. Komponen tersebut berinteraksi dengan zat kimia GABA guna merilekskan otak. Disaat otak rileks, stres dan kecemasan yang merupakan penyebab insomnia akan berkurang.  

4. Ginseng merah

Menurut beberapa penelitian, insomnia dapat diobati secara alami menggunakan ginseng merah. Mengkonsumsi Ginseng merah dipercaya dapat mengurangi stres yang merupakan salah satu faktor penyebab insomnia. Disamping itu, berbagai kandungan dalam ginseng merah dapat membantu Anda untuk tidur lebih nyenyak.

5. Passion flower 

Passion flower dapat mendorong terjadinya tidur tidur gelombang lambat atau tidur nyenyak. Disamping itu, obat ini akan menghambat terjadinya fase tidur rapid eye movement (REM). Pada fase tersebut terjadi peningkatan tekanan darah, gerakan mata yang cepat serta gelisah, dan mimpi.

Obat Tidur Ampuh 

Saat ini terdapat banyak sekali obat untuk mengatasi gangguan tidur dari berbagai merk dan kelas. Namun, sangatlah ditegaskan untuk tidak memilihnya secara asal – asalan tanpa berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu.

Dokter akan memberitahukan jenis obat gangguan tidur yang sesuai dengan kondisi yang Anda alami. Terdapat beberapa obat tidur ampuh yang telah banyak dipercaya di dalam mengatasi insomnia. Beberapa diantaranya adalah: Eszopiclone, triazolam, estazolam, temazepam, flurazepam hydrochloride, doxepin, trazodone, ramelteon, zolpidem tartrate, dan suvorexant.

Obat dengan nama zolpidem, zaleplon, eszopiclone, serta ramelteon masuk ke dalam golongan hipnotik yang hanya dapat diperoleh disertai dengan resep dokter. Pada umumnya, dokter akan memberikan resep obat tidur yang aman tersebut apabila seseorang mengalami gangguan tidur. Contohnya seperti insomnia yang sudah parah.

Dokter dapat juga meresepkan obat susah tidur tersebut guna mengatasi kondisi gangguan pergerakan yang membuat sulit tidur. Misalnya, restless leg syndrome (RLS) serta periodic limb movement disorder.

Pada kasus yang lebih parah, dokter bisa saja memberi resep obat hipnotik-sedatif, beberapa diantaranya adalah benzodiazepine. Namun, obat susah tidur tersebut memiliki risiko lebih tinggi untuk menyebabkan kecanduan serta komplikasi kesehatan yang lain. Sehingga di dalam penggunaan obat tersebut diperlukan pengawasan tepat dari dokter.

Cara Konsumsi Obat Tidur Yang Tepat

Berikut ini merupakan cara mengonsumsi obat untuk gangguan tidur yang aman bagi Anda yang memiliki kondisi tersebut: 

  1. Sebaiknya jangan mengkonsumsi obat gangguan tidur, kecuali memang telah dianjurkan dan diberikannya resep dari dokter.
  2. Apabila dokter memberikan resep obat gangguan tidur, pastikan Anda telah menceritakan secara detail mengenai riwayat kondisi kesehatan Anda. Jangan lupa pula untuk memberitahukan apakah Anda sedang mengkonsumsi obat lain.
  3. Apabila tekanan darah tinggi atau memiliki gangguan pada hati, konsultasikan pada dokter yang akan memberikan resep obat gangguan untuk Anda.
  4. Pastikan untuk membaca aturan dan dosis pemakaian yang terdapat pada kemasan obat yang akan diminum.
  5. Sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat susah tidur dalam dosis yang lebih banyak dari yang telah dianjurkan oleh dokter.
  6. Dilarang untuk mengkonsumsi alkohol saat sedang mengkonsumsi obat tersebut.
  7. Akan lebih baik apabila mengkonsumsi obat susah tidur disaat Anda memiliki waktu tidur yang banyak.
  8. Dilarang untuk mengendarai kendaraan bermotor setelah Anda mengonsumsi obat susah tidur.
  9. Segera memberitahukan kepada dokter apabila Anda mengalami keluhan medis tertentu atau masalah disaat mengonsumsi obat tidur.

Efek Samping Obat Tidur

Sama dengan obat lainnya, efek samping dari obat gangguan tidur bisa saja terjadi pada beberapa yang mengkonsumsinya. Dengan adanya hal yang demikian maka penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter mengenai efek apa saja yang akan muncul.

Bagi orang dengan riwayat penyakit asma, mengkonsumsi obat ini dapat menyebabkan gangguan pada pernapasan. Sedangkan obat tidur dengan nama Ramelteon dapat mempengaruhi jam biologis tubuh. Termasuk pula pada siklus tidur serta bangun seseorang secara langsung. 

Sementara, yang terjadi pada beberapa kelompok individu lain, efek samping obat tidur yang akan muncul pada umumnya yaitu: Kesemutan serta rasa panas di tangan dan kaki, nafsu makan berubah, sembelit atau konstipasi, sulit dalam menjaga keseimbangan, diare, dan kesulitan menjaga keseimbangan.

Kesimpulan

Itulah beberapa penjelasan mengenai obat tidur, mulai dari kegunaan, nama obat yang bisa diperoleh di apotik serta efek samping yang mungkin saja terjadi. Dengan adanya ulasan ini semoga dapat memberikan banyak manfaat.

(FR – NISA)

Scroll to Top