mengenal gejala-gejala penyakit leukimia

Bagikan:

Leukemia adalah penyakit darah seperti yang mempengaruhi sel-sel darah putih. Leukemia dibagi menjadi dua jenis, yakni leukemia akut dan leukemia kronis. Gejala-gejala leukemia akut dan kronis berbeda-beda, namun beberapa gejala umumnya sama, seperti rasa lelah yang berlebihan, mudah capek, nyeri tulang, gusi berdarah, Demam tanpa sebab yang jelas, perdarahan pada saluran cerna atau pernafasan.

Gejala-gejala leukemia mungkin berbeda-beda pada setiap orang. Oleh karena itu, penting untuk segera menemui dokter apabila Anda mengalami gejala yang tidak normal.

Apa itu leukimia?

Leukimia adalah jenis kanker yang menyerang sel darah putih. Gejala leukimia biasanya muncul secara perlahan-lahan dan dapat berupa gejala umum seperti lemah, lesu, mudah capek, demam, dan nafsu makan yang menurun. Pada beberapa kasus, gejala leukimia juga dapat berupa gusi berdarah, ruam di kulit, perdarahan pada saluran pencernaan, serta pembengkakan limpa dan ginjal.

Leukimia dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis berdasarkan sel darah putih yang terkena. Jenis leukimia yang paling umum adalah leukimia limfositik akut (ALL) dan leukimia myeloid akut (AML). Leukimia ini biasanya terjadi pada anak-anak dan orang dewasa muda. Sedangkan, leukimia kronis biasanya terjadi pada orang dewasa lanjut dan jarang terjadi pada anak-anak.

Penyebab penyakit leukimia

Penyakit leukimia adalah penyakit darah yang mempengaruhi sel darah putih. Penyebab utama penyakit leukimia adalah perubahan genetik pada sel darah putih. Sel darah putih yang terkena penyakit leukimia akan tumbuh secara abnormal dan menumpuk di dalam sumsum tulang. Penyakit ini juga bisa disebabkan oleh infeksi virus, radiasi atau zat kimia tertentu.

Penyebab penyakit leukemia

Penyakit leukemia adalah penyakit darah yang mempengaruhi sel darah putih. Penyebab utama penyakit leukemia adalah perubahan genetik pada sel darah putih. Sel darah putih yang terkena penyakit leukemia akan tumbuh secara abnormal dan menumpuk di dalam sumsum tulang. Penyakit ini juga bisa disebabkan oleh infeksi virus, radiasi atau zat kimia tertentu.

Gejala-gejala dari leukimia

Gejala-gejala dari leukimia biasanya tidak spesifik dan hampir mirip dengan gejala-gejala penyakit lain. Gejala-gejala utama dari leukimia adalah anemia, yaitu suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah menurun sehingga pasien mengalami lesu, mudah lelah, dan mudah pusing. Selain itu, gejala-gejala lain yang sering muncul adalah:

-Peningkatan frekuensi pendarahan atau perdarahan abnormal seperti perdarahan gusi atau perdarahan di bawah kulit.

-Pembengkakan limpa (hati) atau getah bening (limfa)

-Nyeri tulang atau nyeri sendi

-Demam tanpa sebab yang jelas

-Berkurangnya berat badan secara drastis dan tidak seimbang dengan asupan makanan

-Mudah lelah dan mudah pusing

-Batuk dan pilek yang berkepanjangan

-Bersin-bersin dengan darah

-Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau daerah sekitar anus

Pengobatan leukimia

Pengobatan leukimia tidaklah sesederhana mengobati penyakit lain. Pengobatan leukimia dapat berlangsung selama beberapa tahun dan bahkan seumur hidup. Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih jenis pengobatan yang tepat untuk pasien, termasuk usia pasien, stadium penyakit, dan riwayat kesehatan. Pengobatan leukimia juga sering kali disertai dengan efek samping yang harus diperhitungkan. Oleh karena itu, pilihan pengobatan yang tepat harus ditentukan bersama dokter dan ahli medis lainnya.

Pengobatan leukimia dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu pengobatan aktif dan pengobatan supresif. Pengobatan aktif berfokus pada penghapusan sel-sel leukemia dari tubuh, sedangkan pengobatan supresif berfokus pada penekanan pertumbuhan sel-sel leukemia. Kedua jenis pengobatan seringkali digunakan bersama-sama untuk memaksimalkan hasilnya.

Terapi obat (chemotherapy) adalah metode utama untuk mengobati leukimia, terutama leukimia limfositik akut (ALL). Pengobatan ini melibatkan penggunaan obat-obatan yang dapat membunuh sel-sel leukemia atau menghambat pertumbuhannya. Pengobatan dengan chemotherapy seringkali dilakukan secara bertahap, dengan beberapa siklus yang dilakukan selama beberapa minggu atau bulan.

Radiasi (radiation therapy) juga dapat digunakan untuk mengobati leukimia, terutama leukimia limfositik akut (ALL). Radiasi digunakan untuk membunuh sel-sel leukemia dengan menggunakan sinar-x atau sinar ultraviolet. Pengobatan dengan radiasi seringkali dilakukan secara bertahap, dengan beberapa sesi yang dilakukan selama beberapa minggu atau bulan.

Pembedahan (surgery) mungkin juga dilakukan untuk mengobati leukimia, terutama leukimia mieloid akut (AML). Pembedahan dilakukan untuk menghilangkan sebagian dari sumsum tulang atau organ tempat leukemia berkembang. Pembedahan ini seringkali dilakukan sebelum pengobatan dengan chemotherapy atau radiasi dimulai.

Pengobatan leukimia juga dapat melibatkan penggunaan obat-obatan seperti imunoterapi, terapi genetik, dan terapi sel tunggal. Penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa obat-obatan ini dapat membantu dalam pengobatan leukimia, namun mereka masih dalam tahap penelitian dan belum tersedia secara luas.

Kesempatan untuk sembuh dari leukimia sangat bervariasi, tergantung pada jenis leukimia, usia pasien, dan respons pasien terhadap pengobatan. Secara umum, orang dengan leukimia limfositik akut (ALL) memiliki kesempatan yang lebih baik untuk sembuh daripada orang dengan leukimia mieloid akut (AML).

Dalam beberapa kasus, leukimia dapat sembuh secara spontan, tanpa pengobatan apa pun. Namun, ini sangat jarang terjadi dan hanya terjadi pada sebagian kecil pasien dengan leukimia ringan.

Pencegahan leukimia

Pencegahan leukimia sangat penting untuk dilakukan. Gejala-gejala penyakit ini dapat muncul secara tiba-tiba dan dengan cepat berkembang. Oleh karena itu, penderita leukimia harus segera mendapatkan perawatan medis.

Untuk mencegah leukimia, Anda perlu:

1. Menjaga kebugaran tubuh dengan pola hidup sehat;

2. Mengurangi paparan terhadap bahan-bahan karsinogenik;

3. Melakukan pemeriksaan rutin dengan dokter;

4. Mendeteksi dan mengobati penyakit seperti leukemia dini;

5. Memeriksa kembali setelah 5 tahun jika sudah pernah menderita leukemia.;

6. Menjaga kondisi tubuh yang seimbang dan sehat.

7. Mengurangi paparan terhadap bahan-bahan karsinogenik;

8. Melakukan pemeriksaan rutin dengan dokter;

9. Mendeteksi dan mengobati penyakit seperti leukemia dini;

10. Memeriksa kembali setelah 5 tahun jika sudah pernah menderita leukemia.

Leukimia adalah penyakit yang serius dan dapat berkembang dengan cepat. Oleh karena itu, pencegahan dan perawatan segera sangatlah penting.

Ketika menderita leukimia, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

Jangan mengonsumsi obat-obatan secara sembarangan. Konsultasikan kepada dokter sebelum mengonsumsi obat apapun, termasuk obat herbal;

2. Hindari terjadinya cedera atau luka pada tubuh, seperti patah tulang;

3. Jaga kebugaran tubuh dengan pola hidup sehat;

4. Jangan merokok dan hindari paparan terhadap asap rokok;

5. Hindari paparan terhadap bahan-bahan karsinogenik seperti radiasi atau zat kimia berbahaya;

6. Melakukan pemeriksaan rutin dengan dokter untuk mendeteksi leukemia lebih awal.

(ALN)

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top