SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Masalah Hidup Remaja yang Paling Sering Dialami

Bagikan:

AshefaNewsJangan menyepelekan masa remaja pada anak. Jika dibiarkan begitu saja, maka akan banyak masalah hidup remaja dan itu tentu bisa mempengaruhi hidupnya hingga dewasa. Agar remaja bisa melewati masa ini, maka orang tua harus bisa memahami apa saja yang bisa terjadi dalam kehidupan remaja dan mencari tahu solusi tepatnya.

Perkembangan otak anak remaja pada dasarnya masih berproses dan belum sepenuhnya matang, ini lah yang akan membuat para remaja sering kali salah dalam mengambil dan membuat keputusan serta kurang tepat dalam bertindak. 

Karena faktor tersebutlah berbagai masalah bisa saja timbul dan terjadi pada remaja. Jadi peran kamu sebagai orang tua adalah dengan mengenali masalah ini serta tau bagaimana cara menghadapi masalah dan mencari solusi untuk masalah kehidupan remaja. 

Masalah Hidup Remaja 

Agar para orang tua lebih paham, ini lah beberapa masalah pada remaja yang umumnya sering terjadi di dalam kehidupan remaja.

1. Masalah fisik atau penampilan 

Perubahan fisik pada saat masa remaja memang akan terjadi seiring dengan dilepasnya hormon seks oleh testis pada anak laki laki atau ovarium pada anak perempuan. Umumnya pelepasan hormon ini akan menyebabkan tumbuh jerawat pada kulit remaja dan sebagian remaja juga akan mengalami bau badan. 

Tidak hanya itu saja, biasanya nafsu makan pada remaja akan lebih meningkat dan akan membuat bertambah berat badannya. Perubahan pada fisik ini akan membuat beberapa remaja mengalami masalah pada rasa percaya dirinya dan juga harga dirinya.

Hal ini yang cenderung akan membuat para remaja menjauhi lingkungan sosial atau bahkan melakukan hal hal kurang tepat yang mungkin bagi mereka para remaja akan membuat dirinya lebih bahagia dan lebih tepatnya yaitu merusak atau mempengaruhi kesehatan.

2. Gangguan makan 

Akibat adanya tidak percaya diri dengan melihat perubahan pada tubuhnya, remaja bisa saja akan mengalami masalah atau gangguan makan (eating disorder) seperti anoreksia dan bulimia.

Pada umumnya remaja perempuan yang mengalami gangguan makan disebabkan karena takut akan bertambahnya berat badan. Hal inilah yang membuat ia cenderung untuk membiarkan perutnya merasa kelaparan atau berolahraga secara berlebih.

Cara ini juga terkadang digunakan untuk mengeluarkan makanan dari dalam tubuhnya, yaitu dengan cara meminum obat pelancar atau bahkan memuntahkan kembali makanan yang telah dimakan olehnya. Akibat permasalahan ini bisa juga menyebabkan kurangnya nutrisi pada tubuh remaja sehingga dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan lainnya.

3. Stres dan depresi 

Bukan hanya soal fisik saja yang mengganggu remaja tapi juga ada beberapa faktor gangguan mental pada remaja yang umumnya sering terjadi di kehidupan sehari hari baik tentang percintaan ataupun keluarganya sendiri. 

Bahkan, dengan didasarkan catatan WHO, depresi adalah salah satu penyebab penyakit dan kecacatan pada kalangan remaja. Pada dasarnya penyebab depresi dan kecemasan pada remaja itu sifatnya beragam seperti karena kemiskinan, kekerasan, stigma, pengucilan atau sekedar tuntutan dari sekolah dan orang tuanya. 

Pada kondisi depresi, stres dan kecemasan pada remaja yang sering berujung dengan rasa atau keinginan untuk bunuh diri yang tentunya mengancam nyawa remaja. 

4. Bullying dan cyber bullying 

Bullying pada anak umumnya masih menjadi masalah bagi remaja yang marak di mana saja. Dan pada umumnya bullying ini berupa penindasan yang dilakukan secara fisik atau verbal yang sering terjadi berulang dalam waktu yang lama. Hal inilah yang sering membuat penderita merasa ketakutan secara terus menerus, ia pun mungkin akan merasa malu, tak berdaya, terintimidasi dan sekali dikucilkan. 

Depresi, kecemasan dan stres hingga terjadi bunuh diri pun dapat terjadi, para anak remaja yang mengalaminya biasa akan memilih untuk bolos sekolah atau bahkan sampai berhenti sekolah apabila ia mendapatkan bullying dari teman teman sekolahnya. 

Bukan hanya secara langsung namun, bullying juga bisa terjadi dan datang dari media sosial atau sumber online lainnya yang sering dikenal dengan istilah cyber bullying. 

5. Merokok 

Biasanya merokok sering terjadi pada masa remaja, WHO sendiri menyebutkan bahwa setidaknya 1 dari 10 remaja berusia 13 sampai 15 tahun sudah mulai melakukan kebiasaan buruk ini, baik akibat pengaruh lingkungan atau pun karena ada rasa penasaran. 

Banyak sekali alasan mengapa para remaja mulai merokok dan beberapa diantara mereka berpikir bahwa dengan merokok maka akan terlihat keren, sedangkan yang lainnya mulai merokok karena mengikuti pergaulan antar teman atau bahkan keluarga. 

Ironisnya lagi, sebagian besar orang yang merokok sejak masih remaja maka akan sulit untuk berhenti dan akan berujung dengan kecanduan pada rokok. Padahal rokok sudah diketahui bahwa dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan.

6. Masalah percintaan 

Biasanya saat masa remaja, mereka akan mulai menunjukkan ketertarikannya kepada lawan jenis atau bahkan sudah mencoba untuk menjalin suatu hubungan asmara. Sebenarnya hubungan asmara merupakan salah satu bagian dari tonggak perkembangan remaja. Meskipun begitu, terkadang percintaan yang akan membuat para remaja akan mengalami depresi dan stres.

Misalnya, pada saat putus hubungan asmara atau bahkan mendapat tolakan dari orang yang disukai akan membuat para remaja menghadapi masalah kecemasan, bahkan banyak dari mereka yang melakukan hubungan seksual akibat rasa penasaran.

7. Minuman keras dan obat terlarang 

Beberapa remaja umumnya juga akan menghadapi masalah dengan minuman keras atau sejenis alkohol dan obat-obatan terlarang seperti ganja dan lainnya. Sementara itu, minuman keras dan obat obatan terlarang dapat mengganggu sistem saraf dan kerusakan fungsi otak pada remaja terutama faktor kognitif nya. 

Hal ini bisa saja menimbulkan masalah perilaku pada anak remaja seperti seks bebas dan juga kekerasan serta dapat terkena gangguan emosional, akademik dan juga sosial hingga dapat beresiko pada kecelakaan sampai kematian dini. 

8. Obesitas 

Beberapa remaja akan mengalami masalah kurang gizi biasanya karena kemiskinan atau bahkan gangguan makan seperti yang sudah disebutkan diatas. Namun, beberapa remaja lainnya justru mengalami kelebihan berat badan yang berujung obesitas dan obesitas pada anak remaja bisa terjadi karena berbagai penyebab. 

Mulai dari faktor genetik hingga gaya hidup yang buruk, seperti mengonsumsi makanan berlemak secara berlebih-lebihan dan kurangnya melakukan aktivitas fisik. 

Kesimpulan

Demikian penjelasan tentang masalah hidup remaja yang perlu diketahui terutama oleh para orang tua agar mental dan juga kehidupan anak remaja tidak sampai menjadi hancur berantakan. Semoga informasi dalam artikel ini dapat berguna bagi anda.

(FR – KHANIFA)

Scroll to Top