SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Mengenal Ketoconazole, Obat Untuk Mengatasi Infeksi Kulit Akibat Jamur

Bagikan:

AshefaNewsApa itu obat ketoconazole? Ketoconazole adalah obat antijamur pada kulit. Bisa digunakan untuk mengatasi infeksi kulit kutu air, kurap, kandidiasis vagina, gatal selangkangan dan jenis ketombe. Tersedia dalam tiga jenis bentuk yaitu tablet, krim dan shampoo. Digunakan harus sesuai aturan dokter atau aturan yang tertera dalam kemasan agar bisa mendapatkan manfaatnya dan mengurangi resiko efek samping buruk yang terjadi pada kesehatan.

Ketoconazole juga bisa mengobati kondisi kulit pityriasis yaitu infeksi jamur yang dapat menyebabkan penggelapan kulit leher, lengan, dada dan kaki. Jika penggunaan dengan resep dokter, maka anda harus memberitahu dokter tentang riwayat penyakit dan obat yang sedang dikonsumsi. Ketahui lebih banyak tentang obat ketoconazole di artikel ini. 

Apa Itu Obat Ketoconazole ?

Ketoconazole adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi kulit akibat jamur. Obat ini sebaiknya digunakan jika obat jamur lain sudah tidak efektif. Penggunaannya harus menggunakan resep dokter.

Obat ketoconazole masuk dalam kelas obat antijamur azole. Bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan jamur. Namun, efek sampingnya cukup serius jika digunakan sembarang dapat menimbulkan kerusakan hati yang fatal. 

Jamur kulit yang bisa diobati oleh ketoconazole seperti panu, kurap, kandidiasis, dermatitis seboroik, kutu air, ketombe yang berkaitan dengan jamur dan lainnya. Ketokonazol dapat menghambat pembentukan ergosterol dan enzim lainnya yang dibutuhkan oleh jamur untuk bertahan hidup. Sehingga, jamur dapat dibunuh dan mencegah bertambah banyak kembali. 

Manfaat Ketoconazole untuk Mengatasi Penyakit 

Adapun beberapa penyakit infeksi jamur yang bisa disembuhkan oleh ketoconazole, yaitu : 

1. Jock itch atau gatal di selangkangan

Ketoconazole bisa digunakan untuk mengatasi gatal di area selangkangan akibat jamur termasuk paha dalam dan bokong. Jenis sediaan berbentuk krim yang dioleskan pada area gatal.

2. Ketombe dan dermatitis seboroik

Ketoconazole shampoo dapat digunakan untuk ketombe akibat jamur dan dermatitis seboroik. Kondisi ini ditandai dengan kulit menjadi bersisik, kering atau bisa juga berminyak.

3. Athlete’s foot

Penyakit athlete’s food atau disebut juga tinea pedis yaitu infeksi kulit akibat jamur yang terjadi antara jari-jari kaki. 

4. Ruam keringat (intertigo) 

Ruam keringat biasanya terjadi di lipatan kulit. Pengobatannya bisa menggunakan ketoconazole krim. Krim topikal bisa dioleskan pada area kulit 2 kali sehari selama 2-4 Minggu. 

5. Sindrom cushing 

Sindrom cushing bisa diobati menggunakan ketoconazole tablet. Digunakan harus sesuai resep dokter. Hindari penggunaan dalam dosis banyak dan tidak sesuai yang dianjurkan. 

Pada sindrom cushing biasanya dosis yang diberikan pada orang dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas. Dosis awal 400-600 mg per hari. Bisa ditingkatkan 200 mg setelh pemakaian selama 7 hingga 28 hari. Dosis lanjutan 600-800 mg perhari. Maksimal 1200 mg per hari yang dibagi dalam 2-3 kali konsumsi. Penggunaan obat ini bisa dihentikan sesuai kondisi liver dan kelenjar adrenal.

Bentuk Sediaan Ketokonazol dan Dosisnya 

1. Krim Ketoconazole 

Bentuk krim ketoconazole bisa digunakan untuk mengobati panu, kandidiasis,infeksi jamur di paha, tangan, jamur selangkangan, kutu air dan kurap pada orang dewasa. Oleskan 1-2 kali pada pagi dan malam hari selama 2-3 minggu. Dianjurkan pada dosis 2 % oleskan tipis pada bagian kulit yang infeksi. 

Ketoconazole krim hanya boleh digunakan pada area luar saja. Jangan dioleskan pada area mata, hidung, mulut, kulit yang luka, terbakar dan tergores. Bersihkan dahulu area kulit yang terinfeksi lalu keringkan. Oleskan krim tipis secukupnya. 

2. Tablet Ketoconazole 

Tablet ketolonazole tersedia dalam dosis 200 mg dan 400 mg. Dokter akan memberikan dosis sesuai kondisi penyakit pasien. Tidak dianjurkan untuk diberikan pada anak dibawah 2 tahun.

Diberikan untuk mengobati infeksi jamur sistemik atau terjadi pada organ-organ tubuh. Ikuti aturan dokter biasanya diminum sekali sehari setelah makan. 

3. Shampoo Ketoconazole

Shampoo ketoconazole bisa digunakan untuk mengatasi ketombe akibat jamur. Digunakan 2 kali seminggu selama 2 hingga 4 minggu. Gunakan shampoo sesuai anjuran, jangan berhenti menggunakan sebelum waktu yang ditentukan karena dapat berpotensi tumbuh kembali bila pengobatan dihentikan terlalu cepat. 

Efek samping Ketoconazole 

Efek samping krim ketoconazole

Ada efek samping yang timbul akibat penggunaan krim ketokonazol. Gejala akan berbeda-beda pada setiap orang, namun secara umum, yaitu : 

  • Adanya ruam 
  • Kulit lengket 
  • Rasa gatal dan kemerahan pada area yang diolesi krim 
  • Kulit kering 
  • Sensasi terbakar
  • Peradangan
  • Dermatitis pada area terdampak 
  • Rasa tidak nyaman
  • Biduran atau bentol-bentol

Efek samping ketoconazole oral

Ketoconazole yang diminum bentuk tablet dapat menimbulkan efek samping, yaitu : 

  • Mual muntah 
  • Diare
  • Meningkatkan enzim liver pada darah
  • Ruam dan gatal 
  • Pusing 

Efek samping secara umum bersifat ringan dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Adapun efek samping yang serius dan harus segera pergi ke dokter, yaitu : 

  • Gejala gangguan hati seperti nyeri perut bagian kanan atas, mata dan kulit menjadi kuning, hilang nafsu makan dan berat badan menurun, urin berubah warna menjadi keruh, tinja berwarna pucat, demam dan lelah yang luar biasa
  • Gangguan jantung seperti detak jantung menjadi cepat, tidak beraturan atau malah melambat. Sesak nafas, pusing merasa ingin pingsan.
  • Perubahan siklus menstruasi
  • Pembesaran payudara pada laki-laki
  • Penurunan gairah seks
  • Mudah memar atau mimisan 

Risiko lebih meningkat pada seseorang yang mengonsumsi lebih dari satu bulan dan berusia di atas 60 tahun. 

Efek samping shampoo ketoconazole

Efek samping penggunaan shampoo ketokonazol secara umum yang mungkin terjadi adalah : 

  • Kulit kepala kering 
  • Rambut lebih berminyak
  • Tekstur rambut berubah 
  • Kulit kepala kemerahan
  • Adanya bisul di kepala
  • Lentingan berisi air di kulit kepala 

Efek samping yang jarang terjadi : 

  • rasa makanan jadi berbau
  • jerawat
  • mata merah 
  • kulit mengelupas 
  • sensasi terbakar
  • air mata terus mengalir
  • rambut rontok dan menipis

Kesimpulan

Ketoconazole adalah obat antijamur untuk mengatasi infeksi kulit akibat jamur yang membandel. Digunakan jika obat jamur jenis lain sudah tidak efektif dalam mengobatinya. Ada yang harus didapatkan menggunakan resep dokter dan ada juga yang bebas. Terdapat 3 bentuk yaitu tablet, krim dan shampo. Ketoconazole masuk dalam golongan antijamur azole. Penggunaannya tidak boleh untuk jangka panjang karena dapat menimbulkan penyakit hati dan jantung. 

Manfaat ketoconazole dapat mengobati penyakit panu, kurap, kandidiasis, dermatitis seboroik, ketombe, tinea pedis, ruam keringat dan sindrom cushing. Efek samping yang ditimbulkan berbeda-beda tergantung jenis yang digunakan. Jika dipakai sesuai aturan maka efek samping mungkin hanya akan timbul secara ringan. Jangan gunakan ketoconazole dalam waktu yang lama. Krim dan shampoo biasanya hanya digunakan 2-3 minggu.

(FR – RIFA)

Scroll to Top