SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Kenali penyebab dan Gejala Small Penis Syndrome

Bagikan:

AshefaNews – Tidak dapat dipungkiri bahwa hampir seluruh laki-laki menganggap ukuran penis adalah suatu hal yang penting. Dan, kebanyakan dari mereka ingin memiliki penis yang panjang. Bahkan, tidak sedikit pun laki-laki menggunakan alat dan obat pembesar penis hanya untuk memenuhi obsesi akan ukuran penisnya.

Namun tahukah kamu sobat? bahwa rata-rata ukuran penis normal pria dewasa saat lemas adalah sekitar 5-10 cm. Sedangkan saat ereksi, penis bisa mencapai sekitar 12-15 cm. Jika ukuran penis pria dewasa saat ereksi kurang dari 9,3 cm, kondisi ini dikenal dengan istilah micropenis. Micropenis itu sendiri merupakan kondisi ketika penis memiliki ukuran lebih kecil dari normal, hal ini biasanya sudah dapat dideteksi sejak bayi atau anak-anak.

Tanpa disadari, bahwa obsesi terhadap ukuran penis terkadang menandakan bahwa seorang laki-laki memiliki small penis syndrome. Hal ini merupakan kondisi yang bersifat psikologis dan bukan fisik. Seseorang dengan small penis syndrome biasanya cenderung cemas dan sangat peduli dengan apa yang diinginkan atau tidak diinginkan oleh pasangan seksualnya. 

Nah, berikut ini pembahasan lebih dalam mengenai small penis syndrome.

APA SIH YANG DIMAKSUD SMALL PENIS SYNDROME?

Yang perlu diketahui bahwa small penis syndrome merupakan gangguan kecemasan terhadap ukuran alat kelamin yang dimiliki oleh pria. Hal ini tidak berikaitan dengan fisik, hanya saja orang dengan kondisi ini selalu mengalami kecemasan tentang ukuran penis mereka. Orang-orang yang memiliki sindrom ini khawatir jika penis mereka terlalu kecil dan penilaian orang lain tentang dirinya.

Menurut laman Medical News Today, bahwa sangat jarang sekali penis seseorang berukuran kecil hingga mengganggu fungsi seksual. Small penis syndrome memang tidak berkaitan dengan micropenis, yang dimana seseorang dengan penderita micropenis memiliki penis yang lebih kecil dari penis rata-rata. Namun penderita micropenis dapat mengalami gejala small penis syndrome karena kecemasaan akan pendapat orang lain tentang ukuran penisnya. Akan tetapi, penderita small penis syndrome ini tidak menutup kemungkinan terjadi pada laki-laki yang memiliki ukuran penis normal akan tetapi mereka tetap merasakan kecemasaan yang berlebihan akan hal tersebut. 

Oleh karena itu, seseorang dengan small penis syndrome sebenarnya tidak memiliki ukuran penis yang sangat kecil. Hanya saja, orang-orang ini memiliki kecemasan yang berlebihan terhadap ukuran penis mereka sendiri.

Laki-laki yang memiliki gangguan small penis syndrome biasanya akan merasa malu dan cemas berlebihan terhadap ukuran penis mereka. Kecemasan ini bahkan dapat membuat mereka percaya dengan ukuran penis mereka yang kecil, padahal sebenarnya tidak ada yang bermasalah dengan hal tersebut.

PENYEBAB TERJADINYA SMALL PENIS SYNDROME

Pada penjelasan dari laman San Diego Sexual Medicine bahwa gejala small penis syndrome ini umumnya muncul pada masa remaja atau awal masa dewasa. Ini dikarenakan kritik pribadi terhadap ukuran penis yang dimilikinya.

Pada umumnya, hal yang wajar terjadi saat seorang pria mencemaskan ukuran penis mereka, karena takut tidak memberi kepuasan seksual bagi pasangannya. Akan tetapi, orang yang memiliki gangguan micropenis ini secara obsesif khawatir tentang ukuran penis diri sendiri. Nah dari gangguan tersebut, terdapat gejala-gejala yang menandakan seseorang mengalami small penis syndrome. Berikut ini beberapa gejala small penis syndrome:

  • Seseorang akan terus-menerus membandingkan ukuran penis dengan miliki orang lain, termasuk yang ada di media atau blue film. 
  • Keyakinan bahwa ukuran penis yang dimiliki sangat kecil, meskipun kenyataannya tidak seperti yang dipikirkan.
  • Persepsi terdistorsi tentang ukuran penis yang dimilikinya.
  • Memiliki standar yang sangat tinggi pada ukuran penis. 
  • Merasa malu dengan ukuran penis yang dimilikinya.
  • Mengalami kesulitan berhubungan intim dengan pasangan karena kecemasan tentang ukuran penis yang dimilikinya.
  • Berkurangnya fungsi seksual, termasuk kesulitan untuk mengalami ereksi atau orgasme.

Sementara, terdapat juga dari beberapa pria dengan kondisi small penis syndrome memiliki gejala dismorfik tubuh lainnya. Salah satunya sebagai berikut:

  • Obsesif terhadap penampilannya
  • Memiliki perilaku berulang atau kompulsif yang berkaitan dengan penampilan seperti berdandan atau membeli pakaian.
  • Mengalami depresi atau kecemasan terhadap penampilannya.

Small penis syndrome yang menyerang pria sekilas memang tidak terlihat membahayakan. Namun, jika gangguan ini sudah parah tentu seseorang tersebut akan mengalami banyak kemunduran pada dirinya. Seseorang akan mengalami banyak gangguan mental seperti depresi berlebihan, takut berhubungan intim dengan pasangan, dan dapat mengancam seseorang berniat untuk bunuh diri.

SEBENARNYA, RATA-RATA UKURAN PENIS YANG NORMAL ITU BERAPA SIH?

Dapat diketahui bahwa perkiraan ukuran penis itu rata-rata bervariasi, Dalam penelitian pada jurnal Sexual Medicine tahun 2014 dengan mengumpulkan data dari sebanyak 15.521 laki-laki, tedapat bahwa:

  • Rata-rata ukuran penis yang tidak ereksi 9,16 cm.
  • Panjang rata-rata penis ereksi yaitu 13,12 cm.
  • Penis yang lebih panjang dari 15 cm saat ereksi masih jarang terjadi.

Sementara itu, para ahli yang lain berusaha menemukan ukuran penis yang dikaitkan dengan kondisi mikropenis. Para ahli tersebut menyimpulkan bahwa mikropenis sebagai penis yang panjangnya kurang dari 7 cm saat tidak sedang ereksi.

Namun, apabila sobat mengalami gejala-gejala yang mengarah pada small penis syndrome yaitu kekhawatiran terhadap ukuran penis, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan dan berkonsultasi ke dokter atau tenaga ahli.

MENGATASI SMALL PENIS SYNDROME

Diketahui bahwa small penis syndrome merupakan salah satu gangguan mental yang cukup berat dengan adanya perasaan tidak percaya diri yang akan terus meningkat dan membuat seorang pria malu dan enggan berhubungan intim. Gangguan ini pun tidak hanya muncul pada hal-hal yang berbau seks, akan tetapi juga akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari.

Meskipun terbilang cukup berbahaya, bukan berarti gangguan ini tidak bisa diatasi atau diminimalisirkan dampak yang bisa mempengaruhi keperibadian seseorang. Berikut ni beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisirkan dampak dari small penis syndrome:

  • Meningkatkan komunikasi dengan pasangan. Pria selalu ingin terlihat sempurna di depan pasangannya, oleh karena itu ada baiknya dibicarakan dengan bijak. Karena, tidak semua wanita menuntut kondisi penis harus sempurna.
  • Mendapatkan dukungan dari pasangan, agar penderita small penis syndrome tidak begitu memikirkan hal-hal yang buruk tentang ukuran penisnya. Dengan pasangan mengatakan bahwa ukuran penis kecil tidak masalah selagi bisa berfungsi dengan maksimal.
  • Berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan ke psikiater atau tenaga ahli seks. Dari sana, akan diberikan arahan lebih dalam tentang mengatasi sindrom yang cukup berbahaya ini
  • Menghindari video pornografi. Tidak dipungkiri bahwa terkadang pria yang terobsesi memiliki penis besar atau mendapatkan seks yang nikmat dipicu oleh video tersebut.

Nah, bagaimana sobat? Apakah sudah cukup mengerti tentang small penis syndrome? Dari penjelasan di atas tersebut, ternyata dampak dari sindrom ini cukup membahayakan ya. Semoga sobat-sobat dijauhkan dari segala gangguan mental serta jangan lupa untuk bersyukur dan menjaga atas yang telah kita miliki.

(GE – BUN)

Scroll to Top