Kenali Gejala Leptospirosis

Bagikan:

AshefaNews – Leptospirosis merupakan jenis penyakit yang sangat perlu diwaspadai, terutama pada saat musim hujan. Penyakit yang dapat menjadi suatu wabah pada suatu tempat setelah musim hujan atau terdapat banyak genangan, penyakit ini dapat menular secara tidak langsung dari hewan kepada manusia. Untuk meningkatkan kewaspadaan pada penyakit leptospirosis ini, maka kenali penyakit tersebut lebih dalam.

GEJALA PENYAKIT LEPTOSPIROSIS

Pada berbagai kasus terkait kejadian penyakit leptospirosis, pada hari pertama penularan tidak ditemukan gejala sama sekali. Nmaun, kebanyakan penderita gejala penyakit ini muncul dalam 2 hari sampai 4 minggu setelah terkena bakteri leptospira. Gejala pada penyakit leptospirosis ini sangat bervariasi pada setiap pasien penderita. Pada awalnya sering kali penderita penyakit ini dianggap sebagai gejala penyakit lain, seperti demam berdarah maupun flu. Tanda serta gejala awal yang muncul pada penderita penyakit leptospirosis yaitu, sebagai berikut:

  • Sakit kepala
  • Demam tinggi serta menggigil
  • Diare
  • Mual, muntah, serta tidak nafsu makan
  • Mata merah
  • Nyeri pada oto, terutama pada betis serta punggung bagian bawah
  • Bintik bintik merah pada kulit yang tidak dapat hilang saat ditekan
  • Sakit pada perut

Beberapa keluhan diatas biasanya dapat pulih dalam waktu 1 minggu. Namun, penderita penyakit ini  dapat mengalami tahap kedua, yang biasa disebut dengan penyakit weil. Penyakit ini terjadi akibat peradangan yang diakibatkan oleh infeksi. Penyakit weil dapat berkembang 1 hingga 3 hari setelah gejala leptospirosis muncul. Gejala serta tanda pada penyakit weil ialah, sebagai berikut:

  • Demam
  • Penyakit kuning
  • Sulit buang air kecil
  • Pembengkakan pada kaki maupun tangan
  • Pendarahan, seperti mimisan ataupun batuk berdahak
  • Sesak napas
  • Nyeri pada bagian dada
  • Sakit kepala serta leher kaku
  • Lemas serta keringat dingin
  • Jantung berdebar debar

DIAGNOSIS LEPTOSPIROSIS

Untuk mengetahui serta mendignosis penyakit leptospirosis, maka dokter akan menanyakan keluhan serta gejala yang dialami pasien, serta Riwayat penyakit pasien. Dokter juga pastinya akan bertanya tentang Riwayat perjalanan, kondisi tempat tinggal pasien, serta aktivitas yang dilakukan pasien selama 14 hari sebelumnya. Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan secara fisik menyeluruh serta bebrapa tes penunjang untuk memastikan diagnosis serta mengetahui tingkat keparahan penyakit leptospirosis yang diderita oleh si pasien. Apabila telah mengalami gejala gejala yang telah disebutkan diatas, maka segeralah untuk meperiksakan diri ke rumah sakit ataupun puskesmas terdekat. Pada dasarnya gejala penyakit leptospirosis terkadang mirip dengan gejala penyakit infeksi lainnya, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan secara tepat guna mengetahui penyebab pastinya sebelum terjadi kemungkinan terburuk yaitu komplikasi.

PENCEGAHAN PENYAKIT LEPTOSPIROSIS

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan guna mencegah serta mengurangi resiko penyebaran infeksi akibat penyakit leptospirosis yaitu, sebagai berikut:

  • Melakukan vaksinasi pada hewan peliharaan maupun ternak
  • Menjaga kebersihan lingkungan serta memastikan lingkungan rumah bebas dari tikus
  • Mencuci tangan setiap sebelkum makan serta setelah melakukan kontak dengan hewan
  • Mengenakan pakaian pelindung, sepatu bot, sarung tangan, serta pelindung mata saat bekerja di area yang beresiko menularkan bakteri leptospira
  • Menutup luka menggunakan plester tahan air, terutama sebelum kontak dengan air di alam bebas
  • Menggunakan atau mengkonsumsi air yang sudah terjamin kebersihannya
  • Menghindari kontak langsung dengan air yang terkontaminasi, seperti berendam maupun berenang

PENGOBATAN PENYAKIT LEPTOSPIROSIS

Pada kondisi yang ringan, infeksi penyakit leptospirosis dapat disembuhkan dengan sendirinya dalam 7 har. Pengobatan umumnya ditujukan untuk meredakan gejala yang diderita oileh si pasien serta mencegah terjadinya kemungkinan terburuk yaitu komplikasi. Terdapat beberapa langkah untuk menangani penyakit leptospirosis ini yaitu, sebagai berikut:

  • Pemberian obat obatan

Jika sudah memiliki gejala, maka dokter akan memberikan obat obatan untuk meredakan gejala serta untuk mengatasi infeksi bakteri. Terdapat dua jenis obat yang kemungkinan akan diberikan oleh dokter yaitu, sebagai berikut:

  • Obat antibiotik, seperti amoxicillin, penisilin, doxycycline, atau azithromycin
  • Obat penurun demam serta pereda nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol
  • Perawatan di rumah sakit

Perawatan yang dilakukan di rumah sakit dilakukan bila infeksi akibat bakteri leptospira telah sampai pada tahap berkembang serta menyerang organ (penyakit weil). Pada kondisi ini, obat antibiotic akan diberikan melalui infus. Dokter juga akan melakukan beberapa penanganan guna mengobati penyakit leptospirosis yaitu, sebagai berikut:

  • Cuci darah, untuk membantu fungsi ginjal
  • Transfusi darah, bila terjadi pendarahan berat
  • Pemantauan terhadap kerja jantung
  • Infus cairan, untuk mencegah terjadinya dehidrasi pada pasien
  • Pemasangan ventilator, untuk mengatisipasi pasien mengalami gagal nafas
  • Pemberian vitamin K, untuk mencegah terjadinya pendarahan

(GE – FKR)

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top