SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Kenali bahaya zat etilen glikol jika dikonsumsi

Bagikan:

AshefaNews – Etilon glikol (Ethylene glycol) merupakan salah satu jenis zat kimia yang dapat membahayakan tubuh, apabila digunakan dengan cara yang tidak tepat. Zat kimia ini dikenal sebagai penyebab keracunan yang terjadi hingga berujung gangguan gagal ginjal akut pada anak anak di beberapa negara belahan dunia. Saat ini zat kimia ini sedang ramai diberitakan karena cemaran zat kimia etilen glikol (Ethylene glycol) pada obat jenis sirup diduga menjadi penyebab gangguan gagal ginjal akut misterius yang sedang ramai saat ini utamanya pada anak anak. Telah terjadi kasus serupa di berbagai negara yaitu, sebagai berikut: gambia, india, panama, haiti, serta nigeria.

Pemerintah mengatakan bahwa kasus gangguan gagal ginjal di Indonesia telah mencapai sebanyak 241 kasus yang tersebar di 22 provinsi di Indonesia. Dari angka tersebut sebanyak 133 anak telah meninggal dunia per bulan oktober 2022. Untuk sementara ini, pemerintah telah menarik dari peredaran obat jenis sirup yang mengandung etilen glikol untuk diresepkan maupun dijual.

ETILEN GLIKOL

Etilen glikol atau ethylene glycol merupakan anggota dari keluarga senyawa glikol (alkohol) yang berasal dari senyawa etilen. Zat kimia dengan rumus kimia C2H6O2 ini bentuknya berupa cairan bening, memiliki rasanya manis, kental Ketika dididihkan pada suhu 198 derajat celcius. Sifat pada zat kimia ini tidak berbau serta dapat larut dalam air, sehingga sering digunakan dalam produk komersial serta industri. Biasanya, zat kimia ini digunakan sebagai bahan mentah dalam pembuatan fiber polyester serta polietilena tereftalat (PET) pada prosuksi boto plastik. Etilen glikol juga memiliki banyak kegunaan,yaitu untuk pembuatan fiberglass yang dipakai untuk pembuiatan produk seperti bola bowling dan bak mandi. Zat kimia ini apabila digunakan sesuai dengan kebutuhan makan dapat menghemat tenaga, murah, serta dapat didaur ulang.

BAHAYA ETILEN GLIKOL

Etilen glikol akan sangat berbahaya apabila dikonsumsi. Zat kimia ini dapat menyebabkan penyakit yang serius. Terdapat beberapa gejala jika menelan etilen glikol, seperti muntah, kejang, mual, bahkan tak sadarkan diri. Selain itu, menghirup uap etilen glikol dapat mmebuat iritasi pada mata serta mengganggu system pada organ paru paru. Sebab, zat kimia ini tidak dapat menyerap dengan baik melalui kulir sehingga toksisitas sistemik tidak dapat terjadi. 

Zat kimia ini sebenarnya tidak memiliki bau dan warna. Namun, etina glikol cukup berbahaya untuk manusia. Jika zat ini terhirup oleh manusia, etina glikol yang teroksidasi menjadi asam glikolat, lalu menjadi asam oksalat yang tentu saja cukup beracun bagi tubuh orang dewasa maupun anak anak. Pada dasarnya etilen glikol memiliki tingkat toksisitas atau keracunan yang sangat rendah. Namun, begitu zat kimia ini berhasil terserap oleh tubuh, metabolit etilen glikol dapat merusak berbagai jaringan pada tubuh manusia, terutama organ ginjal. Hal ini dapat terjadi karena, metabolit zat ini bisa membentuk kristal yang dapat merusak organ pada tubuh. Selain organ ginjal, organ tubuh bagian lain dapat terdampak oleh zat kimia etilon glikol ini yakni, otak, liver atau hati, serta paru paru. Kercaunan etilen glikol dapat menyebabkan gangguan pada metabolisme yang dikenal dengan asodosis metabolic. Dalam kondisi yang cukup parah, penderita dapat mengalami gagal organ, syok berat, hingga kematian. Permasalahan kesehatan ini dapat diatasi dengan menggunakan antidot, sehingga kerusakan organ ginjal hingga kematian akibat keracunan etilen glikol dapat dicegah. 

(GE – FKR)

Scroll to Top