Kenali Bahaya Zat Dietilen Glikol Jika dikonsumsi

Bagikan:

AshefaNews – Dietilen glikol (Diethylene glycol) mempunyai karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan etilen glikol. Pada umumnya, dietilen glikol (Diethylene glycol) terdiri dari dua molekul etilen glikol yang melekat satu sama lain. Dietilen glikol (Diethylene glycol) banyak digunakan dalam bentuk produk rumah tangga. Namun, zat kimia ini juga dapat digunakan sebagai pelarut dalam obat jenis sirup untuk menggantikan gliserin karena harganya yang lebih murah. Berbeda dengan gliserin, dietilen glikol dapat mengakibatkan keracunan apabila dikonsumsi melebihi batas aman.

DIETILEN GLIKOL

Dietilen glikol (Diethylene glycol) merupakan senyawa organik dengan rumus (HOCH2CH2)2O. Dietilena glikol ialah zat kimia berbentuk cairan yang tidak memiliki warna, sehingga praktis tidak berbau, beracun, serta higroskopis dengan memiliki rasa yang cenderung manis. Dapat bercamur dan larut dalam air, alcohol, aseton, eter, serta etilen glikol. Selain itu, dietilena glikol ialah pelarut yang banyak digunakan sebagai pengontaminasi dalam produk konsumen, yang mengakibatkan banyaknya terjadi epidemi keracunan sejak awal abad tahun ke 20. Dietilen glikol adalah salah satu zat kimia yang punya sejarah kelam dalam memicu kasus keracunan di berbagai belahan dunia. Pertama kali terjadi pada tahun 1937 lalu di Amerika Serikat. Pada saat itu zat kimia dietilen glikol digunakan dalam racikan sulfanulamide (obat antibiotik). Lebih dari 100 orang telah meninggal dunia, serta sepertiga korban merupakan anak anak. Hingga saat itu, kasus yang berkaitan dengan zat kimia dietilen glikol tecatat telah terjadi di beberapa negara yaitu, sebagai berikut:

1937 – Amerika Serikat (Obat Antibiotik)

1969 – Afrika Selatan (Obat Penenang)

1986 – India (Gliserin)

1990 – Nigeria (Paracetamol)

1990 – Bangladesh (Paracetamol)

1992 – Argentina (Sirup Propolis)

1995 – Haiti (Paracetamol)

1998 – India (Obat Batuk Ekspektoran)

1998 – India (Paracetamol)

2006 – Panama (Obat Batuk)

2008 – Nigeria (Obat Analgesik)

Zat kimia ini sebenarnya tidak memiliki warna maupun bau. Namun, dietilen glikol cukup berbahaya untuk manusia. Jika zat ini terhirup tidak sengaja oleh manusia, dietilen glikol yang teroksidasi menjadi asam glikolat, lalu menjadi asam oksalat yang tentu saja cukup beracun bagi tubuh orang dewasa maupun anak anak. Pada dasarnya dietilen glikol memiliki tingkat toksisitas atau keracunan yang sangat rendah. Namun, begitu zat kimia ini berhasil terserap oleh tubuh, metabolit etilen glikol dapat merusak berbagai jaringan pada tubuh manusia, terutama organ ginjal. Hal ini dapat terjadi karena, metabolit zat ini bisa membentuk kristal yang dapat merusak organ pada tubuh. Selain organ ginjal, organ tubuh bagian lain dapat terdampak oleh zat kimia etilon glikol ini yakni, otak, liver atau hati, serta paru paru. 

BAHAYA DIETILEN GLIKOL

Dietilen glikol (Dethylene glycol) sama berbahayanya jika dikonsumsi melebihi batas aman oleh manusia baik anak anak maupun dewasa. Apabila seseorang mengkonsumsi zat ini secara berlebihan atau melebihi batas aman penggunaan, maka kemungkinan besar reaksi yang akan terjadi ialah muntah, diare, sakit perut, sakit kepala, serta cedera ginjal akut yang dapat menyebabkan kematian. Setelah terpapar dietilen glikol selama kurang lebih 8 hingga 24 jam. Keracunan dietilen glikol juga dapat menyebabkan penyakit pankreatitis, serta kelainan neurologis, yang akan muncul setelah terpapar zat kimia tersebut. 

Akibat hal ini, kini BPOM telah menetapkan persyaratan terkait larangan semua produk obat sirup maupun batuk untuk anak maupun dewasa yang menggunakan zat kimia dietilen glikol (Diethylene glycol). Pelarangan ini dilakukan sebagai bentuk respon atas kejadian yang diduga disebabkan konsumsi obat yang mengandung dietilen glikol (Diethylene glycol).

(GE – FKR)

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top