Kemenkes Targetkan RSUP Seluruh Indonesia Nantinya Bisa Jalani Operasi Jantung

Bagikan:

AshefaNews – Kementerian Kesehatan RI, miliki target membuat inovasi di seluruh Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) seluruh Indonesia natinya bisa tangani dan bahkan mengoprasi pasien penyakit jantung.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan seharusnya penanganan penyakit dan bedah jantung terbuka, dapat dilakukan setidaknya di satu rumah sakit di semua provinsi Indonesia.

Dante mengatakan nantinya seluruh rumah sakit di seluruh provinsi bisa melakukan bedah jantung terbuka yang ditergetkan pada tahun 2027.

“Kita targetkan bedah jantung terbuka ini dapat dilakukan di semua provinsi di Indonesia. Kita akan bisa melakukan bedah jantung terbuka pada tahun 2027,” ujar Dante dalam keterangannya di Kementerian Kesehatan RI, Sabtu 3 Desember 2022.

Dante menginfokan dalam target tersebut setiap rumah sakit yang ada melaksanakan pelayanan kardiovaskular komprehensif ke dalam tiga strata.

Pada Strata Madya, rumah sakit mampu melakukan pelayanan kardiovaskular berupa pelayanan non intervensi seperti pemasangan ring.

Pada Strata Utama, rumah sakit mampu melakukan pelayanan kardiovaskular berupa pelayanan non intervensi, pelayanan kateterisasi jantung, dan pelayanan bedah jantung terbuka.

Pada Strata Paripurna, rumah sakit mampu melakukan pelayanan kardiovaskular berupa pelayanan non intervensi, pelayanan kateterisasi jantung, pelayanan bedah jantung terbuka, dan pelayanan terpadu dan mutakhir.

“Pada tahun 2024 kira-kira 50 persen rumah sakit di level kota/ kabupaten bisa melakukan pemasangan ring,” ujarnya. 

Dante mengatakan berdasarkan data dari pihaknya hingga kini diketahui sudah ada beberapa rumah sakit sudah bisa melakukan tindakan intervensi non bedah (PCI) termasuk Rumah Sakit Umum Pusat Dr. J. Leimema Ambon, Maluku.

Secara nasional Maluku merupakan provinsi ke 28 yang telah melakukan tindakan intervensi non bedah dengan pemasangan stent pada penyakit jantung koroner.

Dante melanjutkan “Upaya ini merupakan salah satu langkah transformasi layanan kesehatan rujukan yang saat ini diusung Kementerian Kesehatan.”

Tujuannya untuk mengurangi beban pembiayaan kesehatan dan mengurangi antrian penanganan penyakit jantung serta sekaligus memberikan kemudahan akses masyarakat Indonesia kepada pelayanan kesehatan.

“Salah satu yang menjadi kendala dalam upaya untuk menekan angka kematian jantung ini adalah tindakan intervensi yang masih sangat terbatas, Bahkan penyakit jantung yang merupakan penyakit katastropik terbesar ini harus menunggu waktu layanan 1 tahun untuk dipasang ring kalau dikerjakan hanya di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta,’’ ujarnya. 

Berdasarkan riset data yang yang ada di Kementerian Kesehatan, penyakit jantung masih menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia, data yang tertera dalam 10 tahun terakhir. 

Penyakit jantung juga menjadi beban pembiayaan yang besar (penyakit katastropik), berdasarkan data estimasi kasus kardiovaskular di Indonesia sebanyak 2.784.064 kasus, sedangkan jumlah kematian ditemukan 15 dari 1000 orang.

Selain Maluku, masih terdapat 5 provinsi lain yang ditargetkan menyusul untuk dapat melakukan intervensi pemasangan ring jantung yaitu Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Maluku Utara, dan Sulawesi Barat.

(RM – AT)

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top