Kemenkes Sebut Gagal Ginjal Akut di Indonesia Capai 304 Kasus

Bagikan:

AshefaNews – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengumumkan bahwa terdapat 304 kasus gagal ginjal akut progresif atipikal (Gg GAPA) yang ditemukan di Indonesia.

Juru Bicara Kemenkes RI dr Muhammad Syahril menjelaskan bahwa jumlah tersebut berdasarkan data temuan kasus yang dicatatkan hingga Senin (31/10/2022).

Dari 304 kasus yang ditemukan, sebanyak 46 pasien penderita Gg GAPA hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Selain itu, terdapat 159 pasien yang dilaporkan meninggal dunia.

“Yang dirawat di seluruh Indonesia sebanyak 46 kasus, dan meninggal 159 kasus yang meninggal atau 52 persen,” ujar Syahril dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Selasa (01/11/2022).

Sementara itu, kata Syahril, terdapat 99 pasien Gg GAPA yang sudah dinyatakan sembuh hingga Senin Kemarin. Para pasien tersebut tersebar di sejumlah wilayah Tanah Air.

“Yang sembuh 99 kasus. Jadi ini (data) per 31 Oktober,” kata Syahril.

Secara terperinci, Syahril menjabarkan bahwa pasien Gg GAPA yang dicatatkan saat ini terdiri dari 179 laki-laki dan 125 perempuan.

Sedangkan dari segi kelompok usia, sebanyak 173 pasien berumur 1 sampai 5 tahun, dan 46 pasien berusia di bawah 1 tahun.

“Kemudian usia 6 sampai 10 tahun sebanyak 43 kasus, dan 11 sampai 18 tahun sebanyak 42 kasus,” pungkas Syahril.

Adapun sampai saat ini Kemenkes RI menyampaikan bahwa kasus Gg GAPA yang ditemukan Indonesia tersebar 27 provinsi.

Syahril mengungkapkan bahwa penyakit tersebut memiliki gejala berupa gangguan buang air kecil pada anak yang disebut sebagai oliguria ataupun anuria.

Oliguria berarti terjadinya penurunan frekuensi buang air kecil, termasuk volume buang air kecilnya. Sedangkan anuria merupakan istilah seseorang yang tidak buang air kecil sama sekali.

Jika pasien mengalami anuria, kata Syahril, artinya sudah masuk stadium tiga atau stadium berat pada penyakit gagal ginjal.

Syahril menambahkan bahwa para pasien juga kerap mengalami gejala awal seperti demam, mulai, kehilangan nafsu makan dan gairah. Pasien juga mengalami muntah-muntah, gangguan saluran pernapasan, dehidrasi, hingga nyeri pada bagian perut.

(RM – WAH)

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top