Dua Dari Tiga Anak Probable Gagal Ginjal Akut Di Kabupaten Bekasi Meninggal Dunia

Bagikan:

AshefaNews, Bekasi – Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi membenarkan telah menerima notifikasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, bahwa ada 5 anak suspect gagal ginjal akut Progresif Atipikal atau Accute Kidney Injury (AKI), sejak Kamis (20/10/2022) pekan kemarin.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dr Alamsyah menuturkan, dari notifikasi Dinkes Provinsi Jabar tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap kelima anak tersebut.

“Bahwa kasus ini kami dapatkan setelah mendapatkan notifikasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, yang alurnya itu berasal Kementerian Kesehatan dan dari laporan rumah sakit.” jelas Alamsyah saat ditemui dikantornya, jumat pagi (28/10/2022).

Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi, kata Alamsyah, tiga dari lima anak dengan rentang usia 1 tahun hingga 10 tahun, dinyatakan probable gagal ginjal akut Progresif Atipikal, bahkan dua diantaranya meninggal dunia.

“Kemudian, dua orang dinyatakan meninggal dunia, meninggal dunia ini belum dipastikan karena apa meninggalnya baru disebut sebagai Probable Accute Kidney Injury. Probable itu artinya besar kemungkinan tapi masih diteliti apa penyebanya,” tegas Alamsyah.

Kedua anak Probable Accute Kidney Injury yang meninggal dunia, anak laki-laki usia 3 tahun berasal dari Kecamatan Tarumajaya, dan dari Kecamatan Tambun Utara.

“Anak laki-laki umur 3 tahun kecamatan Tarumajaya dan Tambun Utara meninggal dunia, ini karena dicurigai Probable Accute Kidney Injury,” ujarnya.

Sedangkan dua suspect lainnya dinyatakan meninggal dunia bukan karena gagal ginjal akut, tetapi karena memang menderita gagal ginjal karena keturnan, dan karena covid 19.

“Kemudian anak perempuan usia 4 tahun tinggal di Kecamatan Cibarusah itu sekarang masih dirawat di RSCM, kemarin itu yang dilaporkan kondisinya sudah membaik, sudah tidak dilakukan cuci darah, kemudian posisi masih di ruang PICU, tapi sudah ada kontak, sudah ada reaksi dengan dunia luar, artinya sudah ada perbaikan kondisinya setelah dilakukan penanganan.” ungkapnya.

Meski begitu, Almasyah meminta kepada masyarakat agar untuk tidak panik, dan segera melakukan pemeriksaan kondisi anak pada pusat kesehatan terdekat, bila mengalami gejala-gejala gagal ginjal akut agar mendapatkan penanganan secara intensif.

“Poinnya bahwa jangan panik, semoga ini cepat diketahui penyebabnya, karena juga yang terbaru Kemenkes telah merilis daftar obat sirop yang aman serta list daftar obat yang sudah ditarik ya,” tutupnya.

(RM – HA)

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top