cara Penanganan gangguan ginjal akut yang terjadi pada anak

Bagikan:

AshefaNews – Penyakit gangguan pada organ ginjal atau lebih dikenal dengan sebutan gagal ginjal tidak hanya mernyerang orang dewasa, tentunya juga bisa dialami oleh anak anak. Sebagai orang tua penting untuk mengetahui gejala, penyebab, serta tata cara dalam menangani penyakit tersebut. Penyakit pada organ ginjal yang terjadi pada anak anak secara garis besar berbeda dengan yang terjadi oleh orang dewasa. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan penyebab terbeanyak kasus gangguan ginjal yang terjadi pada anak anak ialah kelainan bawaan. Selain itu, peradangan pada organ ginjal (glomerulonerphritis), autoimun, serta infeksi menjadi beberapa penyebab dapat terjadinya gangguan ginjal pada anak. Pada umumnya, penyakit gagal ginjal pada anak sering kali tidak menunjukkan gejala yang dirasa sehingga terkadang tidak terdeksi dini dan baru diketahui Ketika berusia remaja. Gejala baru akan timbul Ketika fungsi organ ginjal sudah mulai menurun atau rusak. Ketika fungsi ginjal  sudah mengalami gangguan, anak dapat menampakkan beberapa gejala yang dirasakan yaitu, antara lain; muncul bengkak pada area bagian wajah, kaki, maupun tangan, tampak pucat, mudah merasa lelah, anemia serta demam yang disebabkan oleh infeksi pada organ ginjal. Pada kondisi ini dapat juga terjadi perburukan gizi, biasanya asam pada tubuh meningkat serta mengganggu penyerapan nutrisi sehingga mengakibatkan kurangnya nafsu makan, dan menghambat tumbuh kembang, serta kecerdasan anak tersebut.

Ganguan ginjal akut yang terjadi pada anak pada dasarnya memiliki gejala yang khas, yaitu berupa  penurunan volume urine secara drastis atau tiba-tiba. Apabila anak mengalami gejala tersebut, sebaiknya anak segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat secepatnya guna mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan keesokan hari. 

CARA PENANGANAN GANGGUAN GAGAL GINJAL AKUT

Tata laksana penanganan gangguan gagal ginjal akut pada anak telah dikeluarkan hal ini terdiri dari tiga langkah, mulai dari diagnosis hingga deteksi dini. Kementrian Kesehatan pada tanggal 28 september 2022 telah menerbitkan tata laksana penanganan gangguan gagal ginjal akut progresif atipikal yang masih sedikit diketahui penyebabnya yang terjadi pada anak, mulai dari diagnosis hingga melakukan Tindakan kepada pasien. Tata laksana secara klinis yang telah dikeluarkan terdiri dari tiga langkah, mulai dari diagnosis, deteksi dini sebelum ke rumah sakit serta tata laksana klinis rumah sakit. 

Tata Laksana Klinis 

~ Diagnosis

  1. Wawancara Pasien
  • Anak usia < 18 tahun, bergejala demam, muntah, batuk, diare, serta volume urin menurun secara drastis
  • Riwayat penyakit sebelumnya, perjalanan 15 hari, vaksinasi Covid-19 serta kontak hewan maupun peliharaan.
  1. Pemriksaan Fisik
  • Terjadi pembengkakan pada perut atau genital
  • Hipertensi serta napas cepat
  • Dehidrasi
  • Terjadi penurunan pada kesadaran 
  1. Pemeriksaan Penunjang
  • Dilakukan sesuai alur tata laksana pada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) serta rumah sakit

~ Deteksi Dini Sebelum Ke Rumah Sakit

  1. Masyarakat
  • Memberi rujuan kepada pasien untuk ke FKTP jika menemukan gejala pada anak
  • Waspada terhadap gejala gangguan ginjal akut
  1. FKTP

  • Mengedukasi orang tua untuk membantu tanda bahaya gangguan ginjal akut
  • Melakukan pemeriksaan kepada pasien secara menyeluruh

~ Tata Laksana Klinis Rumah Sakit

  1. Rumah Sakit Pra Rujukan
  • Pemriksaan kreatinin serial tiap 11 jam serta pengobatan
  • Monitor cairan dan diuresis, kesadaran, napas, serta tekanan pada darah
  1. Rumah Sakit Rujukan
  • Pembuatan cairan dengan pemantauan cairan masuk dan keluar
  • Stabilisasi ABC (untuk pernapasan)
  • Dialisis pada anak
  • Pengobatan
  • Perawatan PICU sesuai indikasi
  • Pemeriksaan lengkap pada darah serta urine

(GE – FKR)

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top