SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Astraphobia: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bagikan:

AshefaNews – Astraphobia adalah ketakutan pada petir dan kilat yang menyebabkan seseorang menjadi cemas dan panik. Saat mendengar ataupun melihat gambar dan film yang berhubungan dengan petir penderitanya pun akan merasa takut. Selain pada manusia, hewan peliharaan pun bisa mengalaminya. Hewan yang umum mengalami phobia petir adalah anjing. 

Jika keadaan phobia petir ini sudah mengganggu kehidupan sehari-hari anda, berarti keadaan ini memerlukan tindakan pengobatan dengan ahli medis. Gejala astraphobia akan menimbulkan gejala fisik seperti tremor, keringat berlebih, jantung berdebar cepat dan lainnya. Penderitanya pun akan mencari tempat sembunyi agar bisa menghindari kilat dan petir. Ketahui lebih jelas mengenai astraphobia di artikel ini

Apa itu astraphobia ? 

Astraphobia adalah ketakutan berlebihan pada petir dan kilat. Penderita biasanya akan mengalami kecemasan dan kekhawatiran. Lebih parahnya penderita akan mengalami kecemasan dan serangan panik walaupun hanya melihat laporan cuaca terkait badai, petir. 

Siapa saja bisa mengalami astraphobia dari anak-anak hingga dewasa. Tetapi, kebanyakan dialami anak dan hewan peliharaan. Takut dengan petir dan kilat ini masuk dalam phobia spesifik. Setidaknya 8 persen orang dewasa mengalami astraphobia menurut Cleveland Clinic. 

Astraphobia bisa menyebabkan penderitanya gemetar, panik, berkeringat hingga menangis selama ada badai petir berlangsung. Bisa meningkat jika sedang berada sendirian tidak ada orang lain yang menemani dan menenangkan. Badai petir ini menyebabkan reaksi ekstrem yang melelahkan. Dalam kasus yang serius astraphobia dapat berkembang menjadi agoraphobia atau takut meninggalkan rumah. 

Gejala Astraphobia 

Gejala umum astraphobia sama seperti phobia lainnya yaitu rasa takut berlebihan. Gejala fisik yang terjadi, seperti : 

  • Pusing dan mau pingsan 
  • Jantung berdebar cepat 
  • Sakit dada 
  • Sesak nafas 
  • Mual muntah 
  • Diare 
  • Tubuh berkeringat
  • Tremor

Selain itu tanda lain saat mengalami astraphobia, yaitu : 

  • Berpegangan pada orang lain agar mendapatkan perlindungan
  • Keinginan yang kuat bersembunyi dari petir dan badai, bisa di dalam lemari, kamar mandi atau bawah tempat tidur
  • Menangis terutama pada anak-anak

Gejala astrophobia akan muncul saat mendengar badai petir dan melihat kilat. Langsung diikuti gejala fisik seperti di atas. Jika gejala sudah mengganggu aktivitas sehari-hari dan terjadi enam bulan berturut-turut, segera konsultasikan dengan ahli medis profesional

Penyebab Astraphobia 

Ada faktor yang menyebabkan terjadinya astraphobia, diantaranya : 

  • Mempunyai anggota keluarga yang mengalami phobia petir yang sama 
  • Trauma masa kecil terkait petir, badai 
  • Memiliki riwayat gangguan kecemasan dan fobia lainnya

Ada juga seseorang yang mengalami takut petir tanpa alasan yang jelas, tetapi dia sangat takut dengan suara yang ditimbulkannya. 

Menurut psikolog Ikhsan, ada individu yang mempunyai sensori pendengaran lebih sensitif bisa menjadi lebih takut ketika ada suara petir. Seperti anak autisme yang memiliki sensori yang cenderung lebih sensitif. Orang yang memiliki gangguan mental seperti riwayat kecemasan, depresi akan memiliki resiko lebih besar terkena fobia petir dan kilat. 

Cara mengatasi Astraphobia

Dokter akan melakukan diagnosis dengan memberikan beberapa pertanyaan. Informasi yang perlu diketahui tenaga ahli, diantaranya: 

  • Kecemasan dan takut terhadap petir berlangsung selama 6 bulan atau lebih 
  • Ketakutan dan rasa panik muncul saat melihat kilat dan petir
  • Menghindari sesuatu yang berhubungan dengan kilat dan petir termasuk gambar dan video
  • Kepanikan terhadap petir dan kilat terus terjadi meskipun sedang berada di tempat yang aman

Membantu anak untuk mengatasi astraphobia 

Jika mempunyai anak yang mengalami astraphobia, sebagai orang tua dapat membantu dengan cara, yaitu :

  • Menjelaskan bahwa petir dan kilat tidak akan menyakiti mereka
  • Belajar lebih banyak tentang badai agar tidak takut menghadapinya
  • Ceritakan bahwa badai adalah bagian alami yang terjadi dalam kehidupan, bisa memberi manfaat untuk bumi yaitu menyuburkan tanaman
  • Menyediakan tempat yang aman dan nyaman bagi anak saat terjadi badai
  • Jika anak masih takut dan tertekan dengan adanya badai petir setelah usaha yang dilakukan orang tua di rumah, cari bantuan ahli profesional.

Diagnosis ini sangat penting dilakukan dengan benar agar bisa mengetahui apakah seseorang mengalami phobia petir atau tidak dan mengetahui metode pengobatan yang tepat.

Pengobatan Astraphobia 

1. Terapi perilaku kognitif (CBT)

Terapi perilaku kognitif bertujuan untuk mengetahui penyebab pola pikir negatif seseorang terhadap benda atau objek yang menimbulkan phobia. Objek tersebut adalah petir dan kilat. Setelah itu psikolog akan membantu untuk mengubah pola pikir negatif agar lebih rasional.

2. Dialectical behavioural therapy (DBT)

Terapi DBT pada astraphobia dapat membantu mengontrol emosi, mengurangi rasa takut dan cemas. Dalam prosedurnya menggabungkan terapi wicara dan pengendalian stres seperti meditasi

3. Terapi pemaparan atau eksposur

Terapi pemaparan, seseorang yang mengalami phobia petir akan dihadapkan pada ketakutannya mulai dari melihat gambar, video, film tentang kilat dan petir. Setelah itu tenaga ahli akan mengajarkan cara agar tetap tenang dalam situasi tersebut secara perlahan.

Dalam prosesnya orang dengan phobia petir akan mencoba untuk merasakannya dan mengenali sumber ketakutan mereka. Sehingga, perlahan diharapkan bisa beradaptasi dan mengatasi penyebab kecemasan tersebut. Namun, membutuhkan waktu yang lama dan tanpa paksaan.

4. Teknik manajemen stres 

Teknik manajemen stres bisa dilakukan untuk mengurangi kecemasan saat berhadapan dengan phobia. Misalnya dengan sering berolahraga raga secara teratur. Ketika panik menerapkan metode pernafasan dalam dan sebagainya. 

5. Penggunaan obat-obatan

Penggunaan obat-obatan untuk meredakan kepanikan, stres saat badai petir datang, dokter atau psikiater akan memberikan obat anti kecemasan.

Namun, penggunaan obat ini tidak untuk jangka panjang, karena hanya sementara atau jangka pendek. Harus diawasi oleh dokter penggunaannya karena masuk dalam obat anti kecemasan yang rentan mengalami kecanduan. 

6. Berdoa 

Banyak orang mengatasi rasa ketakutannya dengan berdoa agar lebih tenang. Sehingga rasa cemas akan sedikit mereda karena fokus anda hanya pada berdoa. Hak ini bisa dilakukan ditempat tidur atau sebelum tidur selama badai. 

Buat posisi tidur senyaman mungkin atau bisa dengan bersembunyi di dalam selimut sambil berdoa agar kecemasan terus berkurang diikuti dengan teknik relaksasi nafas dalam. 

Kesimpulan

Astraphobia adalah suatu kondisi takut berlebihan dan rasa panik saat mendengar atau melihat petir dan kilat. Bisa dialami oleh anak-anak hingga dewasa serta binatang peliharaan. Gejala fisiknya seperti pusing, jantung berdebar, keringat berlebih, sesak nafas, mual muntah dan sebagainya. Serta berpegangan pada orang lain saat ada petir, bersembunyi saat ada petir dan menangis pada anak-anak.

Penyebabnya astraphobia yaitu trauma masa lalu yang berkaitan dengan petir dan kilat, faktor keturunan yang mengalami hal yang sama, memiliki riwayat gangguan mental. Pengobatan astraphobia bisa dilakukan oleh psikolog dan psikiater dengan metode terapi perilaku kognitif, Dialectical behavioral therapy (DBT), Terapi pemaparan atau eksposur, obat-obatan, dan manajemen stres. 

(FR – Rifa)

Scroll to Top