SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

9 Penyebab Bentuk Wajah Tidak Simetris

Bagikan:

AshefaNews – Wajah yang simetris adalah salah satu hal yang didambakan setiap orang terutama wanita. Namun, tidak semua orang memiliki wajah yang simetris. Dalam kebanyakan kasus, penyebab wajah tidak simetris adalah karena faktor genetik.

Gen biasanya sangat mempengaruhi bagaimana bentuk wajah seseorang, sehingga ketidaksimetrisan dapat terjadi jika individu memiliki bentuk wajah yang berbeda dari orang lain di keluarganya.

Faktor-faktor seperti rasio lebar hidung dan ukuran mulut juga bisa berperan dalam menentukan apakah seseorang memiliki wajah yang simetris atau tidak. Bentuk wajah tidak simetris juga bisa disebabkan oleh cedera atau operasi plastik yang salah.

Lalu apa yang menyebabkan bentuk wajah tidak simetris? Dalam artikel ini, kita akan membahas 9 penyebab utama dibalik bentuk wajah tidak simetris.

9 Penyebab utama wajah tidak simetris

Sebagian besar wajah manusia yang terlihat tidak simetris disebabkan karena bagian tulang wajahnya yang mengalami perbedaan ukuran. Bagian tulang di sisi kanan dan kiri mata, hidung, dan mulut seringkali berbeda ukuran.

Tak hanya itu wajah yang tidak simetris pun bisa juga disebabkan karena adanya gangguan pertumbuhan sel pada masa kanak-kanak. Ketika anak-anak tumbuh, beberapa sel dalam tubuh mereka tidak tumbuh dengan baik sehingga menyebabkan bentuk wajah yang tidak simetris.

Ataupun bisa juga disebabkan karena cedera atau luka pada wajah. Penyakit seperti tumor atau kanker juga bisa menjadi penyebab terjadinya wajah yang tidak simetris. Masih banyak lagi penyebab yang bisa menyebabkan wajah tidak simetris yang akan dijelaskan pada artikel berikut ini.

1. Keturunan

Keturunan merupakan faktor yang paling umum dalam menentukan bentuk wajah seseorang. Wajah seorang anak biasanya mirip dengan salah satu orang tuanya, dan faktor keturunan ini bisa berpengaruh pada bentuk wajah simetris atau tidaknya.

2. Kondisi bawaan lahir

Kondisi bawaan lahir juga menjadi faktor yang dapat mempengaruhi bentuk wajah tidak simetris. Penyebabnya adalah perbedaan bentuk wajah yang diwariskan dari orang tua. Masing-masing orang tua memiliki gen yang berbeda sehingga ketika mereka bertemu sehingga hasilnya akan berbeda. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya ketidaksimetrisan wajah pada bayi.

Selain itu, faktor lain yang dapat mempengaruhi kondisi bawaan lahir adalah masalah kesehatan ibu selama kehamilan. Jika ibu menderita penyakit atau infeksi tertentu selama masa kehamilan, kemungkinan besar bayi akan mengalami beberapa masalah kesehatan ketika dilahirkan. Masalah ini dapat mengubah bentuk wajah bayi dan menyebabkan wajah tidak simetris.

3. Penuaan

Pada umumnya, bentuk wajah manusia cenderung simetris. Namun penuaan bisa menyebabkan kulit wajah manusia menjadi kurang simetris. Hal tersebut disebabkan karena kulit kehilangan elastisitas dan kekencangannya dan memudar yang berarti garis-garis halus di pipi dan dagu akan lebih terlihat.

Akibatnya, garis di sekitar mata dan mulut akan menjadi lebih jelas dan kulit biasanya akan tampak kendur. Pigmentasi wajah juga bisa berubah dengan penuaan sehingga manusia mungkin akan memiliki beberapa warna wajah yang berbeda. Penuaan dapat juga menyebabkan rambut menjadi tipis dan lemah serta mengurangi volume alis.

4. Kerusakan kulit akibat sinar matahari

Dalam keadaan normal kulit manusia dapat menahan sejumlah sinar UV yang masuk, namun jika terpapar terlalu lama, kulit akan mengalami kerusakan. Sinar UV dapat merusak lapisan kulit yang melindungi dari bakteri dan virus.

Sehingga akan lebih mudah tertular penyakit. Selain itu, sinar matahari juga dapat membuat kulit menjadi lebih kering dan kasar. Hal ini akan menyebabkan bentuk wajah tidak simetris dan berbagai macam masalah kesehatan lainnya.

5. Gaya hidup

Saat ini, banyak orang yang memiliki wajah tidak simetris. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gaya hidup, pola makan, dan genetika.

Gaya hidup merupakan salah satu penyebab utama wajah tidak simetris. Banyak orang yang mengalami masalah dengan bentuk wajah karena tidak menjaga gaya hidupnya dengan baik. Sering kali melakukan hal-hal yang dapat merusak kesehatan wajah, seperti:

·         Tidur di malam hari

·         Merokok

·         Minum alkohol

·         Stres

Hal-hal tersebut dapat menyebabkan keriput, flek hitam, dan bintik-bintik pada wajah. Selain itu, gaya hidup yang buruk juga dapat menyebabkan gangguan metabolisme dan hormone, yang akhirnya dapat mempengaruhi bentuk wajah.

6. Merokok

Merokok juga merupakan salah satu penyebab utama bentuk wajah tidak simetris. Merokok dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi kurang elastis dan kaku sehingga dapat menyebabkan wajah tidak seimbang.

7. Pencabutan gigi

Gigi yang hilang dapat menyebabkan bagian wajah yang lainnya terlihat lebih besar atau lebih kecil dari seharusnya. Pencabutan gigi juga dapat mengubah posisi rahang dan menyebabkan ketidaksimetrisan.

Pencabutan gigi biasanya dilakukan jika gigi sudah terkena karies parah, atau jika ada masalah perawatan lainnya. Prosedur ini dapat dilakukan dengan cara bedah atau pembedahan umum dan disebut sebagai ekstraksi.

Sebelum prosedur ini dimulai dokter akan memberikan anestesi lokal untuk mengurangi rasa sakit yang mungkin dialami saat prosedur tersebut. Setelah proses pencabutan selesai dokter akan mengisi ruangan gigi yang hilang dengan obat atau bahan lainnya untuk membantu menjaga bentuk wajah simetris.

Dalam beberapa kasus, pasien mungkin memerlukan potongan tulang untuk menyamaikan rata garis rahang dan mengembalikan simetris wajah mereka. Penggunaan tulang potongan dapat bervariasi, tergantung pada kondisi dan lokasi gigi yang hilang. Setelah prosedur selesai, dokter akan memberikan obat pereda nyeri.

8. Cedera

Kebanyakan cedera terjadi selama proses pertumbuhan, ketika tulang dan jaringan lunak sedang mengalami perubahan. Beberapa cedera yang paling umum mencakup patah tulang, robekan jaringan lunak, dan fraktur.

Fraktur biasanya dapat diobati dengan operasi, tetapi seringkali menyebabkan deformitas yang permanen. Patah tulang dan robekan jaringan lunak seringkali sulit untuk diperbaiki dan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada wajah.

9. Bell’s palsy

Bell’s palsy adalah penyakit saraf yang dapat menyebabkan kerusakan pada saraf wajah. Penyakit ini seringkali menyerang secara tiba-tiba dan dapat menimbulkan rasa sakit di daerah wajah. Bell’s palsy juga dapat menyebabkan kelumpuhan pada salah satu sisi wajah sehingga wajah terlihat tidak simetris.

Gejala lain yang mungkin terjadi akibat Bell’s palsy adalah kekurangan rasa di sisi wajah yang terkena, mengurangnya pergerakan lidah dan bibir, gangguan pada pendengaran, memar di telinga, hingga mata berair.

Gejala-gejala ini biasanya akan hilang dalam beberapa minggu atau bulan. Namun, dalam beberapa kasus, gejalanya bisa bertahan lebih lama. Beberapa cara untuk mengobati Bell’s palsy adalah dengan fisioterapi wajah, obat-obatan seperti steroid dan antivirus, serta akupunktur.

Beberapa orang juga telah mencoba berbagai obat tradisional untuk mengobati penyakit ini. Untuk menghindari komplikasi yang lebih parah akibat Bell’s palsy, penting untuk menghubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan cepat.

Cara mengatasi masalah wajah tidak simetris

Cara mengatasi masalah wajah tidak simetris bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari operasi hingga perawatan khusus. Untuk mengatasi masalah wajah tidak simetris bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut ini:

1.      Berpikir positif tentang gaya rambut dan penampilan. Pemikiran positif akan membantu seseorang merasa lebih percaya diri dibandingkan sebelumnya karena gaya rambut dan penampilan bisa menutupi bagian wajah yang tidak simetris.

2.      Menjaga pola makan yang sehat dengan mengkonsumsi makanan organik dan bergizi tinggi. Makanan yang baik akan mendukung proses regenerasi sel kulit dan juga meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Bisa dengan mengonsumsi makanan tinggi protein, vitamin, mineral dan antioksidan untuk memperbaiki kerusakan sel-sel kulit.

3.      Olahraga secara teratur untuk menjaga berat badan tetap ideal dan tidak kelebihan berat badan yang akan memperburuk masalah wajah tidak simetris.

4.      Berhenti merokok atau mengurangi asupan nikotin untuk menghindari kerusakan pada kulit. Sehingga menghindari hal-hal yang tidak baik pun bisa menjadi cara untuk mengatasi wajah yang tidak simetris.

5.      Melakukan perawatan wajah setiap hari untuk menjaga kesehatan dan kelembutan kulit wajah Anda.

6.      Konsultasikan masalah wajah tidak simetris ini kepada dokter spesialis kecantikan atau estetika untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Namun, sebelum melakukan apapun, sebaiknya mencari tahu apa yang menjadi penyebab pasti dari ketidaksimetrisan wajah. Karena setiap orang yang memiliki wajah tidak simetris ini bisa terjadi karena penyebab yang berbeda-beda. 

(GE – GUR)

Scroll to Top