SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Mencegah Kekerasan Verbal pada Anak

Bagikan:

AshefaNews – Jika dipikir-pikir, kekerasan verbal adalah masalah yang tidak hanya memengaruhi orang dewasa. Faktanya, ini adalah salah satu bentuk pelecehan anak yang paling umum. Dan, seperti yang kita semua tahu, pelecehan anak tidak pernah baik-baik saja. Jadi bagaimana Anda menghentikan kekerasan verbal pada anak-anak Anda? Dimulai dengan memahami apa itu dan bagaimana cara kerjanya. Setelah itu, Anda perlu mengambil tindakan. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda mencegah kekerasan verbal pada anak-anak Anda.

Apa itu kekerasan verbal?

Kekerasan verbal mengacu pada kata-kata atau tindakan apa pun yang dimaksudkan untuk menyakiti, menghina, mengintimidasi, atau mengendalikan orang lain. Itu bisa disengaja atau tidak disengaja dan dapat diungkapkan dengan kata-kata, gerak tubuh, atau tindakan. Kekerasan verbal dapat berdampak negatif baik pada korban maupun penyerang.

Anak yang mengalami kekerasan verbal seringkali merasa takut, terjebak, dan tidak berdaya. Mereka mungkin menarik diri dan mengasingkan diri dari teman dan anggota keluarga. Mereka juga dapat mengembangkan masalah dengan harga diri dan keterampilan komunikasi. Korban kekerasan verbal juga dapat bertindak dengan cara yang merusak (seperti vandalisme atau kemarahan terhadap orang lain).

Cara terbaik untuk mencegah kekerasan verbal adalah dengan mengingat bahwa semua kata memiliki kekuatan. Jika Anda menyaksikan atau mengalami kekerasan verbal pada anak Anda, cobalah untuk berbicara dengan tenang kepada mereka tentang mengapa perilaku mereka tidak dapat diterima. Anda juga dapat mendorong mereka untuk mengungkapkan perasaan mereka dengan cara lain (seperti menulis buku harian) daripada menggunakan bahasa kasar. Jika kekerasan verbal menjadi masalah dalam rumah tangga Anda, pertimbangkan untuk berbicara dengan terapis atau konselor yang dapat membantu Anda menemukan solusi.

Jenis kekerasan verbal

Ada banyak jenis kekerasan verbal yang dapat mempengaruhi perkembangan anak. Beberapa jenis kekerasan verbal yang paling umum meliputi:
-Nama panggilan
-Menganggap seseorang bodoh atau dungu
-Mengolok-olok berat badan, tinggi badan, atau penampilan seseorang
-Berteriak, meneriaki, atau menghina seseorang secara lisan

Apa yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah kekerasan verbal pada anak-anak mereka?

Orang tua dapat memulai dengan berbicara kepada anak-anak mereka tentang mengapa kata-kata sangat berarti. Mereka juga dapat membantu anak-anak mereka belajar bagaimana mengekspresikan diri tanpa kekerasan. Orang tua juga dapat menetapkan batasan dan harapan untuk anak-anak mereka, dan pastikan untuk menegakkannya. Terakhir, orang tua dapat mencontohkan cara yang positif untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Sekolah dapat bekerja untuk menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi semua siswa. Mereka juga dapat bekerja untuk mengajar siswa bagaimana mengekspresikan diri tanpa kekerasan, dan menyediakan sumber daya dan dukungan bagi para korban kekerasan verbal.

Kesimpulan

kekerasan verbal adalah masalah yang mempengaruhi anak-anak dari segala usia, tetapi terutama meresahkan pada anak kecil. Kekerasan verbal dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari panggilan nama hingga teriakan dan umpatan. Ini dapat berdampak besar pada harga diri dan harga diri anak dalam kelompok sebayanya, yang dapat menyebabkan masalah sosialisasi di kemudian hari. Jika Anda khawatir anak Anda melecehkan dirinya sendiri atau orang lain secara verbal, ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mengatasi masalah tersebut. Langkah pertama adalah mengidentifikasi situasi sebagai masalah dan membicarakannya secara terbuka dengan anak Anda. Jika mereka tidak mau atau tidak dapat mengubah perilakunya sendiri, Anda mungkin perlu mencari bantuan profesional. Namun, bahkan jika anak Anda tidak memerlukan bantuan profesional, membicarakan masalahnya akan membantu mereka belajar bagaimana menghadapinya di masa mendatang.

(GE)

Scroll to Top