SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Cara Menghadapi Anak yang Berperilaku Kasar

Bagikan:

AshefaNews – Bukan rahasia lagi bahwa anak-anak terkadang gaduh dan tampak tidak terkendali. Dan meskipun Anda mungkin merasa tidak ada yang dapat Anda lakukan, sebenarnya ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menghadapi anak-anak yang berperilaku kasar. Pertama dan terpenting, tetap tenang. Jika Anda kehilangan kesabaran, kemungkinan besar Anda akan memberikan kesan yang salah kepada anak-anak tentang bagaimana berperilaku di sekitar orang dewasa. Sebaliknya, tetaplah tenang dan tegas bahkan ketika situasinya sulit. Selain itu, pastikan Anda memahami hak hukum Anda sebagai orang dewasa. Jika Anda menyaksikan seorang anak dianiaya atau diintimidasi, jangan ragu untuk melaporkannya. Waspadai konsekuensi yang mungkin terjadi sebelum melakukannya. Terakhir, bersabarlah. Anak-anak sering bertingkah dengan caranya sendiri dan belum tentu berubah dalam semalam. Selama Anda menangani situasi dengan tenang dan rasional, kemungkinan besar anak tersebut pada akhirnya akan mempelajari pelajarannya.

Buat Aturan dan Pedoman

Saat menghadapi anak yang berperilaku kasar, penting untuk menetapkan aturan dan pedoman sejak dini. Ini akan membantu menjaga anak tetap sejalan dan memastikan bahwa mereka berperilaku dengan cara yang dapat diterima. Juga bermanfaat untuk memberikan konsekuensi karena melanggar aturan. Ini akan membantu anak belajar menghormati otoritas Anda dan mematuhi perintah Anda.

Bicaralah dengan Anak Anda

Jika Anda memiliki anak yang bertingkah kasar atau jahat, ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk membantu mereka belajar berperilaku. Pertama, penting untuk berbicara dengan anak Anda tentang mengapa mereka berperilaku seperti ini. Anda mungkin perlu menjelaskan bahwa beberapa perilaku tidak baik dan mereka perlu belajar bagaimana mengendalikan emosi mereka. Penting juga untuk menetapkan batasan untuk anak Anda. Beri tahu mereka apa yang boleh dan tidak boleh, dan pastikan mereka memahami mengapa batasan ini ada. Jika anak Anda terus berperilaku agresif, Anda mungkin perlu mendisiplinkan mereka dengan cara yang memenuhi kebutuhan mereka. Ini bisa termasuk memukul, membumikan mereka, atau mengusir mereka dari rumah untuk jangka waktu tertentu. Terakhir, bersabarlah dengan anak Anda – mereka mungkin tidak berubah dalam semalam!

Dapatkan Bantuan dari Profesional

Jika anak Anda berperilaku buruk, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan bantuan. Pertama, bicarakan dengan mereka tentang perilaku mereka. Jelaskan bahwa perilaku mereka tidak baik dan minta mereka untuk berhenti. Jika mereka tidak mendengarkan, coba cabut hak istimewa sampai perilaku tersebut berhenti. Jika itu tidak berhasil, Anda mungkin perlu mengambil tindakan. Jika anak Anda melakukan kekerasan atau destruktif, Anda mungkin perlu meminta bantuan dari luar.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan perilaku kasar

Perilaku kasar dapat didefinisikan sebagai perilaku tidak sopan dan tidak kooperatif yang ditunjukkan oleh anak-anak. Jenis perilaku ini sering terlihat pada anak-anak yang tidak terbiasa disiplin dan mungkin melakukan kekerasan fisik jika sudah terlalu berat untuk ditangani. Disiplin adalah kunci dalam menghadapi anak-anak yang kasar, karena itu akan membantu mereka belajar bagaimana berperilaku dengan sopan dan penuh hormat.

Salah satu cara untuk mendisiplinkan anak karena berperilaku kasar adalah dengan memberi mereka waktu istirahat. Hal ini memungkinkan anak untuk tenang dan memikirkan kesalahan yang mereka lakukan, yang seringkali membuat mereka meminta maaf. Hukuman lain yang mungkin berhasil termasuk membumikan anak atau mengirim mereka ke kamar mereka. Penting untuk menyesuaikan hukuman ini berdasarkan usia dan riwayat anak, karena setiap anak merespons hukuman secara berbeda.

Jika Anda memiliki anak yang sulit diatur, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi perilaku mereka. Salah satu cara untuk mencoba dan mengendalikan perilaku mereka adalah dengan menetapkan batasan. Pastikan anak-anak Anda tahu apa yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan di rumah. Jika mereka melanggar batas-batas ini, hukum mereka dengan tepat. Anda juga dapat mencoba mengajari anak Anda cara berperilaku yang benar. Ini mungkin membutuhkan usaha dari Anda, tetapi itu akan sangat bermanfaat dalam jangka panjang. Akhirnya, ingatlah selalu bahwa anak-anak pada akhirnya akan mengatasi perilaku kasar mereka.

Cara untuk menangani perilaku yang sulit

Liburan bisa menjadi saat kegembiraan dan kegembiraan bagi keluarga, tetapi juga membawa perilaku sulit dari anak-anak. Berikut adalah beberapa tip untuk menangani perilaku sulit selama liburan:

1. Tetapkan aturan sejak dini. Pastikan semua orang memahami ekspektasi perilaku pada pertemuan liburan, dan konsisten dalam menegakkannya. Ini akan membantu meminimalkan pertengkaran dan memastikan setiap orang memiliki pengalaman positif.

2. Jangan bereaksi secara emosional. Jika anak Anda sulit diatur, cobalah untuk tetap tenang dan jangan bereaksi secara emosional. Ini akan membantu mempertahankan kendali dan mencegah hal-hal menjadi tidak terkendali.

3. Tetap tegas tapi adil. Jika anak Anda tidak mengikuti aturan Anda, bersikaplah tegas tetapi adil dalam mendisiplinkannya. Ini akan membantu mencegah perilaku buruk sambil tetap memberikan disiplin yang sebanding dengan pelanggaran yang dilakukan.

4. memuji perilaku baik sekaligus menghukum perilaku buruk. Kapan pun memungkinkan, hargai diri Anda sendiri atas perilaku yang baik serta berikan penghargaan dengan tepuk tangan atau hak istimewa (sesuai alasan). Untuk perilaku buruk, berikan hukuman dan penguatan dengan cara yang adil sehingga anak mempelajari batasan antara perilaku yang pantas dan tidak pantas.

5. sabar. Butuh beberapa waktu bagi anak-anak untuk menyesuaikan diri dengan keadaan baru dan belajar bagaimana berperilaku dengan benar. Jangan mengharapkan hasil langsung, dan bersiaplah untuk mengulangi instruksi sesuai kebutuhan.

Kesimpulan

Tidak ada jawaban yang cocok untuk semua tentang cara menangani anak-anak yang berperilaku kasar, karena setiap keluarga berbeda dan akan menanggapi disiplin dengan cara yang unik.

(GE)

Scroll to Top