SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Bagaimana reaksi orang tua ketika anaknya dibully?

Bagikan:

AshefaNews – Bagaimana reaksi orang tua ketika anaknya dibully?

Penindasan adalah masalah yang telah mencapai tingkat epidemi, dan tidak mengherankan jika orang tua semakin menyadarinya. Dalam posting blog ini, kami akan mengeksplorasi bagaimana reaksi orang tua ketika anak mereka diintimidasi, dan apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu. Mulai dari menciptakan ruang yang aman untuk anak Anda hingga berkomunikasi dengan pelaku intimidasi, pelajari semua yang perlu Anda ketahui untuk memperlengkapi diri Anda dan anak Anda untuk melawan perundungan.

Apa yang Orang Tua Dapat Lakukan untuk Membantu

Orang tua dapat melakukan sejumlah hal untuk membantu anak-anak mereka ketika mereka diintimidasi. Mereka dapat berbicara dengan anak-anak mereka tentang bagaimana tetap aman dan apa yang harus dilakukan jika mereka sendiri mengalami perundungan. Orang tua juga dapat membantu menetapkan batasan dengan teman-teman anak-anak mereka dan memastikan bahwa anak-anak mereka tahu bahwa mereka tidak harus menanggung perundungan. Terakhir, orang tua dapat memberikan dukungan dan dorongan kepada anak-anak mereka ketika mereka merasa kesal atau diganggu.

Bagaimana Sekolah Dapat Menanggapi

Sebagai orang tua, mungkin sulit untuk mengetahui apa yang harus dilakukan ketika anak kita di-bully. Rasanya kita terjebak dalam posisi tidak berdaya, dan tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk membantu. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan sekolah untuk membantu keluarga merespons intimidasi secara efektif.

Pertama, sekolah harus memiliki kebijakan yang menguraikan bagaimana mereka akan menanggapi laporan intimidasi. Dengan cara ini, orang tua tahu persis apa yang diharapkan dari mereka dan staf sekolah dapat menggunakan kebijakan tersebut sebagai panduan untuk merespons.

Kedua, sekolah harus bekerja sama dengan orang tua untuk membuat rencana komunikasi ketika bullying terjadi. Rencana ini harus mencakup informasi tentang cara melaporkan insiden tersebut, siapa yang akan diberi tahu, dan di mana orang tua dapat menemukan lebih banyak informasi tentang pencegahan intimidasi.

Akhirnya, sekolah perlu memberikan dukungan bagi korban bullying dan keluarga mereka. Dukungan ini dapat mencakup sumber daya konseling atau program setelah sekolah yang menawarkan kelegaan dari situasi stres.

Apa Itu Bullying dan Bagaimana Mengenalinya

Bullying adalah bentuk pelecehan yang terjadi ketika seseorang mendominasi, mengancam, atau menyakiti orang lain secara fisik atau emosional. Ini adalah masalah yang dapat mempengaruhi semua kelompok umur dan bisa sangat sulit untuk dihadapi.

Indikator bullying yang paling umum adalah seseorang yang diganggu berulang kali, merasa takut atau sendirian, dan harga diri mereka rusak. Tanda-tanda lain termasuk luka, memar, panggilan nama, ancaman kekerasan, dan isolasi dari teman atau sekolah.

Jika Anda khawatir anak Anda diintimidasi, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membicarakannya dengan mereka. Anda juga dapat mencoba melibatkan mereka dalam kampanye atau kelompok anti-intimidasi di sekolah. Apa pun yang Anda lakukan, jangan biarkan mereka merasa sendiri atau malu. Penindasan tidak pernah baik-baik saja dan ada cara untuk menghentikannya.

Cara Mengatasi anak di bully

Ada beberapa cara orang tua dapat bereaksi ketika anak mereka diintimidasi. Beberapa mungkin mencoba menghentikan intimidasi itu sendiri, sementara yang lain mungkin mendorong anak mereka untuk berbicara dengan pelaku intimidasi atau melaporkan kejadian tersebut kepada guru atau administrator. Ada juga beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu mencegah terjadinya perundungan.

Kesimpulan

Ketika orang tua menyaksikan anaknya dibully, ada beberapa reaksi yang bisa terjadi. Beberapa orang tua mungkin merasa tidak berdaya dan khawatir bahwa mereka tidak dapat melakukan apapun untuk membantu. Orang tua lain mungkin menjadi marah dan ingin menghadapi pelaku intimidasi itu sendiri. Penting bagi orang tua untuk memahami keadaan emosi mereka sendiri ketika menghadapi intimidasi, sehingga mereka dapat bereaksi dengan baik sesuai dengan kepribadian dan keyakinan mereka sendiri.

(GE)

Scroll to Top