Menhan Prabowo Terima penetapan Indonesia Sebagai Tuan Rumah Pertemuan Menteri Pertahanan se-ASEAN

Bagikan:

AshefaNews, Kamboja – Indonesia ditetapkan sebagai House of commitee ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM) 2023. Penetepan itu diterima Menhan RI Prabowo Subianto  pada acara ADMM Retreat ADMM Plus ke-9 yang bertema “Solidarity for Harmonised Secuirity” di Siem Reap, Kamboja, Rabu (23/11).

“ADMM Plus telah terbukti menjadi mekanisme yang berguna dan efektif bagi negara-negara anggota ASEAN. Khususnya dalam pembangunan pertahanan masing-masing,” kata Prabowo dalam siaran pers Kemenhan yang diterima AshefaNews, Kamis (24/11/2022).

Menurut Prabowo, ASEAN telah membuktikan mampu berkontribusi pada ekonomi dunia. Juga menunjukkan bahwa pendekatan ASEAN dalam menyelesaikan konflik dengan negosiasi untuk mencapai konsensus.

Mekanisme ini, lanjutnya, telah dimanfaatkan sebagai ajang untuk bertemu, bertukar pandangan, bertukar pendapat, dan membangun komunikasi langsung. Sehingga akan menguatkan bangunan konsensus, dan pemahaman yang dicapai oleh para pemimpin negara.

 “Kita mencapai apa yang diinginkan oleh rakyat kita. Yaitu mencapai perdamaian yang merupakan syarat untuk kemakmuran,” tegasnya.

Prabowo kemudian mengapresiasi mitra dialog ASEAN, negara-negara plus. Karena partisipasi mereka adalah bagian yang sangat penting dari relevansi dan kredibilitas ADMM. 

Situasi geopolitik yang dihadapi saat ini, kata Prabowo, diyakini dapat dan harus diselesaikan dengan negosiasi. “Tentu dengan pemahaman bahwa penggunaan kekuatan tidak dapat menyelesaikan konflik,” ucapnya.

“Kita harus menyerukan semua negara untuk menghormati kepentingan semua pihak dalam konflik geopolitik. kita harus menghormati kepentingan semua pihak.” tambahnya lagi

Prabowo juga menegaskan bahwa perdamaian dan kemakmuran adalah kepentingan vital semua negara. Bahwa seluruh negara saling berhubungan, saling membutuhkan. 

Untuk itu Prabowo menyerukan kepada semua anggota ASEAN dan negara mitra untuk melakukan upaya ekstra . Terutama dalam memahami kepentingan dan kepedulian negara lain. Bahwa seluruh bangsa memiliki tanggung jawab dan tugas besar untuk menjaga perdamaian.

“Hanya dengan menahan diri, kompromi, dan pengertian, kita dapat mewujudkan impian bangsa kita masing-masing mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan. Tidak akan ada kemakmuran tanpa kedamaian, oleh karena itu marilah kita makmur bersama.”  tandasnya.

(RM – Anto)

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top