SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Jatuh ke Laut Jepang, AS hingga Korsel Kecam Korut

Bagikan:

AshefaNews, Jakarta – Jepang, Amerika Serikat (AS), dan Korea Selatan mengecam uji coba tiga rudal balistik yang dilakukan Korea Utara (Korut). Ketiga negara menilai Pyongyang telah serius melancarkan provokasi di Semenanjung Korea. 

Ketiga pejabat dari tiga negara itu berbicara melalui telepon pada Sabtu (31/12), setelah Korut meluncurkan tiga rudal balistiknya pada hari yang sama. Ketiga pejabat itu adalah Funakoshi Takehiro yang mengepalai Biro Urusan Asia dan Oseania Kementerian Luar Negeri Jepang, Perwakilan Khusus AS bagi Korea Utara Sung Kim, dan Perwakilan Khusus Korea Selatan bagi Urusan Perdamaian dan Keamanan Semenanjung Korea Kim Gunn.

Dilansir dari NHK, Sabtu (31/12), para diplomat tersebut sepakat bahwa peluncuran itu menimbulkan ancaman berat dan nyata terhadap keamanan regional serta tantangan yang jelas dan serius terhadap komunitas internasional.

Mereka juga menegaskan kembali bahwa ketiga negara tersebut akan bekerja sama erat guna mendorong daya penggentar regional serta denuklirisasi Korut yang sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB.

“Jepang secara aktif akan berkontribusi menangani Korea Utara saat menduduki kursi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB pada Januari,” kata Funakoshi. 

Terpisah, pejabat Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan tiga rudal balistik Korut jatuh ke Laut Jepang. Itu berada di luar zona ekonomi eksklusif Jepang.

Rudal-rudal itu diluncurkan dari sekitar pukul 08:01 pagi hingga 08:15 pagi dari dekat ibu kota Korut, Pyongyang.

Mereka mengatakan rudal-rudal itu ditembakkan ke arah timur laut dan terbang sekitar 350 kilometer sebelum jatuh ke laut di lepas pantai pesisir timur Semenanjung Korea. Ketinggian maksimumnya diperkirakan sekitar 100 kilometer.

Tidak ada laporan kerusakan atas kapal atau pesawat Jepang. Ketiga rudal tersebut menjadi peluncuran ke-37 selama tahun ini dan yang pertama sejak 23 Desember.

Sumber-sumber kementerian mengatakan peluncuran terbaru tersebut kemungkinan merupakan reaksi terhadap uji coba peluncuran roket berbahan bakar padat oleh Korea Selatan pada Jumat (30/12).

(GE – Yana) 

Scroll to Top