SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Inggris Klaim Rusia Kehabisan Rudal Jarak Jauh

Bagikan:

AshefaNews, Jakarta – Pemerintah Inggris menduga Rusia akan mengurangi serangan menggunakan rudal jarak jauh ke Ukraina. Alasannya, Moskow tengah mengalami krisis rudal jenis itu. 

Dilansir dari Aljazeera, Sabtu (24/12), sesuai laporan harian tentang perang di Ukraina Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan bahwa Rusia kemungkinan membatasi serangan rudal jarak jauh. Rudal itu kerap menargetkan infrastruktur penting Ukraina. 

Keterbatasan persediaan rudal jarak jauh Rusia menyebabkan penggunaannya akan dibatasi hanya sekali seminggu sekali. Kementerian itu mengatakan bahwa Rusia telah memperkuat pasukan di Ukraina dengan puluhan ribu pasukan cadangan sejak Oktober. 

“Meskipun kekurangan personel langsung berkurang, kekurangan amunisi kemungkinan besar tetap menjadi faktor pembatas utama dalam operasi ofensif Rusia,” kata laporan itu.

Sementara itu, pejabat Ukraina mendesak dunia melikuidasi pabrik senjata Iran. Pembantu presiden Ukraina Mykhailo Podolyak menyerukan likuidasi pabrik-pabrik Iran yang membuat drone dan rudal, serta penangkapan pemasoknya.

Dia menuduh Teheran berencana memasok lebih banyak senjata tersebut ke Rusia. Ia mengatakan Iran secara terang-terangan mempermalukan lembaga sanksi internasional dengan ekspor tersebut. 

(RM – Yana) 

Scroll to Top