SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Biden Utamakan Migran Berdokumen

Bagikan:

AshefaNews, Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meminta migran yang tidak memiliki dokumen untuk mengurungkan niat pergi ke Paman Sam. Sebaliknya, dia mempersilahkan pencari suaka yang dilengkapi identitas resmi masuk AS. 

Biden juga mengumumkan akan mengunjungi kota perbatasan AS-Meksiko, El Paso di Texas pada Minggu (8/1), menjelang pertemuan puncak para pemimpin Amerika Utara di Mexico City yang akan membahas isu perbatasan.

Biden akan memperluas aturan yang disebut Judul 42 akan diperluas untuk memungkinkan penjaga membatasi akses migran. “Jangan muncul begitu saja di perbatasan,” kata Biden dilansir dari AFP, Jumat (6/1).

Ia mengatakan hingga 30.000 migran yang memenuhi syarat akan diizinkan masuk ke AS setiap bulan dari Kuba, Haiti, Nikaragua, dan Venezuela. Mereka harus mendaftar di negara asalnya, memiliki sponsor di AS, dan menjalani pemeriksaan latar belakang. “

“Aman dan manusiawi, dan berhasil,” kata Biden. 

Namun, dia membutuhkan restu Kongres untuk membuat undang-undang baru guna meningkatkan pendanaan infrastruktur perbatasan dan imigrasi. Dan dia mengecam anggota Kongres dari Partai Republik karena menolak rencana itu. 

Judul 42 kontroversi yang mewajibkan kepemilikan dokumen untuk setiap pencari suaka di AS diterapkan era Donald Trump. Biden sebenarnya berusaha untuk menghapus aturan tersebut dan sekarang sedang menunggu Mahkamah Agung untuk memutuskannya. 

Ekonomi AS sangat bergantung pada tenaga kerja imigran. Namun, migrasi yang tidak terkendali melalui perbatasan Meksiko yang panjang, telah membuat sistem pengawasan migran menyulitkan. 

(GE – Yana) 

Scroll to Top