SCROLL UNTUK MELANJUTKAN BACA

Berkaca pada Turki-Suriah, Iran Ingin Berdamai dengan Arab Saudi

Bagikan:

AshefaNews, Jakarta – Iran menyampaikan keinginan perdamaian dengan Arab Saudi. Hubungan Teheran dan Riyadh dapat membaik lewat dialog antara dua musuh bebuyutan regional tersebut. 

“Kami (Teheran) siap memulihkan hubungan,” dan langkah seperti itu akan berdampak positif di seluruh wilayah,” kata Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian saat mengunjungi Lebanon, dilansir dari VOA, Sabtu (14/1). 

Menurut dia kemungkinan pemulihan hubungan diplomatik antara Teheran dan Riyadh sangat terbuka. Itu berkaca pada dua negara yang semula bermusuhan dapat bekerja sama seperti Turki dengan Suriah. 

Arab Saudi memutus hubungan dengan Iran pada awal 2016. Riyadh memutuskan kabel diplomasi dengan Teheran karena kecewa demonstran menyerang kedutaan besarnya di Teheran dan Mashhad.

Kejadian itu dipicu eksekusi mati ulama Syiah, Nimr al-Nimr oleh Arab Saudi. Kejadian itu membuat Iran dan Arab Saudi renggang hingga kini. 

Namun, Amir-Abdollahian mengatakan keretakan hubungan Iran-Arab Saudi dapat diperbaiki. Iran, Suriah dan Turki, yang pernah mengalami kejadian serupa telah kembali harmonis. 

Untuk memulihkan hubungan Iran dengan Arab Saudi, kata dia, perlu dimulai dengan pembicaraan tentang pembukaan kembali konsulat Iran di Jeddah dan konsulat Arab Saudi di Mashhad. “Tetapi seperti yang kita lihat, Arab Saudi belum sepenuhnya siap untuk menormalisasi hubungan,” katanya. 

(RM – Yana) 

Scroll to Top